Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menilai perlunya penguatan kompetensi para penceramah agar pesan-pesan yang disampaikan dapat mencerahkan, tidak bernada provokatif, menghina, dan bermuatan ujaran kebencian.
“Jelas perlu penguatan kompetensi. Ini bisa menjadi tugas bersama Kementerian Agama dengan ormas keagamaan di semua agama,” ujar Wamenag Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Zainut memandang ujaran kebencian/penghinaan dari penceramah tidak terlepas dari tingkat kompetensi yang dimiliki, baik yang terkait teknik komunikasi maupun pengetahuan substansi.
Ia menilai peristiwa ceramah yang bermuatan ujaran kebencian dan penghinaan tidak hanya terjadi di satu agama saja, ada kalanya terjadi saat penceramah mengomentari agama lainnya. Padahal, bisa jadi pengetahuannya tentang agama lain terbatas.
“Ceramah sebaiknya diarahkan untuk memperdalam keyakinan umat, tanpa barus menyinggung keyakinan yang lain. Ini juga bisa menjadi bagian muatan pembinaan oleh ormas keagamaan,” kata dia.
Koperasi Merah Putih dalam Orbit Baru Laju Ekonomi Nasional Oleh : Rivka Mayangsari Transformasi ekonomi…
Koperasi Merah Putih dan Laju Ekonomi dari Desa ke Nasional Oleh: Asep Faturahman Percepatan pembangunan…
Aktivitas Koperasi Merah Putih Perkuat Laju Ekonomi Nasional Jakarta - Aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…
Koperasi Merah Putih Dorong Laju Ekonomi hingga Daerah Jakarta - Upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi…
Implementasi PP TUNAS dari Regulasi ke Ruang Kelas Oleh : Arfan Heriyanto Implementasi Peraturan Pemerintah…
Kolaborasi Pemda dan Sekolah Kunci Sukses Implementasi PP TUNAS Oleh: Dhita Karuniawati Implementasi Peraturan Pemerintah…