Oleh : Dedy Helsyanto (Peneliti MAFINDO) “Warganet yang termasuk kategori generasi milenial dengan tingginya tingkat terkoneksi internet serta kekritisannya, mempunyai potensi untuk menangkal misinformasi, disinformasi dan juga menyatukan serta memajukan Indonesia” Ada beberapa dampak dari hoaks atau kabar bohong yang beredar di media sosial, seperti memicu perpecahan, membangun ketakutan, menurunkan reputasi dan membuat fakta menjadi sulit dipercaya. Diketahui Sebelum dan setelah pencoblosan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sangat banyak hoaks tersebar di media sosial yang menyerang penyelenggara, peserta, pihak keamanan dan pengawas Pemilu. Hoaks dapat dikatakan mereda ketika Mahkamah Kontitusi (MK) memutuskan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pasangan…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Yuska Apitya Aji Iswanto (Pegiat Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Pamulang/Media Analyst) Kontestasi Pilpres 2019 sudah berlalu. Namun, peredaran berita bohong (hoax) masih saja menyebar di tengah masyarakat lewat media sosial atau portal-portal berita. Keadaan ini memang secepatnya disudahi demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta. Cukuplah kelelahan kita menghadapi berita bohong dan bernuansa provokatif terjadi di musim kampanye kemarin. Kini, tensi panas politik sudah harus diredakan dengan semangat kebersamaan. Bersama menangkal berita bohong dan bersama-sama menjaga ukhuwah di dunia maya. Di jaman post-truth seperti sekarang, pengaruh berita hoax memang sangat kuat. Celakanya, publik tak dibekali kemampuan memfilter apakah informasi yang…
Oleh: Bagus Sugiarto (Penulis / Blogger Sampit – Kalimantan Tengah) Pilpres dan Pileg telah usai, berbagai fitnah HOAKS dan sejenisnya telah tenggelam oleh waktu karena bersifat kontemporer. Tapi justru yang lebih berbahaya adalah HOAKS pasca Pilpres / Pileg, mengapa demikian ? Tak lain pasca Pilpres dan Pileg inilah mempunyai rentang waktu 5 tahun ke depan. Pada segelintir orang tentunya ada rasa tidak puas dengan hasil pesta demokrasi lima tahunan yang dikemas dalam Pilpres dan Pileg beberapa bulan lalu. Bibit-bibit inilah yang nantinya akan menjadi “penyerang” pemerintahan yang sah. Tidaklah mengapa jika menjadi oposoisis yang baik sebagai penyeimbang pemerintahan. Yang membahayakan…
Oleh : Andreas Wijaya ( Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan) Angin segar menyelimuti pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus sejak pilpres berakhir. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo adalah pertemuan seorang sahabat, kawan, saudara yang sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat yang ingin ketenangan karena hampir 10 bulan terganggu dengan polarisasi kepentingan elit politik. Ucapan selamat bekerja dari prabowo menambah suasana hangat kedua rival tersebut yang selama sepuluh bulan beradu gagasan tentang kemajuan bangsa Indonesia. Ia pun mengatakan siap membantu pemerintahan jokowi jika dibutuhkan. Seirama dengan prabowo, pada pertemuan tersebut jokowi menghimbau agar masyarakat…
Oleh : Andri Arifin (Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan) Point ke lima hasil ijtima ulama disebutkan bahwa perlu dibangun kerja sama antara ormas Islam dan politik. Seperti yang kita tau bahwa atmosfer Islam sebagai politik identitas sedang marak-maraknya dikampanyekan saat Pemilihan Presiden tahum 2019. Dengan keputusan tersebut, maka ulama sependapat untuk memperluasn atmosfir tersebut walaupun pemilu telah usai. Hal tersebut akan meningkatkan sikap sentimen kepada suatu golongan tersentu. Kerjasama ormas Islam dengan politik yang dimaksud belum jelas maksudnya. Jika yang dimaksud adalah turut andil langsung ormas Islam dalam penentuan kebijakan politik, hal tersebut akan menyalahi fungsi ormas Islam itu sendiri.…
Oleh : Yosa Santoso (Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan) Menanggapi rekonsiliasi yang dilakukan Prabowo dan Jokowi, kubu Prabowo meminta agar kepulangan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menjadi salah satu persyaratan rekonsiliasi. Selain itu kubu Prabowo juga menilai masyarakat yang terkena masalah hukum pada saat aksi kerusuhan di Bawaslu 21-22 Mei bisa dijadikan persyaratan rekonsiliasi. Perbedaan pendapat pun terjadi di kalangan petinggi Gerindra. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mewacanakan pemulangan Rizieq Shihab sebagai salah satu syarat rekonsiliasi. Sementara itu Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebut tidak pernah mangajukan kepulangan Rizieq Shihab sebagai salah satu syarat…
Bupati Biak Numfor, Papua Herry Ario Naap mengingatkan, situasi kamtibmas Biak tetap kondusif meski warga Biak dihimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak cepat terhasut dengan berbagai informasi beredar di media sosial terkait dengan aksi masyarakat di tanah Papua. “Berbagai informasi di media sosial harus dibatasi sehingga tidak memperkeruh suasana situasi kamtibmas di tanah Papua,” ungkap Bupati Herry Ario Naap di Biak, Senin, menanggapi maraknya informasi media sosial terkait aksi warga Papua. Ia mengharapkan, jajaran Kepolisian bisa mengawasi berbagai informasi yang diposting berbagai media sosial karena dapat menimbulkan ujaran kebencian dan memprovokasi situasi keadaan kamtibmas di Kabupaten Biak Numfor. Bupati Herry…
Oleh : Rudi Nirwan (Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan) Salah satu pembahasan dalam Ijtima Ulama IV adalah pematangan rencana pembentukan Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI) sebagai tindak lanjut dari GNPF Ulama. Pembentukan MPUI sebagai wadah para ulama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan berbagai persoalan agama dan kebangsaan. MPUI akan berfungsi sebagai fasilitator ulama dalam penyelenggaraan ijtima dan berbagai diskursus keumatan. Lewat ijtima hari ini, rencana pembentukan MPUI akan dilihat keseriusannya. Menurut salah satu penggagas MPUI nantinya Majelis Ulama yang digagas dalam Ijtima Ulama itu akan menjadi pelengkap dan pendorong dakwah yang dilakukan MUI. MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama,…
Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan atas kasus atau kericuhan yang terjadi di Papua dengan mengatakan bahwa emosi boleh tetapi memaafkan itu lebih baik. “Jadi, saudara-saudaraku, pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan,” kata Jokowi di beranda kanan Istana Merdeka Jakarta, Senin petang. Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, yang paling baik adalah saling memaafkan. “Emosi itu boleh, tetapi, memaafkan itu lebih baik,” tegasnya. Menurut dia, sabar itu juga lebih baik. Ia meminta masyarakat yakin bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace, mace mama-mama yang ada di Papua…
Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Wanggai Kabiay meminta warga Papua tidak terprovokasi atas kasus persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 17 Agustus 2019. Dia menjelaskan, dugaan teriakan kata-kata tak terpuji terjadi pasti ada sebab dan akibat. “Bahasa itu diucapkan karena ada oknum ormas sudah terbakar emosi. Katanya sih karena ada oknum mahasiswa Papua yang mematahkan tiang dan bendera merah putih hingga jatuh ke tanah. Maksud saya di sini, mari kita melihat proses permasalahan ini secara obyektif dan subyektif,” ucapnya. Atas itu, kata dia, baiknya masyarakat Papua tidak terprovokasi. Aparat penegak hukum akan melakukan penyelidikan atas kasus itu.…
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Papua, agar tidak mudah terpancing emosi dalam menanggapi berita-berita tidak benar. Hal ini berdasarkan kerusuhan di ibu kota Papua Barat, Manokwari, Senin (19/8) pagi. “Jangan mudah terhasut, jangan mudah terprovokasi dalam mencari data dan informasi yang benar. Saya kira masyarakat yang ada di Papua Barat bisa mencermati hal ini,” ungkap Tjahjo di Gedung Kementrian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (19/8). Kerusuhan pecah saat massa memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8). “Saya kira gubernur, bupati, wali kota bisa memberikan informasi meredam kepada…
Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya Piter Frans Rumaseb angkat bicara terkait kerusuhan warga Papua. Pieter saat ditemui di Mapolda menyatakan bahwa berita-berita terkait peristiwa pengusiran warga Papua yang ada di Surabaya adalah hoaks. Pieter memastikan dan menegaskan bahwa kondisi masyarakat Papua baik itu mahasiswa ataupun warga Papua biasa yang ada di Surabaya dalam kondisi damai, tenang dan kondusif. “Dan untuk adik-adik yang diamankan di Polrestabes dalam rangka pemeriksaan, dan sudah dipulangkan dengan baik. Dan kami melakukan pendampingan sampai mereka kembali ke asrama, jadi kalau ada informasi bahwa ada pengusiran warga Papua yang ada di Surabaya itu tidak benar,” ujar…