• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»REUNI 212 : APA MANFAATNYA SIH ?

REUNI 212 : APA MANFAATNYA SIH ?

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 24 November 2019

Oleh : Erlangga Pratama dan Jokist

Persaudaraan Alumni (PA) 212 berniat menggelar kembali Reuni 212 pada 2 Desember 2019 di Kawasan Monas. Acara tersebut dianggap tidak relevan karena doa dan munajat dapat dilaksanakan di daerah masing tanpa perlu datang ke Jakarta.

Kedatangan massa besar dari berbagai daerah ke Jakarta hanya menimbulkan tumpukan sampah dan mobilitas masyarakat, sehingga tidak berlebihan jika Reuni 212 dianggap minim manfaat.Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Yusuf Martak mengklaim izin kegiatan Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 sudah dikantongi. Ia mengatakan, panitia Alumni 212 sudah memegang izin pemberitahuan dari Polda Metro Jaya dan manajemen Monas.

“Perizinan semua sudah clear, alhamdulillah. Dari pemberitahuan kepada aparat dan kepada Monas semuanya sudah alhamdulillah, sudah semua,” kata Martak saat ditemui di kantor MUI, Jakarta, Selasa (19/11/2019). Seperti yang dimuat dalam tirto.id.

Meskipun sudah mengantongi Izin, Panitia masih terus mengumpulkan anggaran dana untuk perhelatan reuni alumni 212 yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2019.
Namun demikian, nampaknya rencana Reuni 212 yang direncanakan akan diselenggarakan pada 2 Desember 2019, sepi peminat. Seperti yang sudah-sudah, agenda tersebut selalu kental dengan nuansa politis mengingat kali ini hanya mengundang Gubernur DKI Anies Baswedan, tanpa Prabowo Subianto yang saat ini sudah masuk lingkaran Pemerintahan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir pernah mengatakan, bahwa Muhammadiyah memastikan tidak akan bergabung dalam reuni akbar yang dilakukan oleh alumni 212.

Muhammadiyah menilai, reuni 212 tidak memberi banyak manfaat bagi masyarakat.
Menurut Haedar, reuni 17/8/1945 yang merujuk pada tanggal kemerdekaan Republik Indonesia, jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat. Reuni kemerdekaan juga dinilai dapat membangkitkan kembali spirit kemerdekaan.

Dari pernyataan tersebut, tentu menunjukkan bahwa faedah ataupun kebermanfaatan dari reuni 212 masih dipertanyakan, apalagi isu politis selalu disemburkan secara bar-bar, tentu kita sama-sama tahu jika kelak tokoh Habib Rizieq datang dalam reuni tersebut, sound sistem akan dibuatnya mendenging atas ceramahnya yang jauh dari kesan sejuk, lontaran kebencian-pun bisa saja terucap secara ringan.

Haedar menambahkan, bahwa saat ini masyarakat Indonesia membutuhkan hal-hal yang lebih bermanfaat. Karena itu, pihaknya tidak akan bergabung dalam reuni akbar tersebut. Haedar menyebut, pihaknya memilih melakukan kegiatan yang lebih positif, yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Di beberapa media sosial, beredar beragam meme untuk mengajak masyarakat menghadiri reuni PA 212 tersebut, namun disisi yang lain juga beredar banyak meme-meme yang menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut.

Diantara beberapa meme yang beredar, konon, Rizieq Shihab akan menghadiri reuni tersebut. Tampaknya penggagas reuni PA 212 juga mengutip pendapat E Knowles dalam Journal of Personality yang mengatakan, semakin besar massa yang bergabung semakin besar pula “gairah” yang berhasil mereka ciptakan untuk menyuarakan aspirasinya.

Sehingga wajar jika mereka militan menyebarkan meme-meme dan kegiatan lainnya agar momen 2 Desember bisa terlaksana dengan baik seperti yang mereka harapkan (walaupun belum semua umat Islam menyetujui urgensi reuni PA 212 ini).

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Quomas menilai sepatutnya Imam Besar FPI Habib Rizieq tak perlu dipaksa-paksa pulang kembali ke Indonesia.

Yaqut mengatakan bahwa Rizieq sengaja pergi ke Mekkah, Arab Saudi karena kemauannya sendiri. Oleh karena itu, sudah seharusnya Rizieq kembali ke tanah air dengan kemauannya sendiri. Pihaknya juga memberikan saran kepada Rizieq untuk membayar denda overstay di Mekkah Arab Saudi agar dapat dengan mudah pulang ke Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa faedah ataupun kebermanfaatan dari reuni 212 masih dipertanyakan, apalagi isu politis selalu disemburkan secara bar-bar, tentu kita sama-sama tahu jika kelak tokoh Habib Rizieq datang dalam reuni tersebut, sound sistem akan dibuatnya mendenging atas ceramahnya yang jauh dari kesan sejuk, lontaran kebencian-pun bisa saja terucap secara ringan.

Tampaknya kalangan penggagas reuni PA 212 perlu mencermati sinyalemen Edmund Burke. Dalam bukunya berjudul “Reflections on the Revolution in France”, Edmund Burke menegaskan, jika demokrasi diartikan dengan kebebasan, maka kebebasan tidak boleh mengganggu kebebasan orang lain, karena kepentingan orang lain adalah hak asasi.

Sementara itu, dalam situasi nasional saat ini, masyarakat Indonesia lebih membutuhkan hal-hal yang bermanfaat dibandingkan dengan datang ke Jakarta yang hanya menimbulkan tumpukan sampah serta mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, sehingga tidak berlebihan jika Reuni 212 pada 2 Desember 2019 mulai dipertanyakan apa manfaatnya.

Disamping itu, penggagas reuni PA 212 juga harus menyadari berkumpulnya massa juga rentan menimbulkan tindakan anarkis, karena sifat massa yang berkumpul dalam jumlah besar cenderung menurun tanggung jawabnya.

Hal ini dikemukakan sejumlah ilmuwan manca negara seperti Leon Festinger dalam Human Relations mengatakan, kebersamaan interaktif manusia dalam suatu kelompok massa berpotensi menimbulkan fenomena deindividuasi atau menurunnya “tanggung jawab”masing-masing individu. Sementara, Theodore Newcombe dalam The Aquitance Process mengatakan, berpadunya “kegairahan” dengan “penurunan” rasa tanggung jawab mudah untuk menyulut massa melupakan norma-norma sosialnya dan melakukan tindakan destruktif.

Sedangkan, Irving Janis dalam Groupthink mengatakan, akan sulit bagi individu-individu di dalamnya untuk tidak larut bersama tindakan kelompok. Padahal jika menimbulkan aksi anarkis, selain penggagas reuni PA 212 akan berhadapan dengan mekanisme hukum, disisi lain menurunkan citra Islam di Indonesia. Oleh karena itu, sudah tidak ada relevansinya mengadakan reuni PA 212, karena “tidak ada isu politik apapun yang bisa dijual”. Semoga.

Penulis adalah pemerhati masalah strategis Indonesia.

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

November 7, 2026

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

November 7, 2026

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.