• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»TNI Perkuat Ketahanan Pangan sebagai Pilar Pembangunan Papua

TNI Perkuat Ketahanan Pangan sebagai Pilar Pembangunan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 2 June 2026

TNI Perkuat Ketahanan Pangan sebagai Pilar Pembangunan Papua

FAKFAK – Penguatan ketahanan pangan di Papua terus menjadi perhatian penting pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya tersebut, TNI mengambil peran strategis melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan warga di daerah penugasan.

Komitmen itu kembali ditegaskan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan kunjungan kerja ke Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 808/Mbaham Matta. Dalam kunjungan tersebut, Menhan meninjau kesiapan operasional satuan, kondisi personel, hingga pelaksanaan program pembinaan masyarakat yang dijalankan prajurit di Papua Barat.

Di tengah tantangan geografis dan akses wilayah yang cukup kompleks, program ketahanan pangan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Melalui sektor pertanian dan peternakan, TNI hadir tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga membantu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

 

Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, keterlibatan TNI dalam penguatan ketahanan pangan merupakan bagian penting dari pembangunan Papua yang berkelanjutan dan inklusif.

“TNI harus menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan pembangunan Papua melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin.

 

Program yang dijalankan prajurit Yon TP 808/Mbaham Matta selama ini mencakup pengembangan pertanian, peternakan, hingga pembinaan masyarakat di berbagai sektor sosial. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat dinilai membantu memperkuat stabilitas sosial sekaligus meningkatkan produktivitas warga.

 

Selain fokus pada ketahanan pangan, satuan tersebut juga aktif melaksanakan pengobatan gratis dan pembinaan pendidikan bagi masyarakat sekitar. Pendekatan humanis yang dilakukan prajurit dinilai mampu mempererat hubungan dengan masyarakat dan menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan wilayah.

 

Menhan menilai keberhasilan program teritorial di Papua tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kesiapan prajurit tetap menjadi perhatian utama agar seluruh program dapat berjalan optimal.

 

“Prajurit harus profesional, disiplin, dan mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan di Papua,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur seperti listrik dan jaringan telekomunikasi untuk menunjang efektivitas pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayah strategis Papua Barat.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan mempercepat distribusi hasil pertanian masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi tantangan di Papua.

 

“Ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur harus berjalan bersama agar Papua semakin maju dan mandiri,” tambah Sjafrie Sjamsoeddin.

 

Penguatan peran TNI melalui pendekatan pembangunan dan ketahanan pangan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang lebih merata di Papua. Dengan sinergi yang terus diperkuat, Papua diharapkan mampu berkembang menjadi wilayah yang semakin produktif, stabil, dan sejahtera. (*)

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.