• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Realisasi Investasi Topang Perekonomian Indonesia

Realisasi Investasi Topang Perekonomian Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 November 2022

Realisasi Investasi Topang Perekonomian Indonesia

Oleh : Abdullah

Perekonomian di Indonesia memang dipengaruhi oleh adanya investasi di Indonesia. Hal ini dikarenakan investasi mampu menyerap tenaga kerja sehingga mempercepat perputaran uang yang ada.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan bahwa perbaikan mobilitas dan konsumsi domestik akan meningkatkan kinerja investasi 2022, sehingga mendorong pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Investasi, tercatat pada kuartal III/2022 investasi langsung mencapai Rp 307,8 triliun atau tumbuh 42,1 persen (year on year) yoy, naik dari pertumnbuhan kuartal sebelumnya di 35,5 persen yoy. Kinerja teresebut ternyata ditopang oleh sektor manufaktur, transportasi dan pertambangan.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai bahwa capaian kinerja tersebut dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.

Agenda reformasi struktural dan birokrasi dapat memberikan manfaat bagi investasi di sektor-sektor efek pengganda atau output yang tinggi. Menurutnya, sektor yang diuntungkan seperti manufaktur dan konstruksi. BMRI juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,17 persen tahun ini, dengan pertumbuhan investasi di kisaran 4,0-5,0 persen.
Dalam publikasi risetnya, Andry menuliskan, Investasi diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun 2022. Seiring dengan permintaan domestik yang terus menguat di tengah membaiknya mobilitas masyarakat pasca pelonggaran PPKM, investasi diperkirakan akan melanjutkan siklus kenaikan.
Momentum investasi juga akan didukung oleh reformasi berkelanjutan di sektor hilir sumber daya alam karena reformasi telah berhasil menarik investasi yang signifikan ke sektor logam dasaryang kemudian sangat mendukung kinerja ekspor Indonesia.
Meskipun risiko resesi global meningkat, investasi asing (foreign direct investmen/FDI) tercatat memiliki kontribusi hingga 54,9 persen terhadap investasi langsung kuartal III/2022. Hal tersebut rupanya disebabkan karena harga komoditas yang tinggi, kemudahan aturan bisnis dan perizinan, hingga upaa merampingkan prosedur investasi.
Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 45,1 persen terharap investasi kuartal III/2022. Sektor terbesarnya adalah industri logam, barang logam, kecuali mesin dan peralaatan (14,3 persen investasi langsung); transportasi, gudang dan telekomunikasi (10,6 persen); perumahan, kawasan industri dan gedung perkantoran (9,4 persen); pertambangan (9,2 persen); serta listrik, gas dan air minum (8,8 persen).
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merasa optimis bahwa investasi akan menopang perekonomian pada tahun 2022, hingga tumbuh dalam rentang 4,7 persen sampai 5,5 persen.
Selain investasi, konsumsi rumah tangga yang perlahan meningkat karena akselerasi vaksinasi dan pembukaan beberapa sektor juga akan membantu pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.
Perry menyebutkan, inflasi memang akan meningkat tetapi pihaknya meyakini bahwa pada tahun 2022 tetap pada target dua persen sampai empat persen. Konsumsi yang membaik menurutnya akan didorong pula oleh perbaikan pertumbuhan kredit dan masifnya digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.
Sementara itu, defisit transaksi berjalan Indonesia akan meningkat tahun ini, meski tetap rendah di antara 1,1 persen sampai 1,9 persen, sehingga masih akan menopang stabilitas eksternal bersama dengan cadangan devisa yang kuat.
Maka dari itu, kondisi yang baik di dalam negeri tersebut akan menahan risiko yang datang dari global, seperti lonjakan inflasi negara-negara maju serta perubahan kebijakan beberapa bank sentral dunia.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, peningkatan angka realisasi investasi pada kuartal II-2022 sebesar 7,0 persen ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi oleh sejumlah pengamat ekonomi akan lebih dari 5 persen, melampaui kuartal I-2022.
Adapun investasi di luar Pulau Jawa mendapat kontribusi yang besar dari Provinsi Sulawesi Tengah yang berada di peringkat ketiga dan Riau di peringkat kelima. Selain kedua daerah tersebut, posisi lima besar diduduki oleh Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur yang masih memberikan kontribusi besar dalam realisasi investasi di triwulan ini.
Berkaitan dengan pencapaian realisasi investasi, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi akan adanya peningkatan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dirinya juga mengatakan bahwa dampak dari perbaikan tersebut bisa dilihat dari adanya kemajuan yang pesat atas empat KEK yang ditetapkan pada 2021, setelah diterbitkannya UU Cipta Kerja.
Sejumlah KEK yang dimaksud antara lain, KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic di Batam Provnsi Kepulauan Riau, KEK Lido di Provinsi Jawa Barat dan KEK Gresik di Jawa Timur. Keempat KEK tersebut dalam jangka waktu satu tahun telah merealisasikan investasi sebesar Rp 29,1 triliun dan lapangan kerja baru sebanyak 9.746 orang.
Nantinya, potensi investasi di KEK dapat lebih ditingkatkan sehingga lapangan kerja baru dapat semakin diperluas sehingga mampu meningkatkan multiplier effect yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah.
Realisasi Investasi di Indonesia masih diperlukan guna menopang perekonomian Indonesia, investasi inilah yang akan menimbulkan multiplier effect di mana perputaran uang akan semakin deras.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.