• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Perlu Aktif Pantau Kecurangan Pemilu

Masyarakat Perlu Aktif Pantau Kecurangan Pemilu

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 29 March 2023

Masyarakat Perlu Aktif Pantau Kecurangan Pemilu

Oleh : Ahmad Dzul Ilmi Muis

Segenap elemen masyarakat di Indonesia sangat penting untuk terus ikut aktif dalam melakukan pemantauan pada adanya kemungkinan kecurangan terhadap praktik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pasalnya jika kecurangan terus dibiarkan dalam bentuk apapun, maka jelas akan sangat merusak iklim dan sistem demokras di Tanah Air.

Sebenarnya praktik kecurangan, apabila dilakukan dalam hal apapun memang merupakan sebuah hal yang sangat buruk dan patut dicegah. Apalagi praktik kecurangan tersebut dilakukan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sehingga, memang menjadi kewajiban bersama bagi seluruh pihak untuk bisa terus mengawal dan memastikan keberlangsungan pesta demokrasi pemilu supaya bisa berlangsung dengan penuh keadilan dan kejujuran tanpa terjadinya kecurangan.

Untuk bisa mewujudkan adanya sistem demokrasi yang jauh lebih baik di Indonesia, maka memang seluruh pilar demokrasi harus bisa bersatu padu dengan baik. Pasalnya, sistem demokrasi tersebut akan cacat apabila para penopang dari pilar demokrasinya sendiri tidak bisa saling mendukung dan bekerja sama, termasuk diantaranya adalah para pemuda, mahasiswa, para partai politik dan juga elite politik.
Bahkan untuk para elite politik sekalipun, mereka sejatinya sama sekali tidak patut apabila bisa memberikan wacana atau pendapat yang justru menyenggol dan menyalahi konstitusi yang sudah tertulis dan disepakati di Indonesia.
Maka, ketika ada elite politik tertentu yang justru terus mewacanakan adanya penundaan pemilu, penambahan masa jabatan presiden dan juga wacana lainnya yang sangat menyerempet dan melanggar ketentuan dari konstitusi, maka itu adalah bukan hal yang bijak.
Meski mengatasnamakan adanya demokrasi, apabila ketentuan yang sudah jelas termaktub dalam konstitusi dilanggar, maka hal tersebut adalah sesuatu yang salah. Sehingga apapun yang suda jelas diatur dalam konstitusi, hendaknya sebagai warga negara yang baik tetap menjalankannya dan menaatinya.
Masih mengenai upaya untuk terus meminimalisasi kecurangan Pemilu 2024, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Puadi menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menggandeng seluruh masyarakat agar bisa berperan aktif dalam mengawasi dan memantau berjalannya pesa demokrasi di Tanah Air.
Maka dari itu, pihak Bawaslu melakukan pembentukan kampung antipolitik uang yang diharapkan mampu terus memperkokoh komitmen dari seluruh masyarakat untuk bisa menolak prakti politik uang dalam Pemilu 2024.
Menurutnya, apabila kampung antipolitik uang tersebut terbentuk, maka diharapkan akan muncul kampung lainnya yang juga memiliki karakter masyarakat dengan kesadaran penuh akan politik yang menjunjung tinggi demokratisasi yang bersih dan juga bermartabat serta memiliki komitmen kokoh untuk menolak adanya kecurangan.
Puadi lalu mengingatkan praktik politik uang bukan hanya menjadi musuh besar bagi pelaksanaan demokrasi yang baik, melainkan pula musuh besar bagi pembangunan di suatu negara. Oleh karena itu, Bawaslu secara konsisten meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya politik uang.
Sebenarnya, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terus meminta kepada pihak Bawaslu untuk selalu melibatkan partisipasi dari masyarakat secara sangat luas dalam mengawasi adanya kecurangan dalam Pemilu 2024 termasuk adanya praktik politik uang yang terjadidi lapangan pada setiap proses tahapan pemilu.
Presiden Jokowi bahkan menegaskan bahwa adanya praktik kecurangan politik, khususnya adalah adanya praktik politik uang merupakan sebuah penyakit dalam setiap gelaran pesta demokrasi di Indonesia.
Beliau mengibaratkan praktik politik uang adalah penyakit dalam setiap gelaran Pemilu lantaran hal itu memang terus saja ditemui di lapangan dan sama sekali tidak bisa dipungkiri lagi. Terlebih, dari bagaimana pengalamannya ketika dulu pernah mengikuti Pilkada untuk Wali Kota, Pemilihan Gubernur dan sampai pada Pemilihan Presiden.
Presiden Jokowi kemudian meminta pihak Bawaslu untuk terus menggencarkan adanya pendidikan politik. Hal tersebut bertujuan demi terus menjaga iklim Pemilu pada tahun 2024 yang memiliki integritas tinggi dan juga berkualitas tanpa adanya politik uang.
Pihak Bawaslu sendiri juga terus mengajak masyarakat untuk bisa berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu 2024. Bahkan, Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja mengatakan apabila ditemukan terjadinya indikasi kecurangan dalam pemilu, maka masyarakat bisa segera melaporkannya.
Adanya kecurangan politik dalam bentuk apapun, termasuk apabila ada penyebaran berita bohong dan hoax yang jsutru menyudutkan salah satu pihak tertentu, serta adanya permainan politik identitas dan juga prakik politik uang, memang seluruh hal tersebut apabila terus dibiarkan akan sangat merusak sistem dan iklim demokrasi di Indonesia. Maka dari itu, seluruh masyarakat di Indonesia sangat penting untuk terus memantau bagaimana praktik kecurangan dalam Pemilu 2024.

)* Penulis adalah Alumni Fisip Unair

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Jakarta – Pembahasan RUU Perampasan Aset…

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.