International Monetary Fund (IMF) dan World Bank memperkirakan Indonesia masih bisa tumbuh positif di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Indonesia menjadi satu dari tiga negara yang mampu bertahan dari wabah virus asal China tersebut. “Proyeksi untuk Asia, termasuk Indonesia dari dua institusi, yaitu World Bank dan IMF, hanya tiga negara yang masih diperkirakan bertahan di atas 0 persen atau positif teritori, yaitu Indonesia, Tiongkok dan India,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, seperti ditulis Selasa (7/4/2020). Baca juga: Pemerintah Daerah Siap Cegah Penyebaran Corona Sri Mulyani mengatakan Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 2,3 persen di kuartal II dan III…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Ghivo Pratama (Peneliti, Alumni International Institute of Social Studies) Pada bulan Januari 2020, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) masuk ke dalam daftar program legalisasi nasional (prolegnas) tahun 2020-2024. Menariknya, website tersebut memberikan dua jenis RUU yang masuk dalam Prolegnas yaitu daftar panjang, dan daftar prioritas berdasarkan penilaian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. RUU PKS menjadi salah satu dari 50 RUU prioritas nasional pada periode tersebut. Namun, tidak seluruh kelompok masyarakat memiliki suara yang bulat mengenai RUU PKS. Meminjam istilah hukum, secara kajian sosiologis, beberapa topik sensitif menurut masyarakat masih didiskusikan sejak 17 Desember 2019 .…
Tak hanya pada masa Nabi Musa dan Fir’aun saja aliran sungai Nil menjadi rebutan. Bahkan, dari zaman ke zaman, air sungai ini menjadi hal yang sangat vital menyangkut hajat hidup orang banyak yang tinggal di negara itu. Sejak dahulu air sungai ini menjadi “nyawa” bagi negara yang dialirinya. Jadi, tak sepele atau sekadar sarana hiburan berperahu sembari menonton tari perut seperti yang kini terjadi di Kairo. Dan saat ini seiring akan dibangunnya waduk raksasa yang bernama Renaissance, yang dibangun di Sungai Nil oleh Etiopia, hal tersebut telah memicu masalah besar bagi negara-negara yang ada di bagian wilayah Afrika Utara, bahkan…
Oleh : Aulia Hawa Kendati dunia sedang dilanda wabah yang merenggut ribuan nyawa, penyebaran radikalisme disinyalir belum berhenti. Kelompok radikal dan anti Pemerintah tersebut disinyalir memanfaatkan Pandemi Covid-19 untuk menyebarkan pengaruh mereka, guna merongrong kewibawaan negara. Wabah Covid-19 yang telah menyerang sejak beberapa waktu lalu telah memicu banyaknya korban jiwa. Selain menimbulkan dampak kesehatan, Pandemi Covid-19 juga berimplikasi pada carut marutnya sektor ekonomi kerakyatan. Apalagi setelah penerapan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) yang secara berkala memasung kebebasan untuk berusaha. Pentingnya asupan pangan, sandang juga kebutuhan lain kini memang tengah dinantikan. Pemerintah bukan tinggal diam, pemerintah perlu merencanakan secara matang, apa-apa…
Oleh : Aldia Putra Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 memicu kekhawatiran bagi semua pihak. Pemerintah daerah pun siap mencegah penyebaran Virus Corona dengan mengeluarkan sejumlah strategi seperti peningkatan alokasi kesehatan hingga pembentukan gugus tugas penanganan Covid-19. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah bahkan sampai ke wilayah pedesaan. Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjid mengatakan dana desa selain digunakan untuk program padat karya tunai juga dimanfaatkan untuk pencegahan dampak virus corona. Ia mengatakan Kementerian Desa sudah mengeluarkan Permendesa PDTT Nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020. Secara eksplisit ditekankan…
Oleh : Deka Prawira Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia disinyalir akan berimplikasi bagi perekonomian nasional. Berbagai kalangan pun mendukung pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian nasional. Komunikasi yang baik antara pemerintahan dengan para jajarannya kini dirasa lebih nyata. Sinergitas antara pemangku kepentingan dengan DPR RI dalam rangka pembahasan Omnibus law cipta kerja harus diacungi jempol. Pihak-pihak tersebut menyadari urgensi RUU sapu jagat yang bakal ikut andil dalam mengatasi segala masalah dari dampak wabah COVID-19. khususnya ketenagakerjaaan. Seperti yang kita tahu, dampak Corona ini begitu luas. Mulai dari sektor ekonomi informal hingga non formal. Banyak…
Oleh : Indah Kusumasari Pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini telah menjadi bencana nasional di Indonesia. Dalam situasi upaya penanganan oleh pemerintah menanggulangi pandemi tersebut, isu-isu yang mengarah kepada gerakan radikalisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara masih terlihat terus bermunculan. Ancamannya, menyasar ke semua elemen. Wakil Sekretaris Pemuda Pejuang Bravo-5, Reaky Tuanany dalam diskusi yang digelar Lembaga Kajian Dialektika bertema “Mewaspadai Paham Radikalisme dan Perilakunya di Era Milenial”, bahwa situasi penanganan wabah Covid-19 berpotensi ditunggangi kelompok-kelompok anti-pemerintahan termasuk kelompok radikal. Di tengah wabah Covid-19, seharusnya masyarakat dan pemerintah bersatu dan bekerja bersama untuk segera menangani ancaman penyebaran dan…
PLN terus berupaya memberikan kemudahan bagi 24 juta pelanggan rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) yang mendapatkan listrik gratis dan 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang mendapatkan diskon sebesar 50% untuk bulan April, Mei dan Juni. Khusus 11 juta pelanggan yang menggunakan kWh meter prabayar, pelanggan akan mendapatkan token listrik berdasarkan penggunaan terbesar selama tiga bulan terakhir.Hingga pkl 15.00 WIB ( 6/4) Sebanyak 10,7 juta token pelanggan telah terinput. Baca juga: Presiden Sebar Paket Ekonomi Bantu Rakyat Terdampak Corona Guna memudahkan pelanggan, khususnya pelanggan yang menggunakan kWh meter prabayar, layanan WhatsApp pelanggan melalui nomor 08122123123 telah bisa diakses…
Oleh : Ahmad Kosasih Presiden telah mengumumkan untuk mengeluarkan paket ekonomi senilai Rp405, 1 Trilliun. Kebijakan tersebut dikeluarkan guna membantu rakyat yang terdampak penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Siklus penyebaran virus Corona yang melanda negeri tak hanya membahayakan manusia. Namun juga berimbas pada sejumlah sektor, terlebih di bidang ekonomi. Seperti yang kita tahu, perekonomian nasional bahkan dunia telah mengalami pelemahan. Sektor manufaktur hingga UMKM gulung tikar untuk sementara waktu, dengan batasan waktu yang tak bisa ditentukan. Keprihatinan yang menyapa bukanlah perkara mudah. Berdiam diri di rumah alias lockdown mandiri (wilayah) ini membuat roda ekonomi kelas bawah seolah makin terdesak. Mereka…
Oleh : Akbar Aditya Covid-19 atau virus corona telah mewabah di berbagai daerah, apalagi dengan adanya masyarakat perantauan yang memaksa diri untuk pulang kampung, angka kejadian ODP-pun mengalami peningkatan. Pemerintah pun membentuk gugus tugas penanganan Covid-19 di berbagai daerah guna menekan lonjakan penderita covid-19. Saat ini telah terdapat 16 provinsi yang telah membentuk gugus tugas penanganan wabah covid-19. Selain itu ada pula 7 provinsi dan 41 Kabupaten / Kota yang telah menetapkan status siaga darurat bencana wabah covid-19. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achad Yurianto mengatakan, beberapa daerah juga telah mengupayakan berbagai inovasi dalam melawan penularan covid-19. Baca…
Oleh : Ismail Situasi dunia yang belum stabil akibat Pandemi Covid-19 terindikasi dimanfaatkan oleh kelompok radikal dan anti Pemerintah untuk menyebarkan pengaruhnya. Kecenderungan tersebut muncul seiring banyaknya provokasi yang menonjolkan pentingnya paham khilafah sebagai solusi wabah Corona hingga berbagai serangan hoaks yang tujuannya untuk menciptakan krisis kepercayaan kepada Pemerintah. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus mewaspadai konsolidasi kelompok radikal di saat Pandemi Corona. Kelompok radikal pendukung khilafah tahu betul bagaimana memanfaatkan situasi, terutama saat seluruh elemen bangsa terkonsentrasi memerangi wabah Corona. Baca juga: Mewaspadai Radikalisme Racuni Generasi Mudaa Serbuannya tak kalah ngeri dari Covid-19. Taruhannya ialah persatuan dan kesatuan. Kemungkinan, jual beli…
Oleh : Dhika Subroto Penolakan pemakaman jenazah korban Corona menjadi pemberitaan beberapa media belakangan ini. Warga pun tidak seharusnya menolak jenazah korban Corona karena pemakaman telah memiliki SOP tersendiri, sehingga tidak akan menulari warga sekitar. Kendati kecanggihan teknologi informasi kini telah banyak membantu manusia, agaknya pemahaman publik terkait Virus Corona ini sangatlah minim. Yang terbaru ialah berita penolakan jenazah positif Covid-19 yang akan dikebumikan. Geger warga tersebut bukan tanpa alasan, ketakutan dan kecemasan jika jenazah dapat menularkan penyakit tersebut turut menjadi latar belakang penolakan ini. Padahal, aneka imbauan beserta sosialisasi terkait virus sudah sedemikian gencar dilakukan. Baca juga: Tidak Mudik Dapat…