Author: Kata Indonesia

Pemerintah Perluas Operasi Karhutla hingga ke Luar Provinsi Prioritas JAKARTA — Pemerintah memperluas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke luar enam provinsi prioritas seiring masih ditemukannya kebakaran di sejumlah daerah. Langkah terpadu ini menggabungkan pemadaman darat, operasi udara, modifikasi cuaca, dan penguatan koordinasi pusat-daerah untuk mencegah api meluas serta melindungi masyarakat dari kabut asap. Data BNPB per 19 Oktober 2026 mencatat 454,25 hektare dari target penanganan 1.024,33 hektare di enam provinsi prioritas telah dipadamkan. Di luar wilayah tersebut, karhutla teridentifikasi pada area sekitar 572,90 hektare. Sebanyak 107,77 hektare di antaranya telah padam, sementara 465,13 hektare masih ditangani. Wilayah…

Read More

Ratusan Hektare Karhutla Berhasil Dipadamkan, Penanganan Terus Berlanjut Jakarta – Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hingga 19 Oktober 2026, tim gabungan berhasil memadamkan 454,25 hektare dari total target penanganan seluas 1.024,33 hektare di enam provinsi prioritas. Upaya pemadaman, pembasahan, dan pendinginan masih dilanjutkan untuk mencegah api kembali menyala. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa masih terdapat 570,08 hektare lahan yang dalam proses pemadaman dan pendinginan. Penanganan dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. “BNPB bersama…

Read More

MBG 2.0 Diperkuat dengan Sinkronisasi Data dan Standar Sanitasi Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat transformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui revolusi MBG 2.0 yang menitikberatkan pada sinkronisasi data penerima manfaat, peningkatan standar sanitasi, dan penguatan tata kelola. Langkah ini dilakukan agar perluasan program berjalan seiring dengan peningkatan keamanan pangan dan ketepatan sasaran. Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan pelaksanaan MBG kini memasuki tahap pembenahan menyeluruh. Dengan 57.491.334 penerima manfaat, 1.027.998 tenaga kerja, dan 26.385 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, kualitas pelayanan menjadi perhatian utama pemerintah. “Pertanyaannya bukan lagi berapa banyak, tapi seaman apa? BGN…

Read More

Pemerintah Respons Masukan Publik lewat Pembenahan Program MBG 2.0 Jakarta – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transformasi MBG 2.0 sebagai respons terhadap berbagai masukan publik. Juru Bicara BGN, Tysa Novenny mengatakan transformasi MBG 2.0 mengubah fokus program dari perluasan cakupan menjadi penguatan keamanan pangan, pemenuhan gizi, ketepatan sasaran, dan standar pelayanan. Langkah ini merupakan perombakan mendasar terhadap cara kerja program, bukan sekadar perbaikan. “Pertanyaannya bukan lagi berapa banyak, tapi seaman apa? BGN mengambil keputusan besar, tidak sekadar memperbaiki, tapi merombak cara kerja,” ujar Tysa. Ia menjelaskan, berbagai masukan masyarakat menjadi bahan…

Read More

Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Menjadi Fondasi Pemerataan Pendidikan Oleh : Rivka Mayangsari Pemerintah terus memperluas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas sarana pendidikan sekaligus memperluas akses terhadap pembelajaran berbasis teknologi. Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan, terutama bagi peserta didik yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas belajar. Pada 2025, program revitalisasi sekolah berhasil menjangkau 16.167 sekolah, melampaui target awal sebanyak 10.440 sekolah. Pelaksanaan program tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 4,2 juta peserta didik yang tersebar di 38 provinsi dan 514…

Read More

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah terus mendorong revitalisasi dan digitalisasi sekolah untuk memperluas pemerataan akses pendidikan bermutu, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah terdampak bencana. Langkah ini diarahkan untuk memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan didukung fasilitas memadai. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pembangunan sarana pendidikan dan pemanfaatan teknologi harus berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sekadar penyediaan infrastruktur. “Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujar Abdul…

Read More

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebagai instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat investasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebijakan fiskal diarahkan untuk mempertahankan stabilitas harga, menggerakkan sektor produktif, dan memperluas kesempatan kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027. Direktur Strategi APBN Kementerian Keuangan, Wahyu Utomo, mengatakan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia tanpa mengabaikan risiko eksternal. Perubahan suku bunga Amerika Serikat, harga energi, dan perdagangan internasional perlu diantisipasi melalui kebijakan…

Read More

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan melalui transformasi tata kelola, keamanan pangan, dan efektivitas pelayanan. Melalui pendekatan MBG 2.0, Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya memastikan keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan, ketepatan pelaksanaan, dan dampak yang dirasakan masyarakat. Peralihan ini menjadi penting seiring dengan meningkatnya skala penyelenggaraan MBG di berbagai wilayah Indonesia. Semakin luas jangkauan program, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pengawasan yang terukur, distribusi bahan pangan yang efisien, serta standar pelayanan yang konsisten. Dengan…

Read More

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah. Peluang tersebut didukung sejumlah proyek investasi. Pada 2026, sebanyak 19 proyek hilirisasi yang diinisiasi Danantara telah memasuki tahap peletakan batu pertama. Enam proyek tahap awal, dengan nilai sekitar US$7 miliar, mulai dibangun pada Februari 2026. Selanjutnya, 13 proyek tahap kedua dengan perkiraan investasi Rp116 triliun menyusul pada akhir April 2026. Investasi swasta turut didorong, termasuk pengembangan industri berbasis nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park pada Oktober 2026. Penguatan industri nasional juga membutuhkan pemerataan manfaat ekonomi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi daerah dalam kegiatan berbasis sumber daya alam. Pemerintah mendorong kesempatan memperoleh izin pertambangan, legalisasi sumur minyak rakyat, prioritas bagi kontraktor lokal, dan penataan kuota produksi batu bara melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Selain akses usaha, kepastian regulasi menjadi unsur penting untuk menjaga kepercayaan investor. Pemerintah mengintegrasikan sistem perizinan yang melibatkan 28 kementerian dan badan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025. Mekanisme fiktif positif memungkinkan persetujuan diterbitkan melalui kewenangan BKPM apabila instansi terkait tidak menyelesaikan proses dalam batas waktu yang ditetapkan. Koordinasi pengurusan izin tinggal terbatas bagi tenaga kerja asing juga diperkuat guna memberikan kepastian proses. Meski demikian, pertumbuhan hilirisasi tetap memerlukan pengawasan terhadap dampak lingkungan, efisiensi energi, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan tenaga kerja terampil. Pengembangan industri pengolahan perlu diiringi peningkatan kapasitas pemasok lokal, pendidikan vokasi, penelitian, serta transfer teknologi agar manfaat investasi tidak terkonsentrasi pada kegiatan produksi tertentu. Keterkaitan antara perusahaan besar dan pelaku usaha daerah juga perlu diperluas untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh. Dalam rangka persaingan global, diversifikasi pasar ekspor menjadi langkah penting. Ketergantungan pada sedikit negara tujuan atau komoditas dapat meningkatkan kerentanan ketika harga berubah. Karena itu, strategi hilirisasi perlu memperhatikan permintaan pasar, sertifikasi produk, standar lingkungan, dan kemampuan inovasi. Dengan pendekatan tersebut, industri tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga memperkuat daya tawar serta ketahanan menghadapi perubahan dunia. Dengan demikian, peningkatan kontribusi hilirisasi dapat menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional. Proyeksi ekspor yang meningkat, bertambahnya proyek investasi, dan berkembangnya industri baterai memperlihatkan peluang Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok dunia. Agar peluang tersebut menghasilkan manfaat jangka panjang, pemerintah dan pelaku industri perlu memastikan investasi berjalan seiring dengan penciptaan pekerjaan berkualitas, peningkatan kemampuan teknologi, keterlibatan UMKM, serta penerapan standar keberlanjutan. Keberhasilan hilirisasi pada akhirnya ditentukan oleh besarnya nilai tambah yang dinikmati perekonomian dan masyarakat Indonesia secara luas. *) Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

Read More

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya sebagai penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kebijakan ini mendorong transformasi ekonomi dari ekspor bahan mentah menuju industri pengolahan bernilai tambah tinggi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi hilirisasi pada Januari–September 2026 mencapai Rp480 triliun, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 31,2 persen terhadap total investasi nasional. “Kontribusi hilirisasi meningkat dalam dua tahun terakhir…

Read More

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) pada 2026 berpeluang dicapai melalui percepatan investasi, penguatan pembiayaan, serta optimalisasi produksi dalam negeri. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan energi nasional yang terus bertambah, sekaligus mengantisipasi penurunan produktivitas lapangan migas yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melanti, menegaskan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pengembangan industri hulu migas. Koordinasi yang efektif dinilai mampu menyatukan kepentingan berbagai pihak dan mendorong terciptanya langkah penyelesaian yang tepat sasaran. Menurut…

Read More

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) menunjukkan prospek positif dalam memperkuat penerimaan negara pada 2026. Di tengah dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga minyak mentah, penerimaan hulu migas diproyeksikan mencapai 109 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti menyampaikan proyeksi tersebut dalam konferensi pers persiapan Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Hingga saat ini, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar 80 persen dari target tahunan. “Tahun 2026 ini insyaallah kami…

Read More