• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Elemen Utama Cegah Radikalisme

Masyarakat Elemen Utama Cegah Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 15 April 2022

Masyarakat Elemen Utama Cegah Radikalisme

Oleh : Aqila Thariq

Masyarakat adalah elemen yang paling utama dalam mencegah radikalisme karena kelompok radikal terjun langsung di tengah-tengah masyarakat.

Merekalah yang jadi garda depan agar paham berbahaya ini tidak makin menyebar dan merusak generasi muda di Indonesia.
Pernahkah Anda mendengar berita ketika suatu organisasi radikal dibubarkan oleh pemerintah?

Radikalisme memang berbahaya karena ada di mana-mana dan salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan membubarkan organisasi radikal dan teroris. Namun untuk mencegah radikalisme sebenarnya tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan BNPT (Badan Nasional Pencegahan Terorisme) tetapi juga masyarakat.

KH Amas Tadjudin, Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menyatakan bahwa masyarakat menjadi komponen utama dalam upaya mencegah virus radikalisme sejak dini.

Deteksi dini radikalisme amat penting untuk diketahui masyarakat dan harus dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Caranya dengan memberikan edukasi tentang radikalisme, terorisme, ajaran-ajarannya, dan lain-lain.

Dalam artian, pencegahan radikalisme memang penting sejak dari dalam rumah karena merupakan pendidikan pertama bagi anak-anak. Jika mereka sudah tahu arti radikalisme dan apa saja bahayanya maka tidak akan terpengaruh oleh paham berbahaya ini. Penyebabnya karena mereka sudah tahu apa saja tipu muslihat dari kelompok radikal dan penyebab radikalisme dilarang oleh pemerintah.
Pendidikan anti radikalisme di keluarga memang harus diberikan sedini mungkin, bahkan dari anak-anak balita. Tentu pengajarannya disesuaikan dengan usia mereka. Jika anak-anak sudah tahu bahaya radikalisme maka tidak akan kena bujuk kelompok radikal yang sudah berkeliaran di sosial media. Orang tua sudah memberi tahu bahwa radikalisme bisa merusak otak sehingga anak-anak menurut dan tidak mau terseret oleh jihad di tempat yang salah.
KH Amas Tadjudin melanjutkan, selain mengajarkan tentang anti radikalisme, maka keluarga bisa memberi edukasi tentang moderasi beragama, persaudaraan kebangsaan, dan persaudaraan keagamaan. Penyebabnya karena cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Dalam artian, anak-anak juga diajarkan tidak hanya cara untuk salat, mengaji, berdoa, dll. Namun mereka paham apa itu moderasi beragama, ketika dalam melakukan aturan agama ada di tengah-tengah dan tidak ekstrem kanan maupun kiri. Sehingga tidak akan menghina orang lain yang memiliki pandangan yang berbeda, seperti yang dilakukan oleh kaum ekstremis.
Anak-anak juga diberi edukasi tentang kebangsaan dan ditanamkan rasa nasionalisme yang tinggi dengan didongengi kisah para pahlawan perang kemerdekaan dan diajak untuk mengunjungi museum nasional. Dengan begitu mereka makin mencintai negaranya dan menjadi warga negara yang taat beragama sekaligus membela negeri.
Selain itu, untuk mencegah radikalisme maka di dalam keluarga juga ditanamkan rasa toleransi yang tinggi. Seorang ibu yang menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya mengajarkan bahwa ada 6 keyakinan yang diakui oleh pemerintah, dan ketika ada yang memiliki akidah berbeda tidak boleh dimusuhi. Anak-anak diajarkan bertoleransi dengan membina hubungan baik kepada semua kawan dan tetangga meski keyakinannya berbeda.
Pencegahan radikalisme memang harus dilakukan masyarakat karena mereka bisa sangat membantu pemerintah dan BNPT dalam menangkal paham berbahaya ini. Ketika di dalam keluarga sudah diajarkan tentang anti radikalisme maka anak-anaknya tidak mau diajak berjihad di jalan yang salah dengan menjadi bom pengantin. Mereka memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan menolak radikalisme mentah-mentah.
Radikalisme harus dicegah agar tidak makin meluas karena kelompok radikal sudah nongkrong di dunia maya dan menyebarkan pengaruh negatifnya di sana. Untuk memfilter radikalisme maka keluarga, terutama ibu, mengajarkan tentang bahaya radikalisme kepada anak-anak. Hasilnya mereka lebih bertoleransi dan tidak mau tercemari oleh radikalisme.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.