• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Sport»Erick Thohir Calon Ketum PSSI Favorit Pilihan Publik

Erick Thohir Calon Ketum PSSI Favorit Pilihan Publik

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 16 February 2023

Menjelang penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), pemerhati sepakbola Tanah Air, Tommy Welly turut angkat bicara terkait popularitas Erick Thohir sebagai salah calon ketua umum PSSI.

Pengamat sepak bola tersebut mengungkapkan bahwa sejauh ini memang dari kacamata publik dan media, yang menjadi favorit adalah nama Erick Thohir sebagai calon kuat Ketum PSSI selanjutnya.

“Jadi dalam kacamata publik dan media memang favoritnya adalah Erick Thohir dan besoklah ditentukan siapa pemenangnya dengan masing-masing kelebihannya,” kata Tommy dalam sebuah diskusi di Stasiun Televisi pada Rabu (15/2)

Bukan tanpa alasan, pasalnya Menteri BUMN itu dinilai memiliki relasi yang luas bahkan dalam tataran internasional.

Karena dirinya pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan sekaligus memiliki kedekatan kuat dengan Presiden FIFA.

“Erick Thohir memiliki relasi internasional sangat kuat karena pernah memiliki Inter Milan, lalu juga relasi internasional dengan presiden FIFA juga menunjukkan kedekatan kuat, bisa menjadi faktor kelebihan itu,” ungkap Tommy Welly.

Diketahui bahwa memang akan terjadi pemilihan pada sejumlah pengurus di PSSI, mulai dari penentuan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum hingga Komite Eksekutif (Exco) yang dilakukan pada Kamis (16/2).

Melalui sosial media yang dimiliki oleh sejumlah calon, para kandidat mengemukakan visi dan misi yang dipunyainya, termasuk juga ada beberapa kontestan yang menyampaikan visi misi itu di ruang diskusi.

Terdapat satu misi yang seragam dimiliki oleh sejumlah calon, yakni mereka berjanji akan mampu membersihkan PSSI dari adanya mafia sepakbola.

Menanggapi hal tersebut, Tommy Welly menyatakan bahwa memang sejumlah visi misi itu hendaknya bukanlah hanya sekedar menjadi wacana saja, melainkan harus dilakukan dengan bentuk konkret.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa dengan Bung Towel itu menambahkan bahwa memang para pengurus harus benar-benar terdiri dari orang-orang yang bersih saja.

Pengamat sepakbola itu menambahkan bahwa jika hendak membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik, maka memang penyelenggaraan KLB hendaknya tidak hanya dianggap sebagai ajang penggantian ketua umum saja.

Melainkan, kata Bung Towel, bahwa juga harus benar-benar memperhatikan terkait bagaimana kualitas dari para pengurus.

Selain itu, sudah menjadi standard kriteria dalam memilih pemimpin PSSI adalah hendaknya sosok yang mampu memprioritaskan organisasi terlebih dahulu.

Dengan prioritas pada pengurusan organisasi, maka produk yang dihasilkan seperti kompetisi, prestasi dan kemajuan Timnas juga akan mengikuti.

“Intinya kita harus bisa memilih pemimpin yang terbaik, dan tentunya harus ada prioritas, yakni pemimpin yang bisa memprioritaskan organisasi terlebih dahulu, ketika itu sudah beres, maka produknya seperti Timnas dan kompetisi juga akan membaik,” pungkas Bung Towel.

 

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.