Oleh : Julita Hasanah Waktu “seolah” berjalan makin cepat. Tak terasa kalender di dinding sudah menunjukkan bulan ke-tujuh. Bulan Agustus begitu istimewa dan penuh suka-cita, karena merupakan hari jadi Republik kita tercinta. Manisnya kemerdekaan mustahil kita nikmati tanpa perjuangan para pahlawan untuk mengibarkan sang saka merah putih di Bumi Indonesia. Jiwa nasionalisme para pejuang kemerdekaan dari Sabang sampai Merauke tak mungkin diragukan lagi, mereka rela korbankan apa saja, harta, keluarga, hingga nyawa. Sungguh luar biasa. Belajar dari kisah panjang kemerdekaan, NKRI merupakan warisan yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Semangat kemerdekaan harus terus membara, tumbuh, dan menggelora di hati…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Rino Andreas (Mahasiswa Universitas Gadjah Mada) Dalam perkembangannya, masyarakat saat ini tengah berada dalam satu komunitas yang disebut global village. Teknologi digital memungkinkan siapapun dan kapapun melakukan produksi, distribusi, dan konsumsi informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Menjadikan seolah-olah dunia adalah satu desa yang saling terhubung dalam sekali “klik”. Masyarakat konsumtif muncul ketika informasi menjadi sebuah komoditas. Hal itu dikarenakan kebutuhan khalayak akan informasi terus meningkat dan adanya tuntuntan untuk selalu update peristiwa di dalam maupun di luar negeri. Media baru (new media) dibanjiri berbagai topik terkait berita politik, ekonomi, hiburan, pendidikan, budaya dan sebagainya. Namun bagaikan pisau…
Oleh: Dwi Lukmantoro Mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan di tengah beragamnya perbedaan memang menjadi cita-cita kita semua. Namun hal tersebut tak semudah membalik telapak tangan. Teringat ucapan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsa sendiri,” ketika akhir-akhir ini Indonesia rawan akan perpecahan. Zaman serba digital dan mudahnya akses informasi di sosial media menjadi keuntungan bagi kita. Di saat yang sama, sosial media sangat rentan terhadap hoax atau berita bohong. Hanya tinggal klik, berita akan cepat tersebar. Tak jarang hoax tersebut menimbulkan gesekan antar masyarakat. Apa Penyebab Mudah Tersebarnya Hoax? Adanya anggapan bahwa semua…
Oleh: Octa Deva Reindra Indonesia adalah negara yang merdeka bukan karena hadiah dari penjajah. Pertempuran, peperangan serta pengorbanan harta dan nyawa rela dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia, guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan bebas dari cengkraman penjajah. Penjarahan terhadap kekayaan alam bahkan penyiksaan, pembunuhan, kerja paksa terasa seperti makanan sehari-hari. penjajah telah menjadikan orang Indonesia sebagai budak di tanah sendiri. Sekitar 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda ditambah 3 tahun selanjutnya dijajah oleh Jepang, hingga pada saat 17 agustus 1945 bapak Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Dan 17 agustus 2019…
Oleh : Rahmat Siregar Demonstrasi berujung kericuhan terjadi di Manokwari dan Sorong, Papua Barat pada 19 Agustus 2019. Pemicunya disebabkan oleh video provokatif yang disebar lewat media sosial yang bisa diakses tiap detik. Sebuah video yang beredar saja ternyata mampu membakar emosi masyarakat Papua terutama di Manokwari dan Jayapura. Memang ada segelintir orang Papua yang menginginkan untuk berpisah dari Indonesia, namun hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk membenci mereka atau membenci mereka dengan sebutan binatang. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan ber tabayyun, atas sebuah perkara. Dalam kasus Mahasiswa Papua yang ada di Malang misalnya, Pihak…
Hari ini (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta. Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris. Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan…
Media massa dalam beberapa hari ini memberitakan peristiwa pengepungan organisasi massa, satuan polisi pamong praja Kota Surabaya, polisi dan tentara terhadap asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No 10, Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 2019. Pemicunya adalah kabar tentang adanya pengrusakan tiang bendera, infromasi yang dibantah mahasiswa Papua. Selama pengepungan itulah terlontar umpatan bernada rasis, menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua. Peristiwa itu disusul sejumlah insiden lain di kota Malang dan Semarang. Puncaknya, Senin, 19 Agustus 2019, ratusan orang di Papua dan Papua Barat memblokade sejumlah jalan dengan merobohkan pohon. Salah satunya terjadi di Jalan Yos Sudarso, Manokwari, Papua Barat,…
Oleh : Robert Simangunsong ( Penulis adalah Pengamat sosial politik ) Demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di perempatan Raja Bali, Malang berujung dengan bentrokan, hal tersebut dipicu oleh orasi tentang kemerdekaan Papua. Namun anggota Kepolisian Resor Kota Malang yang bersiaga di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mencegah keberangkatan mereka. Demo disertai blokade jalan ini menyulut terjadinya aksi saling lempar batu antara mahasiswa Papua dengan ratusan warga Kota Malang di ruas jalan utama Basuki Rahmad. Akibatnya jalan utama di Kota Malang tersebut macet. Akibatnya aksi saling lempar batu tersebut, beberapa mahasiswa dan polisi mengalami luka -…
Oleh : Dodik Prasetyo (Penulis adalah pengamat sosial politik) Manokwari menunjukkan gejolak yang luar biasa, massa turun ke jalan karena memprotes aksi intimidasi, penangkapan dan cacian terhadap Mahasiswa Asal Papua yang sedang kuliah di Surabaya dan Malang. Kemarahan massa ditandai dengan memblokade jalan raya, membakar ban sehingga akses jalan sulit dilewati. Aparat Gabungan TNI dan Polri bernegosiasi dengan massa agar kerusuhan tidak meluas. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa situasi di Manokwari masih dalam kendali aparat dan status kemanan belum berubah. Dedi berpendapat bahwa aksi massa di Manokwari tersebut dilatarbelakangi oleh munculnya informasi provokatif melalui media sosial…
Oleh : Eward Krey (Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta) Kekejaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua kembali terjadi dan menyebabkan salah satu putra terbaik Indonesia Pratu Sirwandi (Yonif 751/R) gugur dalam baku tembak dengan kelompok separatis tersebut. Pratu Sirwandi diketahui merupakan korban penghadangan di Mbua pada 16 Agustus 2019 dengan luka tembak di dada dan perut. Ia meninggal di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Wamena setelah menjalani operasi. Jenazah lantas dibawa ke Jayapura dan selanjutnya akan disemayamkan di Batalyon 751/R sebelum diberangkatkan ke Lombok. Sebuah insiden terjadi pada hari Jumat 16 Agustus 2019, dimana telah terjadi penghadangan terhadap…
Oleh : Luh Sri Andini Rakyat Indonesia kini telah merayakan kemerdekaan selama 74 tahun. Jika flashback 74 tahun yang lalu, sejarah perjuangan bangsa ini tidaklah mudah. Darah, keringat, jiwa dan raga para pejuang terdahulu menjadi taruhan untuk kemerdekaan yang dapat dirasakan generasi bangsa saat ini. Perjuangan terdahulu hingga membuahkan hasil yang diharapkan saat ini dikarenakan adanya persatuan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah. Kata persatuan berarti seluruh elemen rakyat bersatu dalam bertindak dan seakan sudah menjadi tulang rusuk yang melekat dalam raga ini. Namun, tulang rusuk tersebut kini seakan menghilang dari rakyat Indonesia saat ini. Hal tersebut dapat kita saksikan dalam…
Oleh : Cloudya Sihombing “Kebohongan dapat keliling dunia ketika kebenaran baru saja mengenakan sepatunya”, sebuah kutipan dari penulis terkenal asal Amerika Serikat, Mark Twain. Sebuah riset yang dilakukan oleh Institut Teknologi Massachusetts mengungkapkan bahwa ternyata berita bohong atau lebih terkenal dengan sebutan ‘Hoax’ lebih mudah diterima dan lebih cepat menyebar ketimbang ‘Fakta’. Manusia memiliki kecenderungan untuk tertarik terhadap hal-hal baru. Kecenderungan ini membuat tiap individu gencar mencari informasi, hal ini tentu agar mereka menjadi yang pertama dalam mengetahui segala sesuatu. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para penyebar hoax. Selain memilih target, penyebar hoax juga lihai memilih isu untuk disebarkan. Berita-berita…