• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Ekonom CORE Indonesia: Presidensi G20 Menjadi Peluang Besar Prospek Ekonomi Indonesia

Ekonom CORE Indonesia: Presidensi G20 Menjadi Peluang Besar Prospek Ekonomi Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 November 2022

Ekonom CORE Indonesia: Presidensi G20 Menjadi Peluang Besar Prospek Ekonomi Indonesia

Indonesia secara resmi memegang mandat sebagai Presidensi G20 2022 untuk pertama kalinya. Sejak penetapan tersebut, Indonesia langsung mempercepat persiapan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-21 yang akan dihelat di Nusa Dua Bali pada 15-16 November mendatang.

Menurut Hendri Saparini, S.E, M.Phil, yang merupakan Pendiri dan Ekonomom CORE Indonesia. Kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah atau Presidensi G20 merupakan sebuah peluang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia, bahkan dapat memberikan pengaruh positif pada sektor lainnya.

“Terdapat kesempatan Indonesia untuk mengenalkan tidak hanya ekonomi dan kemajuan Indonesia, tetapi juga pandangan Indonesia terhadap ketidakpastian ekonomi dunia dalam memasuki fase recovery atau pemulihan,” Kata Hendri.

Tidak hanya mendorong negara-negara G20 memiliki pemahaman yang sama dalam pemulihan ekonomi, Hendri menambahkan semestinya perhelatan ini dapat mendorong negara-negara maju untuk memberikan keleluasaan bagi setiap negara untuk memilih kebijakan yang terbaik, baik secara global ataupun untuk kepentingan dalam negeri.

“Sebagai contoh kesepakatan untuk memasuki ekonomi dunia yang lebih hijau, bukan berarti harus menyepakati kebijakan, roadmap atau pilihan teknologi. Sebab, setiap negara G20 memiliki perbedaan struktur ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain,” ungkap Hendri.

Maka dari itu, Kata Hendri, mendorong pemahaman negara-negara dalam KTT G20 merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Dirinya pun berharap penyelenggaraan yang telah dilakukan pemerinta dalam setahun terakhir berjalan lancar dan dapat menutup mandat sebagai Presidensi G20 dengan memberikan kesan yang positif sebagai tuan rumah pertemuan Pucak KTT G20 ke-21.

“Selain itu juga mampu mempromosikan potensi ekonomi untuk industri dan perdagangan di Indonesia, sehingga negara maju mau berinvestasi di Inonesia,” harapnya.

Hendri pun berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat sisi positif dari penyelenggaraan KTT G20 tersebut. Masyarakat bisa ikut menyumbangkan pemikiran dan dukungan, serta yang terpenting memberikan masukkan kepada pemerintah.

“Sebab, pada dasarnya pekerjaan rumah yang ditinggalkan dari pertemuan nanti jauh lebih penting agar Indonesia mendapatkan manfaat yang lebih besar dan jangka panjang untuk kemajuan yang lebih inlusif,” tutup Hendri.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun turut menyampaikan hal yang sama. Ia meyakini bahwa forum G20 yang dilaksakan nantinya dapat membawa harapan sekaligus navigasi ketika terjadi krisis.

“Kami percaya G20 bisa menjadi sinyal harapan yang sangat positif, khususnya ketika terjadi krisis. Kepercayaan itu berdasarkan kenyataan sejarah ketika G20 bisa mengatasi krisis keuangan global,” ungkap Sri Mulyani.

Dirinya juga mengatakan bahwa sebagai tuan rumah Indonesia akan terus berupaya terus menularkan semangat kerja sama, kolanorasi, dan consensus bersama yang bermanfaat “Hal ini kami lakukan guna mencari solusi untuk mengatasi isu global dalam konteks semangat multilateral,” katanya.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.