• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»Jarimu Pedang Kemerdekaan

Jarimu Pedang Kemerdekaan

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 20 August 2019

Oleh: Octa Deva Reindra

Indonesia adalah negara yang merdeka bukan karena hadiah dari penjajah. Pertempuran, peperangan serta pengorbanan harta dan nyawa rela dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia, guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan bebas dari cengkraman penjajah. Penjarahan terhadap kekayaan alam bahkan penyiksaan, pembunuhan, kerja paksa terasa seperti makanan sehari-hari. penjajah telah menjadikan orang Indonesia sebagai budak di tanah sendiri.

Sekitar 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda ditambah 3 tahun selanjutnya dijajah oleh Jepang, hingga pada saat 17 agustus 1945 bapak Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Dan 17 agustus 2019 kemarin Indonesia sudah menginjak 74 tahun kemerdekaannya.

Zaman semakin berubah dan berkembang dalam setiap waktu, salah satunya adalah dalam sektor teknologi. Teknologi seakan sudah menyatu dalam jati diri manusia, dengan teknologi kita akan mencapai tujuan dengan lebih praktis dan cepat. Salah satu contohnya adalah gadget. Gadget adalah salah satu teknologi yang dapat mempermudah seseorang dalam berkomunikasi, kita bisa dengan mudah menghubungi sanak sodara meskipun jaraknya jauh. Bahkan kitapun dapat bertatap muka dengan orang yang sedang tidak berdekatan karena adanya perkembangan teknologi.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memang tidak bisa dibendung, ditandai dengan penggunaan media sosial seperti facebook, instagram, youtube, dan masih banyak lainnya yang sudah menjadi hal lumrah, banyak anak muda yang candu akan media sosial, mereka seakan tidak bisa hidup ketika tidak menggunakan media sosial, bahkan ada yang rela tidak membeli makan asalkan mereka dapat membeli kuota, supaya mereka dapat tetap berselancar di media sosial.

Media sosial membuat seseorang dapat mengakses informasi dengan sangat cepat, hanya dengan menggerakkan jarinya saja dalam layar gadget, mampu mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menunggu waktu yang lama, oleh karena itu jari saat ini sangat berbahaya karena akan mengantarkan kita kemanapun yang kita mau, jika dulu mulutmu adalah harimaumu sekarang berubah menjadi jarimu harimaumu.

Namun melihat latar belakang melek informasi dari setiap orang yang berbeda, membuat berbeda juga persepsi dalam menangkap informasi yang masuk dari berbagai media sosial, tidak sedikit orang yang menerima informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu apakah berita yang di informasikan benar atau salah. Oleh karenanya hal ini sangatlah berbahaya ketika informasi yang mereka dapatkan bukanlah informasi yang benar atau sering kita dengar dengan berita hoaxs.

Berita hoaxs adalah berita yang menyampaikan informasi secara tidak benar, tetapi dikemas seolah-olah benar adanya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hoaks dapat diartikan dengan “berita bohong”. Berita hoaxs merupakan berita yang dapat memunculkan rasa benci serta menimbulkan permusuhan. Dimana berita ini memiliki sumber yang tidak jelas asalnya, hoaxs di media sosial merupakan informasi yang ada di media yang cenderung menyudutkan kepada pihak tertentu. Biasanya terjadi karena adanya unsur fanatisme kepada pihak tertentu dan tidak suka kepada pihak lain, sehingga dia hanya menyampaikan informasinya hanya dari sudut pandangnya saja yang dapat mengandung unsur provokatif.

Tersebarnya berita hoaxs memiliki dampak yang signifikan terhadapat pola pikir masyarakat, hal ini terjadi karena banyak orang yang hanya menerima informasi dari apa yang dia baca diartikel itu saja, bahkan lebih parahnya tidak sedikit orang yang hanya menerima informasi sekedar dari membaca judul tanpa mencari tahu sumber dari mana berita itu berasal, hal ini akan berbahaya jika yang mereka baca itu berita hoaxs, apalagi kalau sampai dia terbawa arus dan ikut dalam membagikannya kepada orang lain. Hal tersebut juga dapat menimbulkan perpecahan satu dengan yang lain. Ketika kita tengok kebelakang, dalam kasus Ratna Sarumpaet yang mengatakan bahwa dia telah dianiaya, sempat menimbulkan konflik dari beberapa pihak, untungnya pihak pemerintah sigap dalam menangani dan menyelesaikan kasus ini, seandainya kasus tersebut tidak cepat terselesaikan maka dapat menimbulkan perpecahan.

Saat ini banyak masyarakat indonesia yang masih dijajah secara intelektualnya, seseorang mudah terprovokasi dengan beredarnya berita yang tidak jelas atau hoax, dan sayangnya mereka juga turut menyebar berita tersebut. Ketika ini dibiarkan secara terus menerus maka hal ini akan sangat berbahaya dan dapat mengancam kedaulatan bangsa.

Mudah menyebarnya berita hoax tersebut terjadi karena jari seseorang. Jari saat ini ibarat sebuah pedang, pedang yang akan bermanfaat atau justru menghancurkan adalah sesuai dengan siapa yang memegang pedang tersebut dan menggunakannya untuk apa, ketika seseorang menggunakan pedangnya untuk menyebarkan berita hoax maka yang tersebar adalah berita hoax tersebut. Namun ketika pedang tersebut kita gunakan dengan hal positif maka yang didapat adalah hal positif juga.

Tidak ada yang salah dari penggunaan pedang. Yang jadi permasalahan adalah siapa dan untuk apa pedang tersebut digunakan? Oleh karena itu kita harus bijaksana dalam menggunakan dan memanfaatkan pedang. Apalagi zaman sekarang yang apa-apa sudah berbasis teknologi, jari yang profesional adalah jari yang sangat dibutuhkan. Kita dapat membantu pemerintahan dengan mudah, tinggal mengirimkan surat ataupun pesan lewat sosial media dengan cepat, tidak dengan waktu yang lama. Maka dari itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi terwujudnya pembangunan dan kepemimpinan bangsa khususnya untuk 5 tahun kedepan.

 

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.