• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Tegakkan Hukum, Usut Tuntas Provokator Rusuh Papua

Tegakkan Hukum, Usut Tuntas Provokator Rusuh Papua

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 21 August 2019

Oleh : Tuty Alawiyah (Penulis adalah pengamat sosial politik)

 Apapun yang terjadi di Indonesia, hukum haruslah ditegakkan, jika merujuk pada insiden yang ada di Jawa Timur, maka para penegak hukum juga harus menunjukkan ketegasannya kepada oknum yang menurunkan bendera merah putih dan juga mereka yang menghina Mahasiswa asal Papua yang berada di Malang dan Surabaya.

Dalam insiden tersebut penting kiranya kita agar tidak mudah terprovokasi, sehingga tidak menimbulkan chaos yang lebih luas.

Pihak Kepolisian juga harus mengusut tuntas siapa oknum yang menurunkan bendera dan memasukkan benderanya ke selokan, juga siapa yang memviralkan video tersebut.

Selain itu kepolisian juga harus memberikan tindakan tegas kepada peserta aksi yang merusak fasiltas umum. Karena bagaimanapun juga aksi turun ke jalan tidak etis jika diwarnai dengan perusakan fasilitas umum.

Tidak hanya itu, warga Jawa Timur yang terbukti menghina Mahasiswa Papua dengan sebutan kata Hewan juga harus ditindak oleh kepolisian agar hukum tidak berat sebelah.

Pembiaran terhadap pelaku rasis tentu akan menimbulkan polemik, cepat atau lambat jika tidak ditangani. Hinaan atau cacian tersebut termasuk kedalam body shamming yang sudah semestinya tidak dilakukan, karena hal tersebut telah menyinggung perasaan orang Papua.

Kita harus paham bahwa ketika kehormatan ras diusik, maka hal ini akan memicu kemarahan yang tidak terbendung. Pemerintah pusat tidak boleh main – main terhadap kasus ini. Apalagi Papua saat ini sedang tidak baik – baik saja, mengingat isu separatisme juga masih menjadi Isu Nasional.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan teguran kepada kepala / wakil kepala daerah yang bukannya menenangkan masyarakat di daerahnya namun justru ikut memperkeruh suasana.

Dalam menyelesaikan masalah yang melibatkan banyak orang, penegakkan hukum merupakan sesuatu yang penting. Meski demikian untuk kasus yang ada di Jawa Timur dan Papua, kondusifitas dan ketenangan juga dirasa penting, karena isu yang menyangkut masalah etnis atau suku sangatlah sensitif, hal tersebut mempengaruhi integritas sebuah wilayah.

Ketua DPR Bambang Soesatyo juga turut angkat bicara mengenai polemik tersebut, dirinya mendorong agar pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan statistik Provinsi Papua Barat Bersama TNI dan Polri untuk dapat memberikan penjelasan duduk persoalan terhadap informasi yang terjadi di Papua Barat tersebut, serta memberikan ketenangan dan ketentraman demi menjaga persatuan maupun kesatuan bangsa.

Bambang juga mendorong pihak intelijen, baik TNI maupun Polri bersama Pemda agar senantiasa lebih aktif dalam memberikan informasi kepada pihak – pihak terkait, agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihaknya berpendapat bahwa dalam menangani insiden tersebut, Kepolisian dapat bersikap persuasif untuk menanggulangi kericuhan agar tidak melebar. Ia juga menghimbau kepada masyarakat Papua untuk tidak melakukan aksi dengan anarkis dan tidak mudah terpancing atau terprovokasi dengan informasi – informasi yang belum jelas.

Insiden pada tanggal 19 Agustus kemarin tentu menjadi sebuah peristiwa yang bisa kita ambil pelajarannya. Bahwa jangan pernah sekali – sekali sikap, perkataan, perbuatan yang menjurus kepada rasisme, karena itu berkaitan dengan harkat dan martabat seseorang.

Banyaknya suku dan budaya, menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar, membentang dari Sabang sampai Merauke. Dimana didalamnya terdapat masyarakat dengan berbagai kultur, suku, adat istiadat, warna kulit dan semacamnya.

Selain itu jangan sampai ada intimidasi, persekusi, atau main hakim sendiri, karena kita sudah mengakui bahwa negara ini adalah negara hukum.

Atas peristiwa tersebut, kita juga mendapatkan pembelajaran penting lainnya selain bahaya atas sikap rasisme. Yaitu bijak dalam menerima informasi yang bernada provokatif.

Semua pihak tentu dihimbau untuk tidak menelan mentah – mentah informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta kabar – kabar misinformasi maupun disinformasi yang akhirnya dapat memprovokasi rakyat Papua di Manokwari untuk turun ke jalan dan membuat huru hara dengan membakar sejumlah gedung DPRD.

Pihak kepolisian pun tengah memburu siapa pelaku penyebar video yang dapat memprovokasi masyarakat Papua. Komunikasi antar pihak tentu perlu dijalin dan masyarakat jangan terpancing oleh berita maupun video yang beredar, sehingga tidak menjadi korban adu domba yang sudah jelas akan merugikan diri sendiri dan wilayah yang ditempati.

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

June 20, 2026

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

June 20, 2026

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Genjot Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa Jakarta – Pemerintah mempercepat upaya pemerataan akses listrik…

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sikapi Demonstrasi, Pemerintah Terus Jalankan Efisiensi dan Pembenahan Tata Kelola *Jakarta* – Kepala Badan Komunikasi…

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite Di beberapa wilayah belakangan ini…

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.