Oleh : Gerry Katon Mahendra Bulan ini, tepatnya tanggal 17 Agustus 2019 bangsa Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-74 tahun. Suatu fase usia yang tidak dapat dikategorikan muda, melainkan layak untuk dimaknai sebagai fase usia kematangan bagi suatu bangsa. Bukan suatu kebetulan jika pada usianya yang ke-74 tahun ini bangsa Indonesia telah mengalami berbagai dinamika yang silih berganti, baik dinamika berorientasi positif maupun negatif. Tercatat setidaknya terdapat tiga peristiwa besar yang menghiasi rentang usia bangsa Indoneisa, mulai dari peristiwa G30S PKI pada rentang waktu 1960-an, unjuk rasa besar-besaran yang berujung pada lengsernya Presiden Soeharto pada akhir tahun 1990-an, dan…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Agus Oloan Naibaho Jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 diprediksi berkisar 267 juta jiwa, sementara pengguna internet berjumlah 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sudah terhubung dengan internet. Artinya, masyarakat Indonesia masih menjadi lumbung pengguna pengguna media sosial terbanyak. Apalagi berdasarkan survei We Are Social di tahun 2017, 18 persen pengguna media sosial berusia 13 sampai 17 tahun, yang merupakan usia pelajar. Faktanya, dari sumber berita Kompas.com, anak remaja sangat rentan menjadi pelaku penyebaran hoaks atau berita bohong di jagat maya. Apalagi masa-masa menjelang Pilpres dan pasca Pilpres kemarin, tensi tinggi mengakibatkan terjadinya…
Oleh : Diyah Rahma Febrina Hoaks (dalam bahasa Inggris : Hoax) adalah berita palsu atau tidak benar yang dibuat seolah-olah benar. Berita hoax biasanya akan tersebar melalui dunia maya, seperti internet, situs web, media sosial, dan sebagainya. Hoax bertujuan untuk membuat keresahan dan kepanikan di kalangan masyarakat dan lingkungan sekitar. Hoax sangat mudah tersebar, baik melalui dunia maya maupun dari mulut ke mulut. Berita dan informasi palsu seperti ini dapat menimbulkan dampak yang tidak baik dalam masyarakat dan lingkungan sekitar. Dunia maya yang dulu dianggap memiliki “dunaianya” sendiri kini telah berubah drastis, kehidupan nyata masyarakat di era milenial ini bahkan…
Oleh : Andi Dwi Setiawan Perjalanan yang panjang dan berat telah dirasakan serta dialami segenap masyarakat Indonesia untuk mencicipi manisnya kebebasan dalam sebuah kemerdekaan. Kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia terbelenggu dan tersiksa oleh pedihnya penjajahan oleh bangsa lain. Perjuangan yang sangat sengit dan bergelimang darah untuk membela dan mempertahankan kemurnian dan harga diri tempat tinggal mereka yaitu bumi Pertiwi. Kemerdekaan yang dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil perjuangan masyarakat Indonesia dengan berbagai pengorbanan dari generasi ke generasi dan merupakan buah dari usaha dan doa yang mereka lakukan serta haturkan disetiap harinya. Namun selepas tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan…
Oleh: Rizal Nur Pradipta (Mahasiswa Universitas Al Azhar Kebayoran) Beberapa hari terakhir media massa sedang gencar-gencarnya memberitakan peristiwa pengepungan mahasiswa asrama Papua di kota Surabaya. Aksi ini dipicu karena adanya dugaan pengrusakan bendera pusaka yang berada di depan asrama. Sehingga masyarakat sekitar yang mendengar kabar ini pun sontak berbondong-bondong mendatangi asrama tersebut. Mirisnya selama pengepungan ini terjadi, tak sedikit terlontar umpatan atau kata-kata bernada rasis menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua. Alhasil peristiwa ini pun menyusul ke insiden lainnya yang terjadi di kota Malang dan Semarang. Kemudian puncaknya, ratusan orang di Papua dan Papua Barat melalukan aksi blokade sejumlah ruas…
Oleh : Dian Triwibowo Pada saat ini teknologi mempunyai peranan penting di kehidupan masyrakat Indonesia, mulai dari lingkup bisnis, mencari informasi, menjadi tempat belajar dan masih banyak lagi. Namun, disamping dampak positifnya tekonologi juga bisa memiiki dampak negatif yang sangat membahayakan salah satunya adalah hoax. Hoax adalah suatu pemberitaan palsu/pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan isi yang tidak benar. Padahal teknologi sangat diperlukan oleh masyarakat, salah satunya adalah untuk mempermudah dalam mendapatkan berita, namun justru dapat disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Salah satunya upayanya adalah menyebarkan hoax, mereka hanya mencari keuntungan dari kegiatan tersebut dan tidak memikirkan apa akibat dari…
“Karena kabar hoax dibuat oleh orang jahat, disebar oleh orang bodoh, dan dipercaya oleh orang idiot.” Oleh : Atiyattul Mawaddah “Kemerdekaan Indonesia yang didapat dengan perjuangan dan pengorbanan, harusnya diisi dengan melawan hoax dan tidak memproduksi hoaks. Bukan malah menyebar dan menciptakan hoaks, yang pada akhirnya memecah belah keberagaman indah yang ada di Indonesia sejak dahulu kala. Anak jaman sekarang mulai berani menaburkan benih-benih penyebaran hoaks. Karena rata-rata dari mereka menjadi pengguna aktif internet.” ujar salah seorang rekanku yang kini mulai aktif dalam kampanye melawan hoaks di masyarakat. Hal ini adalah masalah yang harus dipikirkan oleh semua orangtua, bahwa memproduksi/…
Oleh : Ardan Marua Hoax, kata yang bermakna kasar, namun bertubuh licin dan mudah menyebar. Selain karena sifatnya yang acap kali sensasional, faktor sosial-budaya juga turut menjadi pendorong beredarnya hoax, seperti minimnya budaya literasi, dan terutama kegemaran dalam berbagi cerita alias bergosip. Berdasarkan data UNESCO, minat masyarakat Indonesia mengonsumsi literasi sangat rendah. Riset bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked pun menunjukkan hal serupa, bahwa Indonesia berada di urutan kedua terbawa dari 62 negara soal minat literasi. Itu artinya minat cerita kita lebih tinggi 60 kali lipat dari minat kita mengonsumsi literasi, dalam hal ini membaca buku. Padahal dari segi infrastruktur…
Oleh : Abdul Razak (Penulis adalah pengamat sosial politik) Banyaknya opini bergulir mengenai Penerapan Pancasila yang terkadang dinilai tidak sesuai dengan Pandangan Islam. Agaknya dinilai bagi sebagian orang merupakan masalah besar dan sangat prinsipil. Namun, secara positif dan garis besar penerapan Pancasila dirasa seimbang atau berada di tengah-tengah. Mengingat Indonesia ialah negara multikultur. Dewasa ini pendiri bangsa agaknya telah sepakat untuk terapkan Pancasila sebagai ideologi serta dasar negara Indonesia. Pihaknya antusias jika semua ormas (organisasi Massa) harus cantumkan Pancasila. Implikasinya sebagai asas organisasi dalam anggaran dasarnya. Sementara pihak ormas yang tidak menggunakan Pancasila sebagai asas organisasi dinilai melanggar hukum. Sehingga…
Oleh : Edward Krey (Penulis adalah mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta) Masyarakat di Sorong pada Hari Rabu 21 Agustus 2019, telah kembali beraktifitas seperti biasa, setelah aksi massa menolak rasisme yang berujung pada kericuhan. Aktifitas Bandara juga telah lancar sejak pukul 06.00 WIT. Namun karena fasilitas untuk dapat masuk ke halaman parkir bandara rusak, maka kendaraan bebas-pun dapat masuk keluar tanpa kendali. Petugas parkir juga belum melakukan aktifitas seperti biasanya karena rusaknya fasilitas, sehingga kendaraan yang keluar – masuk bandara, terbebas dari pembayaran retribusi. Selain itu beberapa warga juga telah keluar dari rumah untuk bergotong-royong membersihkan kayu dan batu yang…
Oleh : Dede Sulaiman Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), masyarakat adat adalah komunitas – komunitas yang hidup berdasarkan asal usul leluhur secara turun – temurun di atas suatu wilayah adat, yang memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial budaya yang diatur oleh hukum adat dan lembaga adat yang mengelola keberlangsungan kehidupan masyarakatnya. Sedangkan menurut Undang – undang No.32 / 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, BAB I Pasal 1 butir 31 menuliskan bahwa, Masyarakat Hukum adat adalah kelompok masyarakat yang secara turun temurun bermukim di wilayah geografis tertentu karena adanya ikatan pada asal usul leluhur, adanya…
Oleh : Edward Krei (Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta) Pada 6 Agustus 2019 lalu, Benny Wenda menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Solomon Islands, Hon. Manaseh Sogavare di Kantor Perdana Menteri Solomon Islands di Honiara. Selain itu, dirinya juga bertemu dengan pimpinan oposisi pemerintah Solomon Islands, Hon Mathew Wale. Ia juga didampingi oleh NCD Governor Port Moresby PNG, Hon Powes Parkop. Hon Powes Parkop mengatakan bahwa perjalanan pertemuan tersebut merupakan kampanye kemerdekaan Papua untuk ke level berikut demi masa depan yang makmur dan damai. Setelah pertemuan tersebut, kelompok oposisi membuat surat kepada pemerintah Solomon Island untuk memberikan…