• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»Papua Barat Adalah Bagian Dari NKRI

Papua Barat Adalah Bagian Dari NKRI

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 22 August 2019

Oleh : Edward Krei (Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta)

Pada 6 Agustus 2019 lalu, Benny Wenda menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Solomon Islands, Hon. Manaseh Sogavare di Kantor Perdana Menteri Solomon Islands di Honiara.

​Selain itu, dirinya juga bertemu dengan pimpinan oposisi pemerintah Solomon Islands, Hon Mathew Wale.

​Ia juga didampingi oleh NCD Governor Port Moresby PNG, Hon Powes Parkop. Hon Powes Parkop mengatakan bahwa perjalanan pertemuan tersebut merupakan kampanye kemerdekaan Papua untuk ke level berikut demi masa depan yang makmur dan damai.

​Setelah pertemuan tersebut, kelompok oposisi membuat surat kepada pemerintah Solomon Island untuk memberikan dukungan terhadap Isu di Papua.

​Mr Wale yang sebelumnya menjadi kandidat PM Solomon Islands meminta agar Perdana Menteri untuk bergabung dengan pemerintah Vanuatu dalam memperjuangkan dorongan di tingkat regional untuk forum Pulau Pasifik guna mengambil sikap yang lebih kuat dalam masalah menghadapi Indonesia.

​Masalah tersebut kabarnya disuarakan oleh Menteri LuarNegeri Vanuatu yang memberi catatan bahwa pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat meningkat sehingga pihaknya akan memastikan bahwa resolusi yang ada yang disahkan sebelumnya oleh Forum Kepulauan Pasifik agar diperkuat.

​Kepulauan Solomon dan lainnya dapat mengambil peran dalam memberikan tekanan pada Indonesia untuk memungkinkan penyelidikan transparan terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat melalui Forum Kepulauan Pasifik.

​Namun Dukungan dari Kepulauan Solomon tampaknya sebatas pada dukungan akan Isu HAM, Bukan kepada kemerdekaan Papua Barat.

​Nyatanya tidak semua rekan – rekan sesama anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) memberikan dukungan atas kemerdekaan Papua Barat. Karena kondisi politik domestik dan intervensi Indonesia di kawasan Pasifik turut mempengaruhi sikap mereka.

​Pada 2018 lalu, Pertemuan MSG pada Februari 2018 di Port Moresby menyatakan bahwa pendaftaran ULMWP sebagai anggota MSG akan diproses di bawah pedoman baru mengenai keanggotaan organisasi tersebut.

​Menanggapi itu, Indonesia meminta agar MSG menghormati kedaulatannya bagi Indonesia, dimana Isu Papua merupakan urusan dalam negeri. Tapi Benny Wnda saat itu menyatakan bahwa Papua adalah Isu Melanesia, yang mesti dituntaskan oleh orang – orang Melanesia – Indonesia bukan Melanesia.

​Sebaiknya Beny Wenda menghentikan upayanya dalam gerakan separatisnya, karena secara historis Provinsi Papua dan Papua Barat sudah final menjadi bagian dari wilayah NKRI.

​Jika kita Flashback pada tahun 1962 bendera Belanda diturunkan dari wilayah Papua Barat dan sebagai gantinya dikibarkanlah bendera Indonesia Merah Putih berdampingan dengan bendera PBB pada bulan Februari 1963.

​Sekjen PBB akhirnya menuju Jayapura untuk memperjelas bahwa PBB akan menjamin kelancaran proses alih kekuasaan dari Untea kepada Pemerintah Indonesia. Sebab pedoman integrasi  Papua 1 Mei 1963 maupun hasil PAPERA 1969 yang melahirkan resolusi PBB 2405.

​Hasil Papera tersebut akhirnya disahkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi 2505 pada 19 November 1969, yang artinya Papua telah kembali ke Pangkuan Indonesia dan sudah didukung penuh oleh masyarakat Internasional PBB.

​Kebijakan pemerintah RI terhadap status Papua di tinjau dari Hukum Internasional sudah final yaitu, Papua dan Papua Barat merupakan begian dari wilayah NKRI. Mengingat ketika proses berintegrasinya hukum Internasional ke dalam hukum Nasional.

​Oleh karena itu hukum Internasional tersebut juga harus menghormati hukum Nasional suatu negara. Termasuk Indonesia dalam hal ini.

​Pada 2017 silam, Pemerintah Inggris melalui Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengungkapkan, bahwa kebijakan Pemerintah Inggris jelas mendukung persatuan Indonesia dan Papua sudah mutlak menjadi bagian dari NKRI

​Meski Benny Wenda meminta suaka ke negara Inggris, namun Moazzam Malik secara pribadi telah menyampaikan kepada Pemerintah Kota Oxford kalau pemerintah pusat Inggris mendukung persatuan Indonesia dan pihaknya akan melawan kampanye atau permintaan kemerdekaan Papua.

​Kabar menyedihkan bagi Beny Wenda adalah, pada pertengahan Juni lalu salah satu panglima tinggi OPM, Telangga mengaku keluar dari OPM karena prihatin dengan kondisi keluarganya. Ia merasa selama bergabung dengan organisasi separatis tersebut tidak memiliki jaminan hidup terutama untuk keluarganya.

​Ia dan ketiga mantan anggota OPM yang lain telah menandatangani ikrar kembalinya dirinya ke bumi nusantara sebagai bagian dari NKRI.

 

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.