• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Aceh Bagian Integral Indonesia

Aceh Bagian Integral Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 3 December 2019

Oleh : Edi Jatmiko

Menjelang HUT Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2019, beredar ajakan untuk mengibarkan bendera bulan bintang. Masyarakat Aceh pun menolak menaikkan bendera bulan bintang karena masih menjadi bagian utuh Indonesia.

Sama halnya Papua yang memiliki OPM sebagai provokator untuk melepaskan diri dari NKRI. Aceh-pun memilik GAM (Gerakan Aceh Merdeka). GAM merupakan sebuah organisasi separatis yang memiliki tujuan agar Aceh merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik yang terjadi diantara pemerintah RI dan GAM ini disebabkan perbedaan keinginan yang telah berlangsung sejak tahun 1976 serta menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Gerakan ini juga populer dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF). GAM sendiri dipimpin oleh Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade yang bertempat tinggal dan berkewarganegaraan Swedia. Namun, Pada tanggal 2 Juni 2010, ia mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, tepat sehari sebelum ia meninggal dunia di kota Banda Aceh.

Menurut sejarah, ketika Indonesia merdeka, Aceh menjadi salah satu wilayahnya. Rakyat Aceh juga dianggap berjasa besar bagi Republik lewat sumbangan dana guna pembelian pesawat terbang Seulawah—pesawat pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Namun, terjadinya keputusan Jakarta pada tahun 1950, yang menurunkan status Aceh menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara, menyulut kekecewaan warga Aceh yang kemudian melakukan perlawanan.
Akan tetapi, sejak tahun 2015 lalu telah berdamai dengan Pemerintah Indonesia. Pun dengan pengggunaan bendera Merah putih sebagai lambang negara. sehingga ketika terdapat provokasi untuk menaikkan bendera lain yakni bersimbol bulan bintang, mereka menolaknya mentah-mentah.
Pemerintah pusatpun agaknya telah jauh-jauh hari mempersiapkan antisipasi akan peristiwa seperti ini. Dengan cara mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007, berkenaan dengan Lambang Daerah.

Dalam PP ini disebutkan bahwa lambang atau bendera daerah tidak boleh menyamai sebagian atau keseluruhan dengan bendera negara lainnya, termasuk bendera RI ataupun bendera gerakan separatis. Di dalam PP itu dijelaskan pula mengenai contoh bendera separatis yakni bendera Bulan bintang di Papua serta bendera Bulan Sabit atau bulan bintang di Aceh.
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf telah Memastikan rakyat Aceh telah pro Negara Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, dirinya mengungkit perjanjian Helsinki yang mana butir-butirnya mampu diharapkan akan membuat Aceh lebih maju lagi.
Jadi, kemungkinan jika GAM akan bangkit lagi ini dianggap nol. Sebab, dalam perjanjian Helsinki tersebut diklaim tidak akan ada ruang guna melancarkan referendum.

Kemendagri kala itu, juga sempat urun pendapat terkait wacana referendrum Aceh yang digulirkan oleh Muzakir. Senada dengan Wiranto, Kemendagri menyatakan dalam perjanjian Helsinki antara GAM dan Pemerintah RI, tidak dikenal akan istilah referendum. Perjanjian Helsinki pun dinilai mampu mengakhiri konflik antara Aceh dengan Indonesia yang berlangsung selama hampir 30 tahun. Butir-butir kesepahaman ini akhirnya dituangkan atau diturunkan dalam UU No 11/2006 tentang Pemerintah Aceh.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa Aceh memiliki kekuasaan untuk menjalankan semua sektor publiknya. Kendati demikian, untuk urusan hubungan luar negeri, pertahanan, masalah fiskal, dan masalah terkait hukum masih jadi wewenang Pemerintah pusat.

Selanjutnya, dokumen perjanjian Helsinki ini ditengarai memuat enam pokok butir kesepakatan. Yang terdiri atas penyelenggaraan Pemerintahan di Aceh, Hak Asasi Manusia (HAM), perihal amnesti dan reintegrasi ke dalam masyarakat. Tak lupa pengaturan keamanan, pembentukan misi monitoring Aceh beserta penyelesaian perselisihan.

Berdasarkan data diatas, kecil kemungkinan GAM ini akan kembali hidup. Karena mereka secara teguh mengakui kedaulatan NKRI. Bahkan, mereka juga menyatakan kesejahteraan terbangun pasca bergabung dengan Indonesia. Jika mereka masih tergiur untuk mengibarkan bendera yang identik dengan kelompok separatis ini, tentunya mereka tak akan mampu bertahan hingga 14 tahun setelah tandatangan perjanjian damai dengan Indonesia, bukan?

Terlebih, Bendera Bulan bintang ini memang dilarang oleh negara. Oleh sebab itu, jika larangan tersebut tetap dilakukan akan ada tindak pidana yang menjeratnya.
Wilayah Aceh memang merdeka, namun mereka mengklaim jika kemerdekaan mereka tetap bersama Indonesia. Jadi, jika masih ada provokasi terkait pengibaran bendera larangan atau yang berindikasi ke arah gerakan separatis mereka tak ragu untuk melakukan penolakan maupun perlawanan. Yakni, guna menunjukkan statusnya sebagai warga Indonesia.

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

August 16, 2026

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

August 16, 2026

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan…

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa Jakarta – Semarak peringatan Hari…

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.