• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»Semangat 45 Melawan Penjajah Zaman Digital

Semangat 45 Melawan Penjajah Zaman Digital

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 20 August 2019

Oleh : Luh Sri Andini

Rakyat Indonesia kini telah merayakan kemerdekaan selama 74 tahun. Jika flashback 74 tahun yang lalu, sejarah perjuangan bangsa ini tidaklah mudah. Darah, keringat, jiwa dan raga para pejuang terdahulu menjadi taruhan untuk kemerdekaan yang dapat dirasakan generasi bangsa saat ini. Perjuangan terdahulu hingga membuahkan hasil yang diharapkan saat ini dikarenakan adanya persatuan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah. Kata persatuan berarti seluruh elemen rakyat bersatu dalam bertindak dan seakan sudah menjadi tulang rusuk yang melekat dalam raga ini. Namun, tulang rusuk tersebut kini seakan menghilang dari rakyat Indonesia saat ini. Hal tersebut dapat kita saksikan dalam banyak pemberitaan media sosial yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang dilakukan oleh oknum tertentu. Selain itu, respon dari masyarakat juga seolah menerima saja pemberitaan tersebut sehingga menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat segala sesuatu menjadi praktis dan instan untuk mempermudah aktivitas manusia namun disadari atau tidak, hal ini juga berpengaruh terhadap kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang cenderung untuk melakukan segala sesuatu secara praktis begitu pula dengan kebiasaan menerima informasi dengan mudahnya tanpa melihat dan memastikan terlebih dahulu kebenarannya. Dalam hal ini kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan akibat keberadaan teknologi, tetapi dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para generasi untuk berpikir lebih kritis dalam menindaki segala bentuk pemberitaan yang masuk baik secara online maupun offline. Hoax dapat berupa segala bentuk pemberitaan baik secara tertulis dalam bentuk online atau offline maupun secara lisan dari oknum tertentu yang dapat disampaikan langsung.

Semakin pesatnya penyebaran hoax, generasi bangsa harus benar-benar cermat dalam menanggapi bentuk-bentuk pemberitaan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk aksi melawan hoax atau berita bohong. Pertama yaitu jika menerima suatu bentuk informasi secara online maupun offline perhatikan judul berita, penulis, redaksi dan pencantuman referensi atau sumber tulisan atau gambar tersebut. Kedua, perhatikan isi informasi terkait yang disampaikan apakah terdapat kata-kata yang mengandung ujaran kebencian, radikalisme, atau segala bentuk penyampaian yang mengarahkan pada perpecahan. Ketiga, memastikan kembali berita atau informasi yang didapatkan dengan melakukan pengecekan kembali dengan sumber pemberitaan resmi dan sudah diakui. Kemudian selanjutnya, jika menemukan suatu pemberitaan yang jelas mengarah pada perpecahan dan radikalisme segera melaporkan bentuk tulisan tersebut kepada pihak resmi yang terkait dengan pemberitaan yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat melalui alamat email resmi yang dilakukan dengan screen capture disertai URL link, sedangkan untuk kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web Kementerian Komunikasi dan Informatika. Melaporkan konten hoax sangat penting dilakukan untuk mencegah lebih banyak lagi bentuk-bentuk hoax serupa. Olehnya itu, masyarakat dituntut harus untuk lebih aktif dan peduli untuk melaporkan segala bentuk pemberitaan yang mengandung berita bohong yang menuju perpecahan.

Dengan demikian, sebagai generasi yang bijak di era digital saat ini, sifat terbuka dan kritis diperlukan untuk menyaring dan memastikan segala bentuk informasi yang masuk adalah benar, sebab informasi yang mengandung konflik dan kebencian akan berdampak besar di masyarakat. Hoax atau berita bohong merupakan ancaman yang sangat serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga, dalam melawan hoax dibutuhkan kerja sama seluruh elemen dan pihak masyarakat sebagai bentuk rasa untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mempertahankan keutuhan NKRI menjadi tantangan berat yang dihadapi generasi zaman now dan menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat Indonesia.

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

June 20, 2026

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

June 20, 2026

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa Jakarta – Pemerintah mempercepat upaya pemerataan akses listrik…

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola *Jakarta* – Kepala Badan Komunikasi…

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite Di beberapa wilayah belakangan ini…

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.