• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Dukungan Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Terus Mengalir

Dukungan Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Terus Mengalir

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 6 October 2019

Oleh : Ahmad Zulkarnain (Pemerhati Sosial Politik)

Dukungan terhadap pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai Presiden/Wapres terpilih terus mengalir. Bahkan masyarakat rela turun ke jalan guna untuk mengawal pelantikan Jokowi-Ma’ruf yang terpilih secara konstitusional melalui Pemilu 2019.
Banjir dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf sebagai Presiden/Wapres terpilih ini mulai memenuhi ruang publik.

Terlepas dari yang bersilang pendapat, namun bagi yang pro tentunya momentum ini sangatlah dinantikan. Pelantikan ialah puncak pesta demokrasi Pemilu tahun 2019 beberapa bulan lalu. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat sipil hingga pejabat tinggi negara. Ada yang membagikan bunga, spanduk, hingga poster kepada para pejalan yang lewat.

Salah satu pendukung Jokowi ialah Ketua Umum Ormas Projo Budi Arie Setiadi. Dirinya menyatakan bahwa telah mempersiapkan teknis pelantikan mantan walikota Solo tersebut. Ia turut memastikan jika akan ada jutaan pro Jokowi yang akan hadir dalam perhelatan ini. Meski hal ini sebagai wujud luapan kegembiraan, ia meyakinkan jika tak akan ada acara hura-hura setelah prosesi pelantikan dilaksanakan. Tak dipungkiri, ia masih merasakan kecemasan akibat gangguan dari penumpang gelap demokrasi. Namun, semangat menyambut gelar prosesi inaugurasi ini tak mengendurkan langkahnya.

Ditempat lain, Sejumlah warga menggelar aksi damai mendukung serta mengawal pelantikan presiden terpilih Joko Widodo yang akan diadakan pada 20 Oktober mendatang. Aksi damai yang bertempat di sekitar Sarinah, Jakarta Pusat ini mengajak peran serta masyarakat agar lebih peduli lagi dengan kepemimpinan Jokowi. Selain itu mereka juga mendengungkan ajakan perdamaian serta melawan berbagai upaya provokasi. Yang mana berimplikasi dalam penggagalan pelantikan ini.

Dukungan penuh lainnya datang dari aliansi bernama Aksi damai dari Alumni SMA Surabaya Bersatu ( ASSB ). Ormas ini membagikan bendera Merah Putih kecil kepada masyarakat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam orasinya, pihaknya menuntut pelantikan presiden dan wakil presiden ini harus dilaksanakan tepat waktu tanpa ada penundaan. Hal ini dikarenakan sedang ramainya penyuaraan agar prosesi ini ditunda.

Tak hanya soal dukungannya terhadap Jokowi, ormas ini juga menyampaikan aneka bentuk ajakan positif guna mewaspadai pergerakan yang tidak sesuai koridor dan aturan yang berlaku. Menghindari aneka bentuk adu domba serta provokasi dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Terlebih ramainya kabar hoax yang tersebar dan mengandung ujaran kebencian.

Massa juga mengimbau agar aksi unjuk rasa yang gencar dilancarkan para aktivis ini jangan sampai ditunggangi kelompok bersifat radikal. Selain itu ASSB, juga menyatakan beberapa poin sikap yang mana salah satunya ialah, Siap mengawal pelantikan Joko Widodo serta Ma’ruf Amin yang terpilih secara konstitusional. Mereka juga menyatakan sangat mendukung penuh proses demokrasi yang beradab dan sesuai aturan.

Termasuk himbauan kepada masyarakat khususnya kota Pahlawan guna menjaga ketertiban, ketenangan dan perdamaian.
Di sudut lain, Aksi relawan bernama Benteng Jokowi (BeJO) menyatakan siap mengawal pelantikan pada 20 Oktober 2019. Pihaknya menolak upaya sabotase dari kelompok tertentu yang berusaha menggagalkan pelantikan tersebut.

BeJO turut menyikapi kondisi terkini berkenaan dengan ramainya aksi demonstrasi di DPR serta beberapa wilayah lainnya. Maka dari itu BeJO yang berasal dari Aceh hingga Papua agar tetap tenang dan menjaga situasi semakin kondusif.

Pun dengan Keluarga Besar BeJo dengan tegas menolak aksi unjuk rasa yang berujung pada anarkisme, hal-hal berbau destruktif serta provokasi yang hanya bertujuan memperkeruh suasana. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh relawan pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf agar tetap solid serta tak mudah terprovokasi dengan situasi. Keluarga Besar Benteng Jokowi juga akan selalu mendorong serat siap berada digaris terdepan guna mengawal Pelantikan Presiden serta wakil Presiden 20 Oktober mendatang.

Disebutkan dalam acara konferensi pers ini BeJO turut melakukan pembacaan ikrar dukungan yang mana disampaikan oleh pengurus Dewan Pembina BeJO Kalimantan. Serta Selanjutnya perwakilan BeJO dari daerah pun akan ikut bersuara guna menyampaikan pendapatnya.

Seperti Nataniel Dasinapa, Ketua BejO wilayah Kabupaten Mamberamo Raya, Propinsi Papua menyatakan, bahwa Papua tetap mendukung penuh prosesi inaugurasi Jokowi-Ma’ruf Amin, karena hal ini merupakan suatu agenda negara.

Lain halnya dengan KH. Mastur Umar, yang menyatakan bahwa sah-sah saja ketika rakyat menyampaikan aspirasinya, namun harus tetap membuat situasi kondusif. Sehingga jangan sampai ada kerusakan serta merongrong kewibawaan bangsa. Karena tindakan nyata untuk menggulingkan pemerintahan yang sah serta melalukan hal-hal kerusakan sangatlah dilarang oleh agama Islam.

Turut bersuka cita, atas terpilihnya Presiden terpilih juga Wakil Presiden. Padamu harapan kami sandarkan, agar Indonesia semakin maju dan lebih kuat lagi. Semoga amanah 5 tahun kedepan akan mampu diemban dengan lebih optimal. Sehingga pemerataan kesejahteraan akan segera dapat diwujudkan.

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.