• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Siap Hadapi Era VUCA, PLN Gandeng 4 PTN dan LIPI

Siap Hadapi Era VUCA, PLN Gandeng 4 PTN dan LIPI

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 28 November 2019

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan (Litbang), PLN jalin kerjasama dengan 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kerjasama ini bertujuan untuk menjawab tantangan dunia kelistrikan yang tidak luput dari disrupsi teknologi yang menyebabkan keadaan VUCA (Volatile, Uncertainty, Complex, Ambiguous).

PLN menyadari bahwa riset dan pengembangan berkualitas dan inovasi unggul, bisa diraih dengan membangun suatu sistem sinergi antara PLN dan Perguruan Tinggi serta Lembaga Penelitian lainnya.

Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh GM Puslitbang PLN Bagus Setiawan dengan 4 PTN dilakukan di kantor Pusat PLN, disaksikan oleh Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Direktur Human Capital Manajemen PLN Muhamad Ali.

Melalui Perjanjian Kerjasama ini, seluruh pihak sepakat PLN untuk melakukan penelitian bersama (Joint Research) pada beragam bidang. Penelitian ini penting dilakukan karena peran Litbang adalah sebagai indera dari perusahaan, yang diharapkan mampu menangkap signal dilingkungan bisnis PLN, untuk kemudian diproses menjadi pengetahuan dan rekomendasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.

“Sinergi PLN Puslitbang bersama 4 PTN dan LIPI mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan melalui hasil riset dan pengembangan yang berkualitas, menghasilkan inovasi yang unggul” Ungkap Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani.

PLN bersama PTN dan LIPI akan berkontribusi dalam penelitian Renewable Energy dan Energy Storage sebagai upaya elektrifikasi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang sulit diakses, serta penerapan IOT kedalam jaringan listrik menjadi Smart Grid. Kerjasama penelitian ini mencakup 5 bidang yaitu pembangkitan, transmisi, distribusi, bisnis korporat, dan niaga. Dengan sinergi ini diharapkan dapat memberikan inovasi-inovasi guna pemutakhiran teknologi baik yang berkaitan dengan elektrifikasi dan operasional infrastruktur ketenagalistrikan, juga peningkatan pelayanan pelanggan.

Selain kerjasama di bidang bisnis ketenagalistrikan, PLN juga bekerjasama di bidang sosial yang berwujud program “Sustainable Development Goals (SDG) dan Micro, Small, Medium Sized Enterprise (MSME) Funding Programme” dengan menggunakan dana CSR PLN. PLN bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI dengan penyaluran dana sebesar Rp. 207.999.930 untuk pengabdian masyarakat.

Pada 2019 terdapat 3 program yang dijalankan yaitu Program Pencegahan Stunting di Banten, Modernisasi Produksi Black Garlic di Kelompok Wanita Tani di Sembalun Lombok, serta Pengembangan Usaha Bandeng Rorod Kampung Nelayan Bungin Bekasi.

 

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.