• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»Merawat Persatuan dan Menepis Kebohongan Demi Menyongsong Masa Depan

Merawat Persatuan dan Menepis Kebohongan Demi Menyongsong Masa Depan

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 22 August 2019

Oleh : Andi Dwi Setiawan

Perjalanan yang panjang dan berat telah dirasakan serta dialami segenap masyarakat Indonesia untuk mencicipi manisnya kebebasan dalam sebuah kemerdekaan. Kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia terbelenggu dan tersiksa oleh pedihnya penjajahan oleh bangsa lain. Perjuangan yang sangat sengit dan bergelimang darah untuk membela dan mempertahankan kemurnian dan harga diri tempat tinggal mereka yaitu bumi Pertiwi.

Kemerdekaan yang dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil perjuangan masyarakat Indonesia dengan berbagai pengorbanan dari generasi ke generasi dan merupakan buah dari usaha dan doa yang mereka lakukan serta haturkan disetiap harinya. Namun selepas tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan itu masih belum seutuhnya milik bangsa Indonesia. Karena masih belum dapat pengakuan dari penjajah terutama Belanda dan sekutu saat itu, membuat bangsa Indonesia masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah dideklarasikan.

Gejolak perlawanan diberbagai daerah di Indonesia dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Belanda dan Sekutu masih bersikuku untuk bisa merebut kemerdekaan yang telah dideklarasikan. Melihat perlawanan yang begitu sengit dan memakan korban yang tak sedikit, pihak Belanda dan Sekutu mulai menggunakan cara-cara licik dengan iming-iming perjanjian-perjanjian yang pada akhirnya akan merugikan bangsa Indonesia itu sendiri. Namun dengan perang yang berkepanjangan dan siasat keji dalam sebuat perjanjian tidaklah cukup untuk membuat bangsa Indonesia bertekuk lutut kembali. Dengan berbagai faktor yang tidak lagi mendukung bangsa Belanda mulai dari pasukan, persenjataan, dan pembiayaan serta desakan dari bangsa lain. Dari faktor itulah yang kemudian diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar (KMB) yang bermuara diakuinya kedaulatan Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, sehingga memaksa Belanda keluar dari bumi Pertiwi.

Mungkin mayoritas dari kita pernah membaca ataupun mendengarkan pesan tersebut dari Bapak Ir.Soekarno. Pesan tersebut merupakan suatu peringatan kepada Bangsa Indonesia, karena perjuangan belumlah usai, namun sejatinya perjuangan barulah dimulai. Dan tantangan yang kita hadapi nantinya adalah bukan orang lain namun saudara kita sendiri. Perjuangan dalam membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mandiri dengan keakayaan alam yang dimiliki yang tidak lain diperuntukan untuk kesejahteraan Masyarakat Indonesia.

 

Kita patut bersyukur karena bangsa Indonesia dianugerahi oleh tuhan dengan begitu banya kekayaan dan keanekaragaman alam,suku bangsa, budaya, bahasa, dan segala sesuatu yang ada didalamnya. Yang mana kekayaan ini membuat rasa iri bangsa lain dan membuat daya tarik tersendiri untuk mereka mengenal lebih jauh tentang Indonesia. Namun selain memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, disisi lain kekayaan dan keanekaragaman tersebut bisa menjadi ancaman untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman yang dimaksud disini adalah terjadinya konflik secara horizontal di masyarakat Indonesia yang bersumber dari keanekaragaman tersebut.

Untuk itu diperlukanya sebuah rasa persatuan dan cinta tanah air serta saling menghargai satu satu sama lain. Pengalaman Pancasila adalah cara yang tepat untuk meminimalisir konflik horizontal yang terjadi ditengah perbedaan yang ada di Indonesia. Pancasila adalah ideologi yang sudah final dan merupakan rumusan terbaik untuk bangsa Indonesia kedepannya.

Berbicara banyak tentang perjuangan bangsa Indonesia hingga saat ini, tak baik rasanya jika kita tak belajar dari apa yang sudah terjadi dimasa lalu. Karena guru terbaik dalam hidup ini adalah pengalaman. Teringat akan sebuat pesan, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin maka kita beruntung, jika hari ini sama seperti kemarin maka kita merugi, tetapi jika hari ini kita lebih
buruk dari hari kemarin kita celaka. Lantas bagaimanakah keadaan Indonesia saat ini?

 

Memasuki usia ke 74 tahun bukanlah usai yang dibilang muda lagi untuk suatu negara. Pada usia inilah seharusnya kematangan akan pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya sudah dapat dinikmati. Namun Indonesia saat ini masih berbenah dengan berbagai masalah yang masih menghalangi untuk terwujudnya negara yang maju. Permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk bangsa Indonesia adalah masalah pengangguran, kesenjangan sosial, kemiskinan, perekonomian dan kesehatan.

 

Salah satu cara untuk mewujudkan apa yang telah direncanakan dalam program kerja 5 tahun mendatang adalah dengan menciptakan situasi dalam politik serta pemerintahan yang sejuk. Tanpa adanya suatu kejadian yang membuat keruh dan menyebabkan jalannya program kerja terganggu. Serta semua pihak dapat secara bersama-sama mengawasi jalanya pemerintahan dan memberi masukan apabila terdapat kekeliruan. Kebebasan berpendapat ini telah diatur dan dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28E Ayat (3): “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Pada zaman sekarang, kebebasan berpendapat tak hanya di dunia nyata, namun juga sudah merambah ke dunia maya/digital/ media social. Namun dalam implementasinya masih banyak orang yang menyalahgunakan kebebasan berpendapat ini dengan tujuan menjatuhkan orang lain. Ini merupakan salah satu dampak negative dari perkembangan teknologi yang semakin canggih terutama dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi.

Hoaks adalah salah satu penyimpangan dalam kebebasan berpendapat. Hoaks merupakan berita bohong yang biasanya berisi informasi yang salah dan tak sedikit yang merugikan orang lain. Para pelaku yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan hoaks pasti mempunyai niatan yang jahat. Menurut data dari Kemenkominfo sekitar 800.000 situs di Indonesia telah terindikasi sebagai penyebar hoaks atau berita bohong.

Dengan banyaknya berita hoaks yang beredar di masyarakat Indonesia, untuk itu kita dituntut untuk lebih teliti dan menyaring informasi yang kita dapat serta tidak mudah percaya akan informasi yang terindikasi provokasi. Tujuan dari hoaks itu sendiri adalah ingin membuat resah dan mengadudomba masyarakat Indonesia dan hal ini dapat mengganggu system pemerintahan yang sedang berjalan. Karena tak sedikit hoaks yang ditujuan kepada pemerintahan dan masayarakat yang terlalu mudah percaya yang kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk merusak kepercayaan terhadap pemerintahan

Salah satu yang dapat kita lakukan untuk membrantas hoaks adalah dengan kita membaca informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan sudah terbukti kredibilitasnya. Untuk itu situs kataindonesia.com terus menyajikan kebutuhan informasi seputar politik, pemerintahan,ekonomi,olahraga, hingga kuliner baik skala nasional maupun internasional. Kataindonesia.com terus berupaya untuk membrantas hoaks yang beredar ditengah masyarakat dengan menyajikan informasi berupa fakta.

Jadi tidak ada lagi alasan untuk kita termakan dengan berita hoaks, karena sudah ada begitu banyak sumber referensi informasi yang pastinya menyajika fakta. Dan jika kamu menemukan adanya informasi hoaks yang tersebar di masyarakat, alangkah baiknya kamu juga ikut ambil andil dalam hal memberantasnya. Yaps memberantasnya bukan malah ikut menyebarnya. Jadilah generasi yang bijak dalam mengolah informasi untuk kebaikan Indonesia dikemudian hari.

 

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.