• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Keren, PLN Sabet Penghargaan Best of The Best CSR 2021

Keren, PLN Sabet Penghargaan Best of The Best CSR 2021

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 August 2021

PT PLN (Persero) berhasil meraih 3 kategori penghargaan pada ajang Indonesia CSR Award 2021 yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review bekerja sama dengan Ideku Group dan Indonesia Asia Institute.

Penghargaan ini diikuti oleh perusahaan nasional dan terkemuka di Indonesia baik lembaga keuangan maupun non keuangan mulai dari BUMN, BUMD, perusahaan swasta, bank, multifinance, asuransi, konstruksi, dan lain-lain.

Adapun tiga penghargaan yang diraih oleh PLN pada ajang penghargaan ini yaitu: The Best Indonesia Director for CSR of The Year 2021 yang diraih Syofvi Felienty Roekman selaku Diretur Manajemen Sumber Daya Manusia,
first The Best-CSR of The Year 2021 Category: State Owned Enterprises Company, dan The Best of The Best-CSR of The Year 2021 Category: State Owned Enterprises Company.

Acara penganugerahan bertema “CSR & Business Sustainability-Awakening During The Covid 19 Pandemic-2021” ini, diselenggarakan secara _hybrid_ dengan _system luring_ di Hotel Prama Sanur Beach Bali di Denpasar, Bali dan secara daring melalui _zoom meeting_ pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Pendiri Majalah Economic Review sekaligus Ketua Dewan Juri Hj Irlisa Rachmadiana mengatakan, banyak perusahaan di Indonesia yang sudah mendedikasikan diri untuk menjalankan program CSR sehingga tercipta _sustainability_ serta hubungan yang erat dengan penerima manfaat.

Kontribusi pada agenda pembangunan global “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” atau yang dikenal sebagai (SDGs – Sustainable Development Goals) yang terdiri dari 17 goals semakin banyak dirujuk sebagai indikator keberhasilan suatu program CSR di perusahaan.

Untuk itu, lanjutnya, Economic Review merasa patut untuk memberi apresiasi atas kepada perusahaan yang telah menjalankan program CSR secara baik dimana program-program yang dilaksanakan mampu mengelola risiko dan dampak negatif maupun positif perusahaan.

“Keteladanan perusahaan-perusahaan tersebut dalam melaksanakan CSR dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas. Hidup Terus CSR Indonesia!” ujar Irlisa.

Pada Kesempatan yang sama, Diretur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN, Syofi F Roekman berterima kasih atas penghargaan yang telah diberikan dan menyampaikan komitmen PLN atas tanggung jawab sosial.

“PLN berkomitmen senantiasa hadir menjalankan peran dan tanggung jawab sosialnya melalui program-program CSR yang berkelanjutan,” katanya.

PLN telah banyak melaksanakan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Sementara itu, Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Agus Yuswanta mengatakan, program CSR PLN selama ini selalu diarahkan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

“Misalnya, Electrifying Agriculture yang meningkatkan produktifitas hasil pertanian dengan teknologi listrik. Ada pula pengolahan FABA hasil produksi PLTU menjadi bahan bangunan rumah sehat layak huni, serta pengolahan Sampah sebagai bahan bakar energi terbarukan,” tambahnya.

Tanggung jawab sosial didefinisikan dalam ISO 26000 2010 merupakan kewajiban perusahaan dalam bertanggung jawab terkait dampak dan keputusannya terhadap masyarakat dan lingkungan yang dilakukan melalui perilaku yang etis dan transparan dan berkontribusi dalam mewujudkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati oleh bangsa-bangsa di dunia.

 

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.