• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»Kemerdekaan dan Spirit Menuju Indonesia Baru Pasca Pilpres

Kemerdekaan dan Spirit Menuju Indonesia Baru Pasca Pilpres

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 20 August 2019

Oleh : Julita Hasanah

 Waktu “seolah” berjalan makin cepat. Tak terasa kalender di dinding sudah menunjukkan bulan ke-tujuh. Bulan Agustus begitu istimewa dan penuh suka-cita, karena merupakan hari jadi Republik kita tercinta. Manisnya kemerdekaan mustahil kita nikmati tanpa perjuangan para pahlawan untuk mengibarkan sang saka merah putih di Bumi Indonesia. Jiwa nasionalisme para pejuang kemerdekaan dari Sabang sampai Merauke tak mungkin diragukan lagi, mereka rela korbankan apa saja, harta, keluarga, hingga nyawa. Sungguh luar biasa.

Belajar dari kisah panjang kemerdekaan, NKRI merupakan warisan yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Semangat kemerdekaan harus terus membara, tumbuh, dan menggelora di hati sanubari.

“NKRI merupakan satu paket komplit yang kaya akan ragam suku, budaya, bahasa, hingga agama.”

NKRI dengan segala keberagamannya adalah harga mati yang tak mungkin ditawar lagi. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi jiwa seluruh anak bangsa dimana pun dan kapan pun.

 

Indonesia Darurat Hoaks     .    

Wajah Indonesia hari ini penuh warna-warni berita bohong atau yang lebih dikenal dengan hoaks. Hoaks tumbuh subur bak cendawan musim hujan di era 4.0 saat ini. Tak dapat dipungkiri keberadaan teknologi menjadi media penyebaran berita bohong yang paling mutakhir. We Are Social merilis ada 132,7 juta penduduk Indonesia melek internet. Dari angka itu 130 juta diantaranya aktif menggunakan platform media sosial dan 120 juta di antara mereka mengakses ponsel pintar. Bisa dibayangkan betapa mudahnya hoaks tersebar melalui jejaring online hanya dalam hitungan detik.

Fakta berbicara, politik dan panggung demokasi menjadi sasaran empuk berita bohong. Beberapa kasus menunjukkan, proses pemilihan kepala daerah dan presiden menjadi korban “langganan” aksi berita bohong yang disisipi isu sara dan spirit radikalisme. Menurut Data Kementrian Komunikasi dan Informasi tercatat sebanyak 1000 lebih konten hoaks yang mewarnai konstelasi politik di dalam negeri. Isu-isu keberagaman yang sangat sensitif seperti suku,agama dan ras digoreng hingga garing untuk memenangkan atau malah menggulingkan salah satu paslon.

Saat kompetisi demokrasi negeri gelap-gulita, akankah terpilih pemimpin yang mampu buat rakyat sejahtera ? Tentu tidak.    

Fenomena hoaks menjadi ujian nyata bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Keberagaman akan suku, ras dan agama mulai terusik. Pilihan politik yang berbeda dapat dengan mudahnya menjadi api yang menyulut perpecahan di masyarakat. Padahal, sejarah merekam bahwa Bangsa Indonesia nyaris tak pernah meributkan keberagaman apalagi soal perbedaan pandangan politik. Keadaan memang  berubah sejak hoaks dibawa ke panggung demokrasi, polarisasi jadi makin tajam, membawa petaka bagi persatuan dan kesatuan negeri.

 

Kemerdekaan : Spirit Persatuan

“Tak ada yang salah dengan pilihan politik masing-masing orang, jika kamu memilih A, sedang aku memilih B, sementara mereka memilih C dan kalian memilih D, kita semua tetap satu Indonesia”

Perbedaan pandangan politik merupakan bukti nyata bahwa kita merupakan negara demokrasi. Perbedaan politik adalah hal biasa yang sebaiknya dihadapi dengan bijaksana dan saling menghargai sesama sehingga jiwa tak terbawa arus berita bohong. Mirisnya, masih banyak yang kurang bijaksana menanggapi politik hingga dengan mudahnya baper alias “bawa perasaan” akibat berita bohong, ujaran kebencian hingga radikalisme yang berujung perpecahan.

Hari Kemerdekaan merupakan momentum yang pas bagi seluruh anak bangsa merenungkan nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, dan salling menghargai.

Apakah nilai-nilai tersebut masih kita pegang teguh atau sudah hilang tergerus waktu ?

Harus kita akui Indonesia kini ibarat kertas yang robek, sudah saatnya merajut kembali robekan-robekan itu menjadi satu kesatuan utuh di tengah perbedaan pandangan politik. Saatnya menyudahi perpecahan, karena spirit kemerdekaan mencerminkan spirit persatuan.

 

Kemerdekaan : Spirit Rekonsiliasi

Pesta demokrasi pada 17 April telah usai, terlepas dari siapa yang terpilih banyak perbaikan yang jadi tugas bersama. Sebelum pilpres 2019 sebagian besar masyarakat masuk ke dalam pusara antara dua kubu. Tidak sedikit yang berdebat dengan teman dan kerabat bahkan sampai rela memutuskan silaturahmi hanya karena perbedaan pilihan.

Meminjam kata-kata Gus Dur bahwa “yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan”, adalah benar adanya.

Momen Kemerdekaan merupakan  momentum untuk mewujudkan rekonsiliasi di tengah masyarakat pasca pilpres. Rekonsialiasi dapat dengan mudah tercapai melalui silaturahmi. Momen kemerdekaan kali ini seharusnya tidak hanya dimeriahkan dengan berbagai lomba tujuh belas-an, tapi juga disertai dengan manisnya silaturahmi dan saling memaafkan bagi banyak pihak yang saling berseberangan saat pilpres.

Bukankah indah jika kemeriahan lomba makan kerupuk disertai jabat tangan erat, menghias gapura disertai pelukan saling memafkan, hingga menata tumpeng dengan canda-tawa tulus meredakan  permusuhan dan perdebatan akan perbedaan pilihan politik. Sudah tidak sabar rasanya menyaksikan semangat kemerdekaan berpadu dengan semangat rekonsiliasi.

 

Kawal Pemerintahan yang Baru

KPU telah mengesahkan hasil Pemilihan Presiden pada 21 Mei lalu. Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah hasil pemilu yang legitimated maka suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus menerima hasil pemilu demi keberlanjutan pembangunan negeri tercinta. Sudah waktunya move on dari perdebatan soal pilpres, saatnya mengawal pemerintahan yang baru sebagai awal untuk Indonesia yang lebih maju.

Tepat pada 14 Juli 2019, Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai pasangan terpilih menyampaikan visi misi pemerintahan lima tahun ke depan. Bapak Presiden menekankan kembali pentingnya inovasi anak-anak bangsa guna menyelesaikan permasalahan yang dirasakan masyarakat. Kontribusi berbagai pihak sangat diharapkan demi solusi permasalahan yang efektif dan efisien terutama dalam menghadapi tantangan global yang sangat dinamis. Mari kita berikan kontribusi terbaik sesuai keilmuan masing-masing sebagai wujud sinergi dengan pemerintahan 2020-2024. Tanpa dukungan dan kerjasama segala lapisan masyarakat mustahil indonesia emas dapat dicapai.

Pemerintahan 2020-2024 akan fokus pada pembangunan infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), Investasi, Reformasi birokrasi dan Penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Visi misi yang disampaikan pasangan presiden dan wakil presiden mendatang sudah sangat sesuai dengan cita-cita bangsa. Optimisme dan positivisme akan Indonesia yang maju dan sejahtera tercermin dari visi misi yang telah diuraikan. Satu catatan penting, pemerintah tak mungkin berjalan sendiri. Bebagai program yang nantinya akan dilaksanakan perlu tangan-tangan masyarakat untuk mengawal agar program tepat sasaran. Saran dan masukan tentu menjadi hal yang sangat dinanti, karena lagi-lagi lima tahun ke depan ada di tangan kita.

Mari Kawal Pemerintahan yang Baru  Demi Indonesia Maju.

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

August 19, 2026

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

August 19, 2026

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT Oleh: Servatius Yosef Bencana gempa bumi…

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) akan…

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.