Author: Kata Indonesia

Pidato Presiden: Prabowo Tegaskan Rumah Layak Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026), Presiden menempatkan sektor perumahan sebagai salah satu kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian negara. Prabowo menegaskan rumah memiliki arti lebih luas dibanding sekadar aset fisik. Hunian yang layak menjadi fondasi bagi kehidupan keluarga sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh,” kata…

Read More

Dalam Sidang Tahunan 2026: Presiden Prabowo Menegaskan Untuk Efisiensi Akan Merestrukturisasi 750 BUMN Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Pidato kenegaraan Presiden menjadi agenda utama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana besar untuk menutup dan merestrukturisasi lebih dari 750 entitas BUMN (termasuk anak dan cucu perusahaan) yang tidak produktif. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang tersisa hanya sekitar 300 entitas guna menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun. …

Read More

Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir Perkuat Perlindungan Sosial Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus membenahi perlindungan sosial agar bantuan negara benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Komitmen itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Prabowo mengatakan pembenahan sistem bantuan sosial merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, transparan, sekaligus menjaga martabat penerima manfaat. “Perlindungan sosial harus semakin tepat sasaran, mudah, dan bermartabat,” kata Prabowo dalam pidatonya. Komitmen itu, menurut Prabowo, telah menjadi pegangan…

Read More

Pidato Presiden di Sidang Tahunan MPR/DPR: Pemerintah Fokus Pada Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas JAKARTA, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 serta penyampaian keterangan pemerintah atas RAPBN 2027 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jum’at (14/8). Dalam Sidang Tahunan tersebutPidato Presiden di Sidang Tahunan MPR/DPR: Pemerintah Fokus Pada Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas, Presiden Prabowo Subianto juga memaparkan fokus pemerintah pada pemerataan akses pendidikan berkualitas dan terobosan lewat program Sekolah Rakyat guna memutus rantai kemiskinan serta memperkuat sumber daya manusia nasional. “Karena itu,…

Read More

Ekonom: Pidato Prabowo Tegaskan Disiplin Fiskal dan Jaga Kepercayaan Ekonomi JAKARTA –Sejumlah ekonom dan pelaku pasar melihat pidato Presiden memuat pesan penting mengenai disiplin fiskal, keberlanjutan pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, hingga kebutuhan membangun kembali kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional. Dalam pidato pengantar RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8), Presiden Prabowo menyampaikan ekonomi Indonesia pada semester I-2026 tumbuh 5,45 persen, tertinggi untuk periode semester pertama dalam 13 tahun terakhir. Pada saat yang sama, inflasi tercatat 2,88 persen secara tahunan dan defisit APBN hingga Juli tetap berada pada 0,91 persen terhadap produk domestik bruto…

Read More

Pidato Presiden Prabowo: Fundamental Ekonomi Tetap Kokoh, Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal Berjalan Seiring Jakarta,- Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi perekonomian dunia. Hal tersebut disampaikan dalam pidato Presiden di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, saat menyampaikan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan. Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global memasuki 2026 dengan berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga energi akibat perang, tingginya suku bunga global, tekanan nilai tukar berbagai negara, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengganggu perdagangan internasional.…

Read More

Pidato Kenegaraan 2026: Prabowo Tegaskan Fundamental Ekonomi RI Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional tetap mampu bertahan meski menghadapi tekanan geopolitik, kenaikan harga energi, suku bunga global, serta gangguan perdagangan dunia. Prabowo mengatakan bahwa perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Ia juga menyoroti inflasi yang tetap terkendali dan permintaan domestik yang masih…

Read More

Pengamat Apresiasi Pidato Presiden Prabowo, RUU APBN 2027 Dinilai Mampu Jaga Ekonomi Nasional JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global sepanjang 2026. Dalam pidato penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa APBN terus menjalankan peran penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Prabowo mengatakan kondisi global masih menghadapi tekanan, mulai dari kenaikan harga energi akibat perang, tingginya suku bunga, tekanan nilai tukar hingga ketegangan geopolitik yang mengganggu perdagangan dunia. Kendati demikian, tekanan eksternal tersebut belum menggoyahkan ketahanan ekonomi…

Read More

Pidato Presiden Prabowo Tegaskan APBN 2027 Jadi Instrumen Kesejahteraan Rakyat dan Pertumbuhan Ekonomi Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat perekonomian sekaligus memastikan manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Presiden dalam pidato pengantar Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Kepala Negara menempatkan APBN bukan semata sebagai instrumen fiskal, tetapi sebagai alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Pemerintah, menurut Presiden, harus memastikan kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan dalam…

Read More

Drajad Wibowo : Ekonomi RI Tetap Tangguh, Pidato Prabowo Bangun Confidence Jakarta – Ekonom INDEF Drajad Wibowo mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurut Drajad, pesan pemerintah penting untuk membangun kembali kepercayaan pelaku usaha dan pasar terhadap perekonomian nasional. Drajad menilai kondisi ekonomi Indonesia perlu dilihat berdasarkan data dan kinerja aktual, bukan semata-mata narasi negatif yang berkembang di media sosial. Ia mencontohkan sejumlah proyeksi pelemahan rupiah yang tidak terbukti. “Inti dari penyampaian nota ini untuk membangun kembali confidence dan trust supaya nanti pelaku usaha menilai kondisi tidak seperti di sosmed dan mulai…

Read More

Hilirisasi adalah Jalan Berani agar Indonesia Tidak Lagi Menjual Bahan Mentah Oleh Julia Kamil Indonesia berada pada persimpangan penting dalam perjalanan mengelola kekayaan sumber daya alam. Selama puluhan tahun, kekayaan mineral seperti nikel, bauksit, tembaga, timah, dan berbagai mineral strategis lainnya lebih banyak dipandang sebagai komoditas untuk diekspor. Pola tersebut memang menghasilkan penerimaan dan devisa, tetapi pada saat yang sama membuat Indonesia kehilangan sebagian besar nilai tambah yang seharusnya dapat dinikmati di dalam negeri. Karena itu, hilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan industri, melainkan jalan berani untuk mengubah posisi Indonesia dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang memiliki kemampuan mengolah, mengembangkan, dan menguasai teknologi berbasis sumber daya alam sendiri. CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani menilai kekayaan mineral Indonesia semestinya ditempatkan sebagai fondasi pengembangan teknologi masa depan, bukan berhenti pada aktivitas ekstraksi dan pengolahan awal. Menurut Rosan, keberlimpahan nikel, bauksit, tembaga, timah hingga rare earth dapat menjadi modal penting untuk membangun industri baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, serta energi bersih. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa arah hilirisasi seharusnya tidak berhenti pada peningkatan nilai jual komoditas, tetapi bergerak menuju penguasaan rantai nilai yang lebih panjang. Hilirisasi membutuhkan investasi besar, teknologi, sumber daya manusia berkualitas, kepastian regulasi, infrastruktur, serta kesediaan untuk menghadapi berbagai risiko dalam membangun industri baru. Namun, tanpa keberanian mengambil langkah tersebut, kekayaan alam yang melimpah dapat habis diekstraksi, sementara teknologi, merek, dan nilai ekonomi terbesar justru dikuasai negara lain. Hilirisasi bauksit memberikan gambaran mengenai peluang tersebut. Pengembangan industri bauksit tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan produk utama, tetapi juga membuka ruang bagi pemanfaatan mineral ikutan dan produk samping dari setiap tahapan pengolahan. Pelepasan ekspor 3.013,5 ton Alumina Hydroxide dan 1.740 ton Alumina Oxide atau Chemical Grade Alumina dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, menuju Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Tiongkok memperlihatkan bahwa kemampuan pengolahan dalam negeri dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi dibandingkan sekadar mengekspor bahan mentah. Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi yang muncul dari setiap tahapan pengolahan mineral, termasuk mineral ikutan yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Salah satu peluang strategis berada pada Logam Tanah Jarang atau Rare Earth Elements yang dapat ditemukan dalam residu bauksit, terak nikel, maupun produk samping pengolahan timah. Pengembangan LTJ memiliki arti strategis karena mineral tersebut menjadi salah satu komponen penting bagi industri masa depan. Kendaraan listrik, energi terbarukan, perangkat elektronik, hingga manufaktur berteknologi tinggi membutuhkan berbagai jenis mineral strategis. Jika Indonesia mampu mengembangkan teknologi untuk memisahkan dan mengolah LTJ secara ekonomis serta efisien, maka posisi Indonesia dalam rantai industri global akan meningkat secara signifikan. Dany menilai pengembangan LTJ memerlukan aturan yang mampu membedakan mineral utama dan mineral ikutan secara proporsional. Persoalan tersebut penting karena sejumlah unsur LTJ dapat ditemukan dalam kadar yang sangat rendah, bahkan hanya pada kisaran part per million. Keberadaan unsur seperti serium dan lantanum dalam kadar rendah tidak otomatis membuatnya ekonomis untuk diekstraksi. Karena itu, kebijakan harus mampu memberikan kepastian bagi industri sekaligus tetap mempertimbangkan aspek keekonomian dan kelestarian lingkungan. Hilirisasi diukur bukan hanya dari besarnya nilai ekspor atau jumlah investasi yang masuk. Namun, seberapa besar industri nasional tumbuh, berapa banyak lapangan kerja berkualitas tercipta, seberapa besar teknologi dikuasai, dan seberapa kuat kepemilikan nasional atas aset-aset strategis. Untuk itu, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan bahwa hilirisasi harus memberikan manfaat nyata bagi daerah penghasil dan masyarakat di sekitarnya, memperbesar kepemilikan nasional, memperkuat industri dalam negeri, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Bambang juga mendorong penguatan peran Danantara dan lembaga pembiayaan nasional agar kepemilikan Indonesia dalam proyek-proyek strategis hilirisasi semakin besar. Orientasi tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian, hilirisasi tidak boleh hanya menjadi instrumen untuk mengejar investasi dan ekspor, tetapi harus menjadi strategi membangun kedaulatan ekonomi dan memperkuat struktur industri nasional. Indonesia memiliki modal alam yang luar biasa. Tantangannya adalah mengubah modal tersebut menjadi kemampuan teknologi, industri, dan kesejahteraan. Maka, hilirisasi adalah jalan untuk mewujudkannya. Kekayaan mineral tidak lagi sekadar keluar dari tanah untuk dijual, melainkan menjadi bahan bakar bagi lahirnya industri nasional yang mandiri dan berdaya saing. Keberhasilan hilirisasi bukan ditentukan oleh seberapa banyak bahan mentah yang berhasil dihentikan ekspornya, melainkan oleh seberapa besar kemampuan Indonesia menciptakan nilai di dalam negeri. Dari bauksit hingga rare earth, setiap mineral harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem industri masa depan. Hilirisasi adalah jalan untuk mewujudkannya, sekaligus…

Read More

Hilirisasi Mengubah Daerah Kaya SDA Menjadi Kawasan Industri Bernilai Tambah Oleh : Gavin Asadi Hilirisasi sumber daya alam (SDA) semakin menunjukkan perannya dalam mengubah wajah perekonomian daerah. Wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil bahan mentah kini berkembang menjadi kawasan industri dengan aktivitas produksi yang menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan SDA Indonesia tidak lagi berhenti pada kegiatan ekstraksi dan ekspor komoditas, tetapi dapat diolah menjadi kekuatan industri yang menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Transformasi tersebut terlihat dari berkembangnya sejumlah kawasan industri berbasis mineral, khususnya di daerah yang memiliki cadangan nikel. Pengolahan komoditas di dalam negeri…

Read More