Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu sore, 4 Desember 2019, untuk membahas pengelolaan cadangan beras pemerintah. Di hadapan jajaran terkait yang hadir dalam rapat terbatas tersebut, Kepala Negara menekankan agar pemerintah benar-benar memiliki data ketersediaan produksi beras dalam negeri yang akurat dan terkonsolidasi. Data tersebut di antaranya seperti luas bahan baku lahan sawah di Indonesia hingga data riil mengenai produksi beras. “Saya harapkan data produksi beras betul-betul riil dan terkonsolidasi sehingga kita betul-betul memiliki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan dan tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah-langkah perbaikan yang akan kita…
Author: Kata Indonesia
Bencana banjir di Pinti Kayu Kabupaten Solok Selatan yang terjadi di pertengahan bulan November 2019 yang lalu masih meninggalkan duka dan trauma bagi para korban. PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat khususnya Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok pun turut mengalami kerugian yang disebabkan oleh rusaknya jaringan listrik dan tumbangnya puluhan tiang tegangan menengah (TM) di lokasi bencana. Berkat kesiapan dan kerja keras para personel di lapangan, PLN mampu memulihkan kondisi kelistrikan di wilayah terdampak banjir bandang secara bertahap. Hari ini, Selasa (3/12) PLN UIW Sumbar menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Solok Selatan senilai lima puluh juta rupiah. Bantuan…
Oleh : Rahmat Kartolo Reuni 212 digelar kembali, acara tersebut seakan menjadi magnet bagi beberapa orang untuk berbondong-bondong memutihkan monas. Namun ada hal yang cukup menjadi perhatian khusus, yakni keterlibatan anak-anak dibawah umur dalam acara tersebut, padahal semestinya mereka berada di sekolah untuk bermain dan belajar bersama teman-temannya, bukan turun ke jalan bersama orang tuanya. Peserta reuni 212 sudah mulai mendatangi kawasan Monas sejak pukul 19.00 WIB sehari sebelum pelaksanaan reuni atau pada 1 Desember 2019. Tak sedikit pula peserta reuni yang didapati membawa anak-anak hingga balita dalam kegiatan reuni akbar 212 dalam tahun ini. Padahal, reuni tersebut dilakukan mulai…
Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, Melalui Program Corporate Responsbility, PLN Peduli mengajak 2 mitra binaan yang dikelola oleh komunitas berkebutuhan khusus diantaranya adalah Koptul dan Batik Wistara. Kedua mitra tersebut mendapat kesempatan untuk memperluas penjualan melalui pameran yang dihelat di Plaza Tertutup pada tanggal 3-4 Desember 2019. Erwin, salah satu pendiri dari Koptul mengutarakan misinya di balik Koptul adalah penyebarluasan bidang industri hasil karya teman-teman difabel terutama dalam bisnis kopi, produksi, pelayanan, manufaktur dan distribusi. “Kami ingin agar Koptul menjadi wadah pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia dengan cara membentuk teman teman Tuli Indonesia lebih…
Oleh : Sabby Kosay Organisasi Papua Merdeka (OPM) selalu memperingati 1 Desember 2019 sebagai hari ulang tahunnya. Kendati demikian, masyarakat Papua dan Papua Barat tidak tertarik dengan perayaan kelompok separatis. Pasalnya, Desember adalah bulan suci yang didalamnya terdapat hari Natal. 1 Desember tampaknya menjadi hari yang ditunggu oleh kelompok separatis untuk merayakan ulang tahunnya, sehingga aparat kepolisian mengerahkan 1.300 personel untuk melakukan pengamanan di seluruh wilayah Papua. Selain itu 1 Desember juga merupakan hari penting di Papua, dimana hari tersebut merupakan hari pembuka untuk merayakan Natal bagi umat Kristen dan Katolik dari berbagai demonasi gereja. Sementara itu Kapolda Papua Irjen…
Oleh : Edi Jatmiko Menjelang HUT Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2019, beredar ajakan untuk mengibarkan bendera bulan bintang. Masyarakat Aceh pun menolak menaikkan bendera bulan bintang karena masih menjadi bagian utuh Indonesia. Sama halnya Papua yang memiliki OPM sebagai provokator untuk melepaskan diri dari NKRI. Aceh-pun memilik GAM (Gerakan Aceh Merdeka). GAM merupakan sebuah organisasi separatis yang memiliki tujuan agar Aceh merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik yang terjadi diantara pemerintah RI dan GAM ini disebabkan perbedaan keinginan yang telah berlangsung sejak tahun 1976 serta menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Gerakan ini juga populer dengan…
By : Jokist and Bustaman al Rauf The reuni of 212 had been done on December 2,2019 which was attended by approximately 7 until 15 thousands attendent. The amount of these actually had been decreased if we will compare with previously 212 moment. Decreasing people intention to come to 212 mass gathering was triggered by several factors such as December 2 is monday. Monday is workday so those people who were attended 212 mass gathering could be predicted they were not private company employee and government apparatus but 212 attender were came from traditional Islamic school or called as Pondok…
Oleh: Dodik Prasetyo London Bridge attacker Usman Khan was a convicted terrorist and, in the eyes of the law, a “threat to the UK.” So why was he released from prison early and paraded as an example of successful rehabilitation? 28-year-old Usman Khan stabbed two people to death and injured three others on Friday, before he was wrestled to the ground by members of the public and shot dead at point-blank range by police on London Bridge. Khan was wearing a fake suicide vest, and the incident is being treated as a terrorist attack by investigators. Khan was not the…
Oleh: Edi Jatmiko Layaknya mangsa, masyarakat menjadi sasaran yang empuk bagi Radikalisme berinkubasi. Masyarakat yang notabene masih mudah untuk terprovokasi selalu diimbau untuk mewaspadai pergerakkan radikalisme ini. Dilihat dari sejarah perkembangan paham radikal memang identik dengan Agama Islam. Padahal pada kenyataannya, agama Islam maupun lainnya tak pernah mengajarkan hal-hal menyimpang dan bersifat ekstrimis. Apalagi, Nabi besar junjungan umat Islam mengajarkan untuk bersikap baik kepada siapapun juga termasuk yang menyakiti diri kita. Di Indonesia sendiri memiliki jumlah muslim mayoritas. Mungkin inilah kiranya yang melatarbelakangi paham radikal menjadikan Nusantara sebagai sasaran radikalisme dan terorisme. Bahkan, seringkali pelakunya ialah orang Indonesia yang berafiliasi…
Oleh : Iqbal Fadillah (Pengamat Sosial Politik) Reuni Persaudaraan Alumni 212 telah digelar pada 2 Desember 2019. Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma’arif menegaskan telah mendapatkan ijin menggunakan Monumen Nasional (Monas) sebagai tempat acara dan beberapa tokoh yang diundang namun dipastikan tidak dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, karena melakukan kunjungan ke Turki. Sedangkan beberapa tokoh yang terkonfimasi oleh Panitia akan hadir diantaranya, Hidayat Nur Wahid, Fadli Zon dan Prof Didin Hafidhuddin. Namun dilansir berita Kompas.com, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, M. Isa Sarnuri mengatakan, pihaknya belum bisa mengeluarkan izin untuk Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar Munajat atau reuni akbar…
Jamaah 212 di kawasan Monumen Nasional, Senin (2/12), tidak henti meneriakkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2024. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan alasan pihaknya memberikan izin Reuni Akbar 212 diadakan di Monas, Jakarta. Ia mengungkapkan, bahwa pemberian izin dari Pemprov DKI yaitu demi kesetaraan bagi warga Jakarta. “Pemprov DKI memberikan kesempatan kepada seluruh warga untuk punya kesetaraan kesempatan menggunakan tempat ini sesuai dengan ketentuan yang ada. Jadi di sini ada begitu banyak kegiatan setiap akhir pekan bahkan hari-hari biasa,” katanya kepada wartawan, usai menghadiri Reuni 212, di Monas, Jakarta, Senin (2/12). Anies juga mengapresiasi peserta aksi Reuni Akbar 212 yang selalu…
Oleh: Yeremia Kogoya Tak adanya kelanjutan terkait pelaksanaan HUT OPM pada 1 Desember merupakan bukti jika organisasi Separatis ini memang ditolak keberadaanya. Mengingat, mereka hanya mendatangkan keresahan, kesengsaraan dan juga intimidasi. Gagalnya pelaksanaan HUT OPM ini memberikan bukti bahwa organisasi separatis yang bernaung atas nama Papua Merdeka ini di tolak! Bukan tanpa alasan, karena OPM dinilai telah banyak meresahkan dan mengancam ketenangan juga keamanan warga Papua. Mereka seringkali berbuat onar, dan tak segan menganiaya warga jika keinginan memisahkan diri dari NKRI tak didukung. Sehingga warga khususnya didaerah Papua gencar memberikan penolakan dan juga perlawanan terhadap organisasi separatis ini. Mereka tak…