• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 21 September 2026

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional

Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menghadapi transisi menuju ekonomi hijau sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Melalui penguatan balai pelatihan kerja, pemerintah menargetkan lahirnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin mengedepankan aspek lingkungan.

 

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah telah menyiapkan program pelatihan bagi 270.000 orang dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,7 triliun. Anggaran tersebut akan dioptimalkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

 

“Alhamdulillah dari pak presiden, kita mendapatkan dana untuk pelatihan 270.000 orang. Total anggarannya Rp 1,7 triliun, ini harus kita optimalkan,” kata Yassierli.

 

Menurutnya, perubahan menuju industri yang lebih ramah lingkungan tidak semata-mata menghadirkan tantangan bagi dunia ketenagakerjaan. Transformasi tersebut juga menciptakan ruang baru bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan ekonomi hijau.

 

“Transisi menuju kepada industri yang lebih green ini di satu sisi adalah tantangan, tetapi di sisi yang lain adalah peluang untuk penciptaan lapangan kerja yang baru,” ujarnya.

 

Untuk memastikan program pelatihan memberikan hasil optimal, Kementerian Ketenagakerjaan akan mendorong balai pelatihan melakukan pembaruan skema kompetensi. Penyesuaian tersebut diperlukan agar materi pelatihan tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan kebutuhan industri hijau. Selain itu, kapasitas instruktur akan diperkuat sehingga proses pembelajaran mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap memasuki pasar kerja.

 

Penguatan kompetensi tenaga kerja juga dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian. Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah bekerja sama dengan Kemenaker dalam menyiapkan tenaga kerja di bidang refrigerasi dan tata udara atau RAC.

 

Dalam kerja sama tersebut, Kemenaker menyediakan tempat pelatihan, sedangkan Kementerian LH menyiapkan peralatan yang diperlukan. Sinergi ini diarahkan untuk membangun kompetensi teknisi sekaligus mendorong penerapan praktik kerja yang lebih ramah lingkungan.

 

“Kalau ini berhasil, insyaallah dapat menghasilkan tenaga kerja hijau atau tenaga kerja yang diingatkan untuk mengurangi emisi, kerusakan lingkungan,” kata Jumhur.

 

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi teknisi RAC juga berkaitan dengan upaya perlindungan lapisan ozon. Menurutnya, kondisi lapisan ozon menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya kepatuhan negara-negara terhadap Protokol Montreal dan Amendemen Kigali.

 

Karena itu, peningkatan keterampilan pekerja di sektor refrigerasi dan pendingin udara menjadi bagian penting dalam mendukung penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah berharap penguatan balai vokasi dan kolaborasi antarkementerian mampu mempercepat kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi transformasi industri hijau, sekaligus memperluas kesempatan kerja yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pekerja Hijau: Jawaban atas Perubahan Industri dan Tuntutan Keberlanjutan

September 22, 2026

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi

September 21, 2026

Pekerja Hijau: Jawaban atas Perubahan Industri dan Tuntutan Keberlanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pekerja Hijau: Jawaban atas Perubahan Industri dan Tuntutan Keberlanjutan *) Oleh : Dewi Astuti Jakarta…

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Pekerja Hijau Disiapkan dari Sabang sampai Merauke lewat Balai Vokasi JAKARTA — Pemerintah memperluas penyiapan…

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Pemerintah Perkuat Balai Vokasi demi Cetak Pekerja Hijau Nasional Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat kualitas…

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi

By Kata IndonesiaSeptember 21, 20260

Langkah Pemerintah Pulihkan Korban Pelanggaran HAM Mendapat Apresiasi Oleh: Fauzan Ali Upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak asasi manusia (HAM) terus berjalan dengan menempatkan pemulihan korban sebagai bagian penting dari proses penanganan. Langkah pemerintah mencakup penanganan kekerasan yang masih terjadi hingga membuka kembali proses penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemulihan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian kasus HAM. Proses penanganan tidak cukup berhenti pada pengungkapan peristiwa atau penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga perlu memastikan hak dan kebutuhan korban mendapatkan perhatian. Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemulihan korban mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya upaya untuk melihat penyelesaian kasus HAM secara lebih menyeluruh. Penanganan tidak hanya diarahkan pada aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang dirasakan korban dan masyarakat yang terdampak. Komitmen pemerintah terlihat dari respons terhadap kekerasan yang terjadi di Papua Pegunungan. Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengecam penembakan tiga warga sipil ASN Dinas Pertanian di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil yang tengah menjalankan aktivitas untuk mencari penghidupan tidak dapat dibenarkan. KemenHAM meminta kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku diproses secara tegas berdasarkan hukum yang berlaku. Thomas juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat sipil tetap mendapatkan perlindungan. KemenHAM mengimbau seluruh pihak menahan diri agar penanganan persoalan di Papua tidak menimbulkan korban baru. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi semakin penting ketika persoalan HAM beririsan dengan konflik dan kekerasan. Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan memastikan setiap tindakan penanganan tetap berada dalam koridor hukum sekaligus menghormati hak dasar masyarakat.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.