Oleh : Rahmat Siregar (Pengamat Sosial Politik) Menteri-menteri kabinet Indonesia Maju segera lancap gas pasca pelantikan. Hal ini dilaksanakan agar program pembangunan nasional dapat segera diwujudkan. Oleh karena itu, diharapkan dukungan semua pihak agar progam pembangunan dapat berjalan lancar. Layaknya suatu sistem pemerintahan yang tak mampu berjalan sendirian, dukungan secara mental dan psikis secara tak langsung membuat penerimanya merasa “sempurna”. Kaitannya dalam langkah menuju Indonesia lebih maju. Meski seringkali dinilai kecil, namun patronasi dari pihak luar sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja mereka di dalam pemerintahan. Sama halnya dengan Presiden yang akan “pincang” ketika tak ada dukungan dari menteri kabinetnya yang…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Muhammad Ikbal Pemerintah harus menyusun suatu strategi khusus, guna menangkal penyebaran paham radikal hingga lini terbawah. Paham radikal ini memang seringkali menjadi dalang dari tindakan anrkhis, serta terorisme. Pelakunya seperti telah “dicuci” otaknya menggunakan ajaran-ajaran yang menyimpang. Namun,sayangnya pelaku ini seakan tak sadar dengan penerapan ajaran yang mereka terima. Mereka hanya tahu jika ada pihak yang tidak pro, maka akan dianggap bersalah. Tindakan-tindakan berhaluan kiri ini tak hanya mendominasi di negeri sendiri. Bahkan, penyebarannya telah mendunia. Sebagai contoh ialah organisasi “ISIS” yang begitu kontroversial atau memiliki paham garis keras. Sepak terjang kelompok ini juga telah diakui rakyat dunia.…
Oleh : Ahmad Fahlevi (Pengamat Sosial Politik) Menag Fachrul Razi menegaskan tak akan ada sistem negara khilafah di Indonesia. Sebab, keberadaannya tak sesuai dengan ideologi Pancasila. Menag Fachrul juga terus berkomitmen untuk memberantas radikalisme yang menjadi ancaman nyata masyarakat. Polemik negeri khilafah seolah tak ada habisnya. Kelompok yang menginginkan sistem pemerintahan menurut syariat Islam agaknya akan terus menuai kontroversi. Bukan bermaksud meremehkan paham suatu agama. Sebab, sudah jelas NKRI adalah negara yang terkenal akan keragaman yaitu, suku, agama, ras dan budayanya. Sehingga jika Nusantara menerapkan sistem negeri khilafah, bagaimana dengan yang lainnya? Hal ini memang cenderung rumit, di satu sisi…
Oleh : ilham Aji (Pengamat Sosial Politik) Radikalisme di lingkungan Aparatur Sipil Negara ASN, tampaknya menjadi perhatian bagi Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang dengan tegas melawan penyebaran paham radikal di lingkungan ASN. Mantan wakil Panglima TNI tersebut menegaskan bahwa para ASN harus mencintai Tanah Air dan setia pada Pancasila. Fachrul mengatakan bahwa pada suatu ketika, dirinya mendatangi sebuah upacara di salah satu BUMN. Saat momen menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dirinya mendapati salah seorang pejabat tidak ikut bernyanyi. Ia masih berbaik sangka, mungkin sang pejabat sedang sakit. Dirinya pun bertanya, sang pejabat menjawab sedang tidak sakit, sontak Fachrul Meradang.…
Oleh : Sabby Kosay (Mahasiwa Papua) Janji Presiden Jokowi untuk mengabulkan permintaan masyarakat Papua terkait dengan Pemekaran Wilayah Papua tampaknya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie yang mengaku setuju atas rencana tersebut. Dirinya juga turut mendorong Presiden Jokowi agar segera menyusun undang-undang untuk merealisasikan rencana tersebut. Anggota DPD ini juga menuturkan, pernah ada undang-undang yang membagi tanah Papua menjadi Irian Jaya, Irian Jaya Barat dan Irian Jaya Tengah. Tetapi UU tersebut saat dibawa ke MK hingga sampai diputuskan bahwa Irian Jaya Tengah dibatalkan karena belum terbentuk. Sementara itu, dua provinsi lainnya…
Oleh : Muhammad Zaki (Pengamat Sosial Politik) Niatnya Ormas tersebut memang baik, yakni ingin menghancurkan keburukan maupun kemaksiatan yang ada, namun tindakan yang dilakukan FPI sudah kelewat, misalnya ketika memaksa warung agar tutup pada bulan puasa, penutupan tersebut-pun diwarnai ancaman dengan seruan nama Tuhan dalam anarkisme yang mereka tunjukkan. Almarhum KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap aparat kepolisian yang terkesan mendiamkan berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Front Pembela Islam (FPI). Saat itu kekesalan Gus Dur bukanlah tanpa alasan, kekesalan beliau memuncak ketika mendengar laporan sedikitnya 12 orang dari massa Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama (AKKBB)…
Penataan ulang Pelabuhan Benoa, Bali, yang sempat menimbulkan permasalahan berkepanjangan, kini berhasil diselesaikan dengan tuntas. Pelindo III akan segera melanjutkan pengerjaan berdasarkan desain yang baru, dan seluruhnya akan diselesaikan pada tahun 2023. Setelah menerima masukan dan usulan banyak pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, kelompok-kelompok masyarakat, konsep awal desain Dumping I dan Dumping II Pelabuhan Benoa kini berubah total. Hal tersebut tertuang dalam rapat koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pelindo III di Denpasar, 2 November 2019. Dalam desain baru tersebut, sebagian besar lahan diperuntukkan bagi hutan kota,…
Oleh : Amalia Hasti (Relawan Gerakan Literasi Terbit) Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoax, sas-sus, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Informasi sumir yang sudah usang datang silih berganti. Penyakit ini telah mewabah nyaris tak terperi. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, diperkirakan terdapat sedikitnya 1500 situs yang diduga menjadi produsen virus hoax, berita palsu, dan ujaran kebencian. Warganet atau Netizen sast ini menjadi sebuah komunitas dunia maya, namun nyata yang dirasa efektif janyalah menyebarkan informasi berita. Hanya bermodal gawai yang terisi kuota internet, konon agarv hidup jauh lebih berwarna. Tanpa…
Oleh : Anwar Ibrahim (Relawan Forum Pegiat Media Sosial Independen) Dahsyatnya elemen warganet jika bersatu membentuk gerakan nasional warganet yang positif dan berdampak bagi Bangsa. Bayangkan, Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, populasi Warganet Tanah Air mencapai 83,7 juta orang pada 2018. Dahsyatnya ledakan populasi warganet pastinya juga tak dimungkiri ada berbagai macam motif negatif yang kini dibuktikan dengan banyaknya beredar di internet dalam bentuk berita palsu. Berita-berita ini biasanya mengandung fitnah, kebencian, bahkan mengandung sentimen keagamaan yang tujuannya membangun radikalisme. Tentu saja hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu kerukunan antar umat yang selama ini sudah kita bangun bersama. Upaya pun sudah dilakukan pemerintah…
Oleh: Ilham Prayitno (Relawan Generasi literasi terbit) Kunjungan pertama pasca pelantikan presiden Joko Widodo adalah ke Papua. Tokoh No 1 di Indonesia ini terkenal dengan gerak cepatnya dalam menghadapi polemik. Tak hanya itu, sikapnya yang tenang dan bijakasana namun tegas dan tidak peragu juga merupakan nilai lebih, tak ayal banyak pihak yang mengunggulkan dan memgagumi dirinya. Bukan satu dua masalah yang terselesaikan, mungkin ada ratusan dan tak tersorot. Sesungguhnya, secara pribadi beliau ini adalah sosok yang hebat. Beliau berusaha selalu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Meski terkadang pro dan kontra menyerangnya. Patutlah, jika dirinya masuk ke dalam urutan…
Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke – 74 yang jatuh pada 27 Oktober, banyak aktifitas yang dilangsungkan keluarga besar PLN se-Indonesia, salah satunya adalah PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (UID Jabar) yang mengadakan acara bantuan Sepeda Listrik serta bantuan biaya sambungan listrik untuk warga Jawa Barat yang kurang mampu. Melalui momen HLN 74, PLN UID Jabar menyerahkan 10 Sepeda Listrik sebagai kendaraan ramah lingkungan untuk para pengunjung di Museum Gedung Sate, hal ini sebagai upaya mendukung Eco Moving sebagai salah satu program PLN UID Jabar yang sejalan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan Jabar Juara melalui program Safe…
Salah satu Calon Ketua Umum (Caketum) PSSI Sarman El Hakim punya gagasan menarik jika terpilih di Kongres nanti. Dirinya ingin agar PSSI keluar dari AFF secepatnya. Dirinya berpendapat, bahwa AFF sama sekali tidak memberikan manfaat lantaran tidak di bawah naungan AFC dan FIFA. “Sekarang begini, AFF bagian dari FIFA gak? Tidak. Sekarang kita kenapa selalu ikuti AFF?,” kata Sarman di acara diskusi Siwo PWI Pusat dan PSSI Pers di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Menurut pria yang telah mengkampanyekan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2022 ini menambahkan, PSSI selayaknya hanya mengacu pada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang merupakan anggota…