Author: Kata Indonesia

Kata Indonesia (kataindonesia.com) adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Kata Indonesia hanya mempunyai edisi daring yang berusaha menjadi salah satu situs berita yang penyajiannya fokus untuk informasi-informasi positif. Situs berita ini, menyediakan berbagai macam berita yang terjadi baik itu berita lokal, nasional, hingga internasional secara aktual.

Oleh : Tuty Alawiyah (Penulis adalah pengamat sosial politik)  Apapun yang terjadi di Indonesia, hukum haruslah ditegakkan, jika merujuk pada insiden yang ada di Jawa Timur, maka para penegak hukum juga harus menunjukkan ketegasannya kepada oknum yang menurunkan bendera merah putih dan juga mereka yang menghina Mahasiswa asal Papua yang berada di Malang dan Surabaya. Dalam insiden tersebut penting kiranya kita agar tidak mudah terprovokasi, sehingga tidak menimbulkan chaos yang lebih luas. Pihak Kepolisian juga harus mengusut tuntas siapa oknum yang menurunkan bendera dan memasukkan benderanya ke selokan, juga siapa yang memviralkan video tersebut. Selain itu kepolisian juga harus memberikan…

Read More

Oleh : Edward Krey (Penulis adalah mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta)  Wajar kiranya apabila kita marah ketika martabat bangsa dilecehkan, namun ingat bukan berarti kita menganggap semua orang sama saja. Padahal setiap insan itu unik dan tidak bisa disamakan dengan sebuah objek, apalagi objek cacian yang tidak pantas. Isu Rasis sebenarnya telah lama hilang di Nusantara, apalagi setelah munculnya konsep kota ramah HAM yang dicanangkan di beberapa wilayah di Indonesia. Sehingga perbedaan dan keberagaman tidak menjadi halangan untuk menjalin persatuan. Sebelumnya, sejumlah Ormas menggeruduk asrama Mahsiswa Papua yang berada di Surabaya. Mereka bahkan berusaha masuk ke dalam asrama namun dicegah…

Read More

Oleh: Mutia Ramadhani Bapak Proklamator, Ir. Soekarno pernah berkata, “Kemerdekaan barulah kemerdekaan sejati jikalau dengan kemerdekaan itu kita menemukan kepribadian kita sendiri.” Kepribadian bangsa Indonesia di antaranya semangat gotong royong dan semangat persatuan. Republik Indonesia baru saja berulang tahun ke-74. Gotong royong zaman sekarang tak lagi sebatas bersama membersihkan sampah untuk menciptakan lingkungan sehat secara fisik. Semangat gotong royong diperlukan untuk membersihkan lingkungan sehat di dunia maya, tempat berita palsu atau hoax bertebaran. Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) pada 2017 pernah merilis survei dampak penyebaran hoax yang melibatkan 1.116 responden dari berbagai usia. Hasilnya sekitar 84,5 persen responden terganggu berita hoax.…

Read More

Oleh: Novianti Islahiah INDONESIA GAWAT HOAX… Itulah kira-kira gambaran bangsaku ini. Bagaimana tidak, hampir setiap berita yang sedang viral tiba-tiba menjadi semakin terkenal akibat ulah jempol yang langsung membagikan berita tanpa dicek terlebih dahulu kebenarannya. Baru setelah berita tersebar, ada berita lanjutan yang berisi klarifikasi bahwa berita sebelumnya adalah hoax. Menyebarkan berita bohong ini bukan hal main-main. Karena akibat tersebarnya berita bohong ini bisa fatal. Kita ambil contoh ada berita yang heboh tentang adanya penyelenggaraan operasi katarak gratis dari RS A. Hampir semua yang membutuhkan operasi katarak gratis ini akan berbondong-bondong untuk mendaftar. Namun bisa kita bayangkan, bagaimana kecewa dan sedihnya orang tersebut…

Read More

Oleh : Julita Hasanah  Waktu “seolah” berjalan makin cepat. Tak terasa kalender di dinding sudah menunjukkan bulan ke-tujuh. Bulan Agustus begitu istimewa dan penuh suka-cita, karena merupakan hari jadi Republik kita tercinta. Manisnya kemerdekaan mustahil kita nikmati tanpa perjuangan para pahlawan untuk mengibarkan sang saka merah putih di Bumi Indonesia. Jiwa nasionalisme para pejuang kemerdekaan dari Sabang sampai Merauke tak mungkin diragukan lagi, mereka rela korbankan apa saja, harta, keluarga, hingga nyawa. Sungguh luar biasa. Belajar dari kisah panjang kemerdekaan, NKRI merupakan warisan yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Semangat kemerdekaan harus terus membara, tumbuh, dan menggelora di hati…

Read More

Oleh : Rino Andreas (Mahasiswa Universitas Gadjah Mada)  Dalam perkembangannya, masyarakat saat ini tengah berada dalam satu komunitas yang disebut global village. Teknologi digital memungkinkan siapapun dan kapapun melakukan produksi, distribusi, dan konsumsi informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Menjadikan seolah-olah dunia adalah satu desa yang saling terhubung dalam sekali “klik”. Masyarakat konsumtif muncul ketika informasi menjadi sebuah komoditas. Hal itu dikarenakan kebutuhan khalayak akan informasi terus meningkat dan adanya tuntuntan untuk selalu update peristiwa di dalam maupun di luar negeri. Media baru (new media) dibanjiri berbagai topik terkait berita politik, ekonomi, hiburan, pendidikan, budaya dan sebagainya. Namun bagaikan pisau…

Read More

Oleh: Dwi Lukmantoro Mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan di tengah beragamnya perbedaan memang menjadi cita-cita kita semua. Namun hal tersebut tak semudah membalik telapak tangan. Teringat ucapan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsa sendiri,” ketika akhir-akhir ini Indonesia rawan akan perpecahan. Zaman serba digital dan mudahnya akses informasi di sosial media menjadi keuntungan bagi kita. Di saat yang sama, sosial media sangat rentan terhadap hoax atau berita bohong. Hanya tinggal klik, berita akan cepat tersebar. Tak jarang hoax tersebut menimbulkan gesekan antar masyarakat. Apa Penyebab Mudah Tersebarnya Hoax? Adanya anggapan bahwa semua…

Read More

Oleh: Octa Deva Reindra Indonesia adalah negara yang merdeka bukan karena hadiah dari penjajah. Pertempuran, peperangan serta pengorbanan harta dan nyawa rela dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia, guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan bebas dari cengkraman penjajah. Penjarahan terhadap kekayaan alam bahkan penyiksaan, pembunuhan, kerja paksa terasa seperti makanan sehari-hari. penjajah telah menjadikan orang Indonesia sebagai budak di tanah sendiri. Sekitar 350 tahun bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda ditambah 3 tahun selanjutnya dijajah oleh Jepang, hingga pada saat 17 agustus 1945 bapak Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Dan 17 agustus 2019…

Read More

Oleh : Rahmat Siregar Demonstrasi berujung kericuhan terjadi di Manokwari dan Sorong, Papua Barat pada 19 Agustus 2019. Pemicunya disebabkan oleh video provokatif yang disebar lewat media sosial yang bisa diakses tiap detik. Sebuah video yang beredar saja ternyata mampu membakar emosi masyarakat Papua terutama di Manokwari dan Jayapura. Memang ada segelintir orang Papua yang menginginkan untuk berpisah dari Indonesia, namun hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk membenci mereka atau membenci mereka dengan sebutan binatang. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan ber tabayyun, atas sebuah perkara. Dalam kasus Mahasiswa Papua yang ada di Malang misalnya, Pihak…

Read More

Hari ini (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta. Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris. Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan…

Read More

Media massa dalam beberapa hari ini memberitakan peristiwa pengepungan organisasi massa, satuan polisi pamong praja Kota Surabaya, polisi dan tentara terhadap asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No 10, Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 2019. Pemicunya adalah kabar tentang adanya pengrusakan tiang bendera, infromasi yang dibantah mahasiswa Papua. Selama pengepungan itulah terlontar umpatan bernada rasis, menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua. Peristiwa itu disusul sejumlah insiden lain di kota Malang dan Semarang. Puncaknya, Senin, 19 Agustus 2019, ratusan orang di Papua dan Papua Barat memblokade sejumlah jalan dengan merobohkan pohon. Salah satunya terjadi di Jalan Yos Sudarso, Manokwari, Papua Barat,…

Read More

Oleh : Robert Simangunsong ( Penulis adalah Pengamat sosial politik )  Demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di perempatan Raja Bali, Malang berujung dengan bentrokan, hal tersebut dipicu oleh orasi tentang kemerdekaan Papua. Namun anggota Kepolisian Resor Kota Malang yang bersiaga di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mencegah keberangkatan mereka. Demo disertai blokade jalan ini menyulut terjadinya aksi saling lempar batu antara mahasiswa Papua dengan ratusan warga Kota Malang di ruas jalan utama Basuki Rahmad. Akibatnya jalan utama di Kota Malang tersebut macet. Akibatnya aksi saling lempar batu tersebut, beberapa mahasiswa dan polisi mengalami luka  -…

Read More