• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»Serius Melawan Hoax

Serius Melawan Hoax

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 20 August 2019

Oleh: Dwi Lukmantoro

Mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan di tengah beragamnya perbedaan memang menjadi cita-cita kita semua. Namun hal tersebut tak semudah membalik telapak tangan. Teringat ucapan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsa sendiri,” ketika akhir-akhir ini Indonesia rawan akan perpecahan.

Zaman serba digital dan mudahnya akses informasi di sosial media menjadi keuntungan bagi kita. Di saat yang sama, sosial media sangat rentan terhadap hoax atau berita bohong. Hanya tinggal klik, berita akan cepat tersebar. Tak jarang hoax tersebut menimbulkan gesekan antar masyarakat.

Apa Penyebab Mudah Tersebarnya Hoax?

Adanya anggapan bahwa semua informasi yang diunggah di internet adalah benar. Terkadang orang tidak membaca konten informasi secara utuh dan langsung menyebarkan informasi yang salah tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Saat informasi tersebut viral, ditambah dengan banyaknya Likes dan Comment, akan membuat orang semakin mudah percaya karena menganggap “oh kalau banyak yang likes dan comment pasti ini berita benar”. Yang sekali lagi tidak mengecek kebenarannya.

Penyebab lain maraknya hoax adalah adanya orang iseng yang bangga ketika berhasil membuat konten viral yang mendapat banyak reaksi dari masyarakat. Mereka menyebar hoax dengan motif ikut-ikutan dan tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, tak bisa dipungkiri memanasnya suasana politik menjadi faktor terbesar kemunculan hoax. Biasanya juga diiringi dengan ujaran kebencian yang digunakan untuk menjatuhkan lawan politik. Bahkan ada pembuat hoax yang mengklaim bahwa ia adalah pembuat hoax terbaik.

Mirisnya, hoax yang bertebaran tidak hanya melulu tentang politik namun juga saat ada bencana alam. Di saat berduka akan musibah, ada saja orang yang tak bertanggung jawab menyebar informasi yang salah.

Bagaimana Mencegah Hoax

Semua pihak harus berkontribusi untuk melawan hoax. Baik penyedia layanan digital, pemerintah, maupun kita sebagai pengguna layanan digital.

Dari segi platform digital, penyedia layanan aplikasi seperti WhatsApp sebenarnya sudah berusaha meminimalisir tersebarnya hoax dengan membatasi pengguna hanya bisa forward pesan sebanyak 5 kali. Contoh lainnya seperti Google yang telah menerapkan algoritma khusus untuk menyaring konten yang ditampilkan.

Sedangkan kita sebagai pengguna internet yang sehari-hari terbiasa menerima informasi, perlu membiasakan diri membaca konten informasi secara utuh dan mengecek kebenarannya dari sumber yang jelas sebelum menyebarkannya lebih luas. Jika dirasa ragu-ragu akan kebenaran suatu informasi, sebaiknya tidak perlu disebarkan. Penting sekali untuk menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab tersebut.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, diperlukan edukasi literasi digital. Yang bertujuan agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi hoax. Sehingga tidak menyulut gesekan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Dari segi pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud telah berupaya meningkatkan literasi digital dengan memasukkan materi literasi digital pada pelajaran TIK (Teknologi Informasi Komunikasi).

Namun bagaimana jika kita hoax terlanjur menyebar luas?

Jika kita yang tidak sengaja menyebar hoax, maka segera beri pernyataan klarifikasi dan berikan versi informasi yang benar.

Sedangkan jika kita menemui unggahan berita hoax, segera laporkan unggahan tersebut. Platform seperti Google, Facebook, maupun penyedia layanan lainnya selalu menyediakan fasilitas untuk melaporkan unggahan yang menyalahi aturan.

Selanjutnya adalah bagaimana kita mengimplementasikan tindakan pencegahan dan penanganan tersebut di kehidupan sehari-hari. Langkah nyata dari penyedia platform digital dan pemerintah harus dibarengi dengan komitmen dan keseriusan kita untuk saling mengingatkan dan bersama-sama melawan hoax.

Manfaatkan kemudahan akses informasi untuk mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif. Bersama menjadi masyarakat yang cerdas dalam bersosial media dan bijak dalam menyebar informasi. Agar tercipta rasa persatuan di dunia nyata maupun dunia maya.Buktikan bahwa kita bisa melawan hoax dan menjadi SDM unggul agar Indonesia maju.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.