Oleh : Rahmad Hidayat Uji Materi atau Judicial Review merupakan langkah terbuka yang dapat dipakai untuk menemukan titik tengah permasalahan terkait dengan UU KPK. Langkah tersebut tentu patut didukung karena upaya tersebut merupakan langkah konstitusional. Sebelumnya Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjadi pemohon dalam judicial review atau uju materi atas undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang diajukan koalisi masyarakat sipil ke Mahkamah Konstitusi. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan, pimpinan KPK akan turut serta menjadi pemohon karena merasa mempunyai legal standing dalam polemik revisi UU KPK. Saut menuturkan, status KPK sebagai pelaksana undang-undang tidak menghalanggi langkah para…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Prita Puspitasari Perkembangan paham radikal masih menjadi ancaman besar bagi Indonesia. Paham tersebut dianggap berbahaya karena dapat menimbulkan disharmonisasi antar masyarakat. Bahkan, paham tersebut mampu memicu seseorang melakukan teror dan aksi kekerasan, sehingga diperlukan pencegahan pencegahannya secara bersama-sama. Siapa sangka jika radikalisasi ini telah menyentuh semua lini masyarakat. Baik sipil, pejabat, ASN, BUMN hingga aparat keamanan. Pergerakkannya cukup membuat pemerintahan kalang kabut. Sulit dipercaya jika rangkaian insiden pengeboman di sejumlah wilayah ini dilatarbelakangi oleh paparan radikalisme yang telah menjadi. Ada yang menyebutkan jika para pelaku bom ini bersifat Lone wolf. Yang mana bergerak sendiri tanpa ikatan kelompok sejenis.…
Di era digital ini, media semakin di mudahkan dalam menyebarkan beragam informasi seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pelan tapi pasti berita di media konvensional perlahan ditinggalkan dan masyarakat mulai mengakses segala informasi dari gawai yang dimilikinya. Dalam ranah media online, kuantitas bisa menjadi lebih penting daripada kualitas, hampir setiap detiknya mengisi berbagai lini masa sosial media, entah informasi tersebut benar ataupun sesat yang penting informasi tersebut tersampaikan. Yang tidak kalah berbahaya adalah media yang berisi konten provokatif dan jauh dari kesan sejuk, seperti ajakan untuk tidak patuh terhadap demokrasi, atau ajakan untuk melaksanakan kegiatan yang inkonstitusional. Mencermati hal tersebut, Forum…
Oleh : Sabby Kosay Situasi Papua dan Papua Barat cenderung kondusif jelang peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019. Kendati demikian, TNI/Polri terus bersiaga guna mengantisipasi pergerakan kelompok separatis sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. OPM ini memang tak kenal kata menyerah, mereka seolah tak kenal lelah terus melakukan pergerakkan. Meski denyutnya tak terasa, kelompok separatis yang terkenal dengan kekejiannya ini perlu diwaspadai. Terlebih di kawasan-kawasan yang menjadi basis pergerakkannya. Kewaspadaan ini bukan hanya milik pemerintahan saja, melainkan mencakup seluruh rakyat Indonesia, termasuk para aparat keamanan. Berita terbaru menyebutkan bahwa, Aparat keamanan telah memetakan status menjelang hari…
Oleh : Muhammad Ridwan Polemik Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) memasuki babak baru seiring adanya permohonan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Semua pihak mendukung proses ini, sehingga diharapkan tidak terjadi peraturan yang saling tumpang tindih serta dapat memicu kekisruhan. Upaya “penghormatan” terhadap proses Judicial review UU KPK ke ranah MK merupakan suatu hal yang dinilai wajar dan sesuai ketentuan hukum negara. Sebab, dalam prosesi tersebut akan ada segala kemungkinan yang terjadi. Sehingga perlu adanya toleransi bagi pihak MK untuk menelaah kembali UU KPK yang dikritisi oleh banyak pihak. Toh, substansi dari UU tersebut ditengarai tidak keseluruhan ditolak. Hanya ada…
Presiden Joko Widodo menghadiri _working lunch_ dengan sejumlah CEO perusahaan-perusahaan besar Korea Selatan di Hotel Lotte, Busan, pada Senin, 25 November 2019. Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan alasan mengapa Indonesia merupakan tempat investasi yang tepat bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan. Di era yang penuh dengan ketidakpastian ini, Presiden Joko Widodo melihat masa depan dunia akan dimotori oleh _emerging economy_ seperti Indonesia. Di saat banyak negara mengalami _aging society_, Indonesia justru memiliki usia produktif yang besar dengan bonus demografi yang besar pula. “Dan di saat banyak negara mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih dari 5 persen…
Oleh : Ahmad Zaki (Pengamat Sosial Politik) Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar reuni pada 2 Desember 2019. Masyarakat cenderung tidak bersimpati karena telah sadar bahwa kegiatan tersebut telah melenceng jauh dari tujuannya dan hanya digunakan untuk kepentingan politik maupun penyebaran konsep khilafah. Penilaian publik terhadap permasalahan negara yang banyak terpublikasi oleh media kini kian meningkat. Masyarakat telah mampu membedakan mana yang sekiranya menyimpang atau tidak benar. Termasuk pelaksanaan Reuni 212, yang dianggap akan memunculkan kegaduhan politik. Ormas yang setuju dengan penerapan sistem khilafah ini bisa dikelompokkan sebagai kaum ekstrimis. B menghakimi, namun pada perjalanannya, tuntutan-tuntutan terhadap pemerintah menjadi Overaktif.…
Oleh : Rebecca Marian Situasi Papua dan Papua Barat cenderung aman dan kondusif, terutama jelang HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Masyarakat Papua pun cenderung menolak perayaan tersebut mengingat sepak terjang OPM yang melakukan aksi keji terhadap masyarakat. Belajar pada pengalaman, OPM ini merupakan basisnya kelompok bergaris keras serta menganut paham radikal di Papua. Tak hanya berlaku keji dan brutal, kelompok ini juga diwaspadai sejumlah pihak, terutama aparat keamanan. Sebab, pergerakannya juga meresahkan warga. Kiprahnya dalam hal pengupayaan Kemerdekaan rak pernah mereda, hingga seringkali hal ini menjadi polemik bagi Papua sendiri. Pasalnya, Papua menolak merdeka, mereka merasa telah menjadi bagian dari…
Oleh: Yudha Eko Wibowo Maraknya penyebaran paham radikal ini sangat menyedot perhatian. Baik pemerintahan hingga ke lini masyarakat. Sebab paparannya telah menjangkau berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama hingga ASN (Aparatur Sipil Negara). Penyebaran radikalisme di kalangan ASN perlu untuk segera dicegah karena jika berkembang luas dapat menggangu jalannya pemerintahan. Perkembangan paham radikal di Indonesia terlihat cukup signifikan. Meski telah berkurang, namun penyebaran pahamnya justru makin menyentuh segala kalangan. Sebut saja Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika dilihat sekilas para pegawai ini terkesan netral dan tak memiliki pandangan yang fanatik. Namun, siapa yang tahu ketika beberapa nama karyawan ASN mencuat terkait…
Oleh : Erlangga Pratama dan Jokist Persaudaraan Alumni (PA) 212 berniat menggelar kembali Reuni 212 pada 2 Desember 2019 di Kawasan Monas. Acara tersebut dianggap tidak relevan karena doa dan munajat dapat dilaksanakan di daerah masing tanpa perlu datang ke Jakarta. Kedatangan massa besar dari berbagai daerah ke Jakarta hanya menimbulkan tumpukan sampah dan mobilitas masyarakat, sehingga tidak berlebihan jika Reuni 212 dianggap minim manfaat.Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Yusuf Martak mengklaim izin kegiatan Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 sudah dikantongi. Ia mengatakan, panitia Alumni 212 sudah memegang izin pemberitahuan dari Polda Metro Jaya dan…
Oleh : Rebecca Marian Papua adalah pulau paling timur Indonesia. Masyarakat internasional pun mengakui Papua sebagai bagian tidak terpisahkan dari Indonesia. Klaim kelompok separatis yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia dianggap mengada-ada. Sebagai negara Sahabat, Selandia Baru menegaskan bahwa pihaknya mendukung kedaulatan Indonesia termasuk Papua agar tetap menjadi bagian dari NKRI, Selandia Baru juga menjelaskan segelintir oknum dari negaranya yang menyatakan dukungan kemerdekaan Papua disebut sebagai opini belaka. Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan, Selandia Baru itu selalu mendukung kedaulatan Indonesia, mereka senantiasa menghormati wilayah teritorial Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Mahfud MD juga menegaskan, bahwa Selandia…
Oleh : Devi Santika (Relawan Kajian Kaum Muda Milrneal ) Pada masa ini kita sedang berada di dalam dunia yang sangat terbuka (open world) yang berarti keterbukaan interaksi telah terjadi dan melampaui batas-batas negara. Ditambah instrumen media saat ini kian membuat hubungan antara sesama dapat terjadi secara langsung tanpa perlu kontak fisik. Hal ini disebabkan karena media komunikasi sudah sangat maju dan beragam bentuknya. Pada akhirnya hal ini berimbas pada derasnya arus informasi yang hadir kemudian menembus batas-batas nilai ekonomi, budaya, politik, dan hukum. Kita bisa berselancar disamudera informasi (open source informasi), namun hati hati jangan sampai tergelincir. Karena ini…