• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»PERILAKU ORANGTUA MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK

PERILAKU ORANGTUA MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 September 2020

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Setiap anak tentunya memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian anak tersebut sangat dipengaruhi oleh perilaku orangtuanya dirumah. Anak cenderung akan menirukan apapun yang dilakukan oleh orang dewasa yang dijadikan panutannya. Mulai dari melakukan hal yang buruk maupun hal-hal dalam kebaikan.

Keluarga terutama orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kepribadian anak. Beberapa kebutuhan yang dimiliki seorang anak sejak lahir itu meliputi kebutuhan fisiologis seperti makan dan minum, kebutuhan rasa aman dan kebutuhan kasih sayang.

Anak akan melihat dan menirukan orangtuanya sejak ia masih bayi. Menurut G. Gergely dan J. S. Watson, seorang bayi melihat ekspresi wajah dari orang tuanya untuk nantinya belajar untuk menunjukkan ekspresi tersebut. Hal ini tentunya berguna untuk masa depan anak dalam bersosialisasi, karena apa yang ditunjukan oleh anak merupakan bentuk hasil belajar dari apa yang diajarkan dan diperlihatkan oleh orang tuanya.

Apabila orangtua dirumah melakukan tindakan kekerasan rumah tangga secara fisik atau lisan, anak akan melihat dan meniru hal ini membuat dia mengalami rasa ketidakpercayaan pada orang lain. Hal ini nantinya akan anak gunakan sebagai cara untuk menunjukan kekuatannya.

Baca juga: Mewaspadai Radikalisme di Kalangan Anak Muda

Karena menurut anak, bergantung pada orang lain menandakan kelemahan dan ketidakmampuan sehingga kekerasan menjadi salah satu jalan untuk menunjukan dominansi mereka.

Selain itu, menunjukkan kekerasan pada anak mengakibatkan anak tidak mampu mengekspresikan dirinya dengan baik melalui kata-kata. Hal ini dapat berakibat anak menjadi lebih susah untuk diajak bekerja sama.

Maka dari itu kita sebagai orangtua harus memberikan contoh berperilaku yang baik sejak anak masih bayi. Jika anda memberikan contoh berperilaku yang buruk anak akan menganggap hal itu wajar dilakukan. Dan hal ini bisa berdampak pada perkembangan anak-anak kelak saat sudah beranjak remaja dan dewasa.

Lakukan hal positif yang sederhana, seperti memberikan anak pujian saat melakukan perbuatan baik, jangan marahi anak ketika ia sedang melakukan sebuah kejujuran, hargai setiap apa yang anak anda lakukan dan bicarakan, hal ini karena dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak anda di masa yang akan datang.

Walaupun anak sudah tumbuh remaja sebagai orangtua tidak ada salahnya jika tetap menjaga perilaku yang baik terhadap anak. Karena figur orangtua merupakan contoh utama yang akan dijadikan anak sebagai bahan refrensi dalam berperilaku ditengah keluarga maupun masyarakat.

Apa yang anak lihat dan dengar dari kecil akan menjadi dasar untuk anak anda bertingkah laku dimasa mendatang. Walaupun pembentukan tingkah laku ini adalah hal yang rumit untuk dijalani antara biologis dan lingkungan yang bukan hanya lingkungan keluarga.

Anak tidak hanya meniru perilaku yang mereka lihat saja, tapi dari lingkungan lainnya, seperti tontonan yang mereka lihat ditelevisi atau internet, dari teman-teman mereka, dan guru mereka disekolah.

Dalam hal ini sangat diperlukan peran orangtua dalam membentuk karakter anak dari awal dari mereka masih bayi hingga beranjak remaja.
Dengan cara memberikan contoh yang baik anak dapat tumbuh menjadi anak yang baik pula dan dapat berfungsi secara sosial dengan baik.

Jadi sudah kita ketahui bahwa sikap, tindakan dan perilaku orangtua tentunya memiliki pengaruh yang sangat besar sekali pada perkembangan anak-anak. Jadi berperilakulah yang baik dari anak masih didalam kandungan hingga sudah terlahir kedunia.

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

September 15, 2026

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

September 15, 2026

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani Oleh : Radjiman Arif Ketimpangan penguasaan lahan…

ASPANJI Minta Revisi Perpres No 46 Tahun 2025, Pemerintah Wajib Berikan Uang Muka Kepada UMKM

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Ketua Umum Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji), Ir. Effendi Sianipar, meminta pemerintah mewajibkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.