Oleh Hendro Risbiyantoro, M.S. (Guru Bina Madani Putri Magelang)
*Magelang, 4 Mei 2026* – Pondok Pesantren Tahfidz Bina Madani Putri Magelang menggelar acara haflah takrim (wisuda dan pemberian penghargaan) bagi para santriwati penghafal Al-Qur’an 30 juz angkatan ke-11, pada Senin (4/5). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pejabat daerah.
Sebanyak 49 santriwati menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Capaian ini menjadi bukti komitmen pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, S.Pt., perwakilan Kementerian Agama, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, serta para wali santri yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Pendiri dan Pimpinan Pesantren Bina Madani, K.H. Masrur Syamhari, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada para hafidzah.
“Ini adalah karunia luar biasa dari Allah. Para penghafal Al-Qur’an kembali lahir dari Bina Madani. Dengan fadilah menghafal Al-Qur’an, mereka akan dijaga oleh Allah dan hidup dalam kebahagiaan. Itulah janji Allah kepada Ahlul Qur’an,” ujarnya.
Dalam sambutannya beliau juga bercerita tentang Abdurrahman Ibnu Abza, seorang budak, namun ia mengisi hidupnya dengan menghafal Al-Qur’an dan mendalami ilmu agama. Ketika tuannya, Nafi’ bin Abdul Harits, pergi bertemu Khalifah Umar bin Khattab, ia menunjuk Ibnu Abza sebagai penggantinya memimpin Mekkah. Umar yang terkejut pun menerima setelah tahu bahwa Ibnu Abza adalah seorang hafizh yang berilmu, seraya mengingat sabda Nabi bahwa Allah benar-benar mengangkat derajat manusia dengan Al-Qur’an, tak peduli siapa mereka.
Tidak ketiggalan, Bupati Magelang Bapak Grengseng Pamuji S.Pt. sangat mendukung program tahfidz di Bina Madani. Beliau mendorong untuk terus membumikan Al-qur’an dan mengajarkannya di Bumi Magelang. Beliau juga menyampaikan bahwa Bina Madani merupakan kebanggan yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang.
Sementara itu, Direktur Pesantren Bina Madani Putri, Ustadzah Nely Maghfirah, menyampaikan bahwa hingga saat ini pesantren telah melahirkan 499 hafidzah.
“Hari ini bertambah 49 penjaga wahyu Allah. Ini adalah kekuatan besar bagi masa depan umat dan bangsa. Mereka adalah bagian dari generasi emas Indonesia,” ungkapnya.
Dalam rangkaian acara, para hafidzah juga memperdengarkan hafalan mereka dengan qira’ah sab’ah bersanad di hadapan para tamu. Penampilan tersebut menjadi momen yang sangat menyentuh, terutama bagi para orang tua yang menyaksikan langsung capaian putri-putri mereka.
Haflah takrim ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga simbol kebangkitan generasi Qur’ani yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.