• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Terkuak, Begini Sejarah Sungai Nil di Mesir

Terkuak, Begini Sejarah Sungai Nil di Mesir

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 8 April 2020

Tak hanya pada masa Nabi Musa dan Fir’aun saja aliran sungai Nil menjadi rebutan.

Bahkan, dari zaman ke zaman, air sungai ini menjadi hal yang sangat vital menyangkut hajat hidup orang banyak yang tinggal di negara itu. Sejak dahulu air sungai ini menjadi “nyawa” bagi negara yang dialirinya. Jadi, tak sepele atau sekadar sarana hiburan berperahu sembari menonton tari perut seperti yang kini terjadi di Kairo.

Dan saat ini seiring akan dibangunnya waduk raksasa yang bernama Renaissance, yang dibangun di Sungai Nil oleh Etiopia, hal tersebut telah memicu masalah besar bagi negara-negara yang ada di bagian wilayah Afrika Utara, bahkan kini makin meletupkan ketegangan. Tak hanya negara Etiopia dan Mesir yang dibuat ribut. Negara Sudan yang juga dilewati aliran sungai Nil ikut terperangkap dalam ketegangan itu.

Baca juga: Ratusan Aktifis Sosial Media di Saudi Siap Mempromosikan Wisata Indonesia

Melansir dari Ihram.co.id, kisruh soal air Sungai Nil tersebut kini sudah memasuki serangkaian perkembangan baru. Hal ini terutama terkait penolakan Pemerintah Etiopia untuk mengambil bagian dalam pembicaraan 27-28 Februari di Washington, yang dimaksudkan untuk menghasilkan kesepakatan akhir dengan Mesir dan Sudan tentang pengisian dan pengoperasian bendungan Sungai Nil itu.

Menanggapi sikap Etiopia, Mesir pun telah meluncurkan diplomasi internasional yang serius untuk menopang posisinya sehubungan dengan hak air Sungai Nil. Apalagi, setelah pihak Etiopia dituduh membawa Mesir bahwa semua keputusan yang ada kini telah melewatkan putaran pembicaraan terakhir.

Akibatnya, orang Mesir marah. Pihak Amerika yang telah menyusun kesepakatan dengan masukan teknis dari Bank Dunia pun merasa kecewa.

Bagi Mesir, air Sungai Nil itu hal yang sangat serius. Negara ini mengandalkan Sungai Nil untuk memenuhi 90 persen pasokan airnya. Bahkan, Mesir pun berpendapat bahwa memiliki aliran air Sungai Nil yang stabil adalah masalah bertahan hidup di negara di mana air sesuatu yang langka.

Dua Tahun Prabowo-Gibran, HAM Diperkuat lewat Koordinasi Hukum yang Solid

October 9, 2026

Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

October 9, 2026

Dua Tahun Prabowo-Gibran, HAM Diperkuat lewat Koordinasi Hukum yang Solid

By Kata IndonesiaOctober 9, 20260

Dua Tahun Prabowo-Gibran, HAM Diperkuat lewat Koordinasi Hukum yang Solid Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

By Kata IndonesiaOctober 9, 20260

Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos JAKARTA — Pemerintah memperkuat fondasi perlindungan sosial…

Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan

By Kata IndonesiaOctober 9, 20260

Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan Jakarta – Pemerintah menyiapkan penguatan sistem…

Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi

By Kata IndonesiaOctober 9, 20260

Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi Jakarta, — Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.