• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Lawan Kejenuhan Santri, MA Taruna Paren Gelar Psikoedukasi untuk Perkuat Mental dan Visi Peserta Didik

Lawan Kejenuhan Santri, MA Taruna Paren Gelar Psikoedukasi untuk Perkuat Mental dan Visi Peserta Didik

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 21 April 2026

Tantangan pendidikan di lingkungan madrasah kini tak lagi soal distraksi teknologi, melainkan bagaimana menjaga konsistensi mental dan minat belajar para siswa. Menyadari hal tersebut, MA Taruna Paren menggelar program Psikoedukasi Kelompok intensif bertajuk “Membangun Navigasi Diri” pada Selasa/21 April 2026.

Program ini dirancang khusus untuk menyasar isu-isu psikologis remaja di madrasah, mulai dari menurunnya minat belajar, prokrastinasi (kebiasaan menunda) dalam mengerjakan tugas, hingga kebiasaan membolos dari kelas.

Urgensi Kesehatan Mental di Lingkungan Madrasah

Kepala MA Taruna Paren, Bapak Fauzan Sulthoni, S.Ag., menegaskan bahwa psikoedukasi bukan lagi sekadar kegiatan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar dalam ekosistem pendidikan madrasah. Menurutnya, perkembangan psikologis sangat penting dan perlu diperhatikan karena aspek psikologis telah terbukti sebagai kunci bagi santri agar mampu menyerap ilmu dengan optimal.

“Siswa yang ‘kabur’ dari jam pelajaran atau enggan mengerjakan tugas sering kali bukan karena nakal, melainkan karena mereka kehilangan makna dan arah. Di era sekarang, tekanan akademik dan pengaruh media sosial menciptakan tantangan mental yang nyata bagi siswa. Tanpa intervensi psikoedukasi untuk merawat kesehatan mental mereka, risiko kejenuhan dan hilangnya motivasi akan menjadi ancaman serius bagi masa depan mereka,” tegas Fauzan.

Beliau menambahkan bahwa kematangan psikologis adalah fondasi bagi produktivitas. Tanpa kesadaran diri yang kuat, santri hanya akan menjalani rutinitas sebagai beban, bukan sebagai persiapan masa depan.

Membangun Produktivitas Tanpa Distraksi 

Meski lingkungan madrasah sudah bebas dari gangguan gadget, tantangan internal seperti munculnya rasa bosan dan ketidakpastian visi masa depan tetap menjadi fokus utama. Dalam sesi ini, para siswa diajak untuk:

Membangun Self-Awareness: Memahami potensi diri dan alasan fundamental mengapa mereka menuntut ilmu.

Strategi Produktivitas: Mengelola tugas-tugas madrasah dengan metode yang lebih ringan namun konsisten.

Literasi Masa Depan: Mempersiapkan mental untuk menghadapi dunia perkuliahan dan karier profesional yang kompetitif.

“Kami ingin siswa kami tidak hanya unggul secara ukhrawi dan akademik, tapi juga memiliki ketangguhan mental (resilience). Psikoedukasi ini adalah langkah preventif agar mereka lebih siap secara psikologis saat harus membaur dengan masyarakat luas nantinya,” lanjut Fauzan.

Respon Positif dan Harapan ke Depan 

Kegiatan yang diikuti oleh 8 siswa ini berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif dan refleksi personal. Pihak madrasah berharap kegiatan ini dapat menekan angka pelanggaran kedisiplinan dan meningkatkan gairah akademik.

Dengan adanya program rutin seperti ini, MA Taruna Paren berkomitmen untuk menciptakan lingkungan madrasah yang tidak hanya disiplin secara aturan, tetapi juga nyaman dan mendukung pertumbuhan psikis para siswanya

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

July 21, 2026

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

July 21, 2026

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk…

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.