• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Kekejaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua

Mewaspadai Kekejaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 20 August 2019

Oleh : Eward Krey (Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta)

 Kekejaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua kembali terjadi dan menyebabkan salah satu putra terbaik Indonesia Pratu Sirwandi (Yonif 751/R) gugur dalam baku tembak dengan kelompok separatis tersebut. Pratu Sirwandi diketahui merupakan korban penghadangan di Mbua pada 16 Agustus 2019 dengan luka tembak di dada dan perut. Ia meninggal di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Wamena setelah menjalani operasi.

Jenazah lantas dibawa ke Jayapura dan selanjutnya akan disemayamkan di Batalyon 751/R sebelum diberangkatkan ke Lombok.

Sebuah insiden terjadi pada hari Jumat 16 Agustus 2019, dimana telah terjadi penghadangan terhadap konvoi kendaraan pengangkut logistik Satgas Pamrahwan di jalan Trans Wamena-Habema.

Pukul 15.30 WIT, 2 unit kendaraan jenis Hilux yang baru saja selesai mengantar perbekalan bagi personel Pos Pamrahwan TNI yang berada di Mbua, diberondong peluru di sekitar kilometer 39 Jalan Trans Wamena – Habema.

Pelaku penembakan tersebut diduga merupakan kelompok separatis bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Tembakan tersebut berasal dari 2 arah yaitu ketinggian dan lembah yang berada di kanan dan kiri jalan.

Dalam posisi terjepit sejumlah 12 personel TNI yang bertugas mengawal konvoi segera turun meninggalkan kendaraan dan bereaksi dengan membalas tembakan.

Kontak senjata terjadi kurang lebih sekitar 20 menit. Tembakan balasan dari para personel TNI membuat kelompok tersebut melarikan diri.

Setelah medan mulai kondusif, 2 Prajurit TNI dilaporkan terluka oleh hantaman timah panas. Pratu Panji tertembak pada bagian lengan kiri dan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri.

Setelah insiden tersebut selesai, kedua Prajurit TNI yang menjadi korban penembakan tersebut segera dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjend TNI Yosua Pandit Sembiring telah memerintahkan petugas di seluruh pos – pos Satgas Pamrahwan untuk dapat meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, para anggota juga diperintahkan untuk mengawasi jalan – jalan maupun medan – medan yang kemungkinan dijadikan sebagai jalan pelarian Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut.

Meski situasi sudah kondusif, namun Yosua tetap mewaspadai kemungkinan KKB yang memanfaatkan momentum peringatan HUT RI untuk melakukan penyerangan / aksi teror, baik terhadap aparat keamanan maupun masyarakat.

Pada 19 Agustus 2019, Jenazah Praka Sirwandi yang gugur saat melaksanakan tugas di Papua disambut khidmat oleh anggota TNI dan Polri di Bandara Internasional Lombok.

Penyambutan jenazah tersebut dipimpin oleh Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yanshori di Bandara Internasional Airport. Pihaknya menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan cermin bahwa TNI bersungguh – sungguh dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yansori juga menyayangkan tindakan kelompok kriminal bersenjata yang melakukan penyerangan terhadap anggota TNI. Padahal pada 17 Agustus lalu, kita sedang melaksanakan hari kemerdekaan dengan penuh suka cita, namun pada hari yang sama berita duka datang dari Papua yang mengabarkan bahwa salah satu Prajurit TNI gugur dalam melaksanakan tugas.

Dirinya-pun turut mendoakan almarhum Praka Sirwandi agar meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan dalam keadaan syahid.

Hingga pada saat ini, sudah terdapat 8 Prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas, 3 diantaranya gugur bersamaan dalam kontak senjata yang terjadi di Kabupaten Nduga.

Aksi penyerangan yang telah dilakukan oleh KKB tersebut tentu menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI dan jalannya program pembangunan di Papua yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Apalagi serangan tersebut dilakukan pada momen peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 74.

Serangan yang terjadi pada momen peringatan kemerdekaan RI tersebut merupakan serangan yang tidak terhormat. Hal ini menunjukkan adanya signifikansi peningkatan perlawanan secara kualitatif dan kuantitatif dari organisasi separatis pimpinan Egianus Kogoya tersebut.

Dalam hal ini TNI / Polri patut kita apresiasi atas upayanya dalam menjaga keamanan di Papua dari gangguan kelompok separatis yang banyak meresahkan.

Atas kejadian tersebut, tentunya TNI / Polri harus tetap bertindak tegas kepada siapapun yang ingin mengusik rasa persatuan dan kesatuan di NKRI. Secara historis Papua telah manjadi bagian dari Indonesia secara de jure dan de facto, sehingga sungguh tidak benar jika ada sebagian oknum yang ingin berpisah dari Indonesia.

 

 

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.