Oleh: Johan Apriadi (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Bandung) Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional dan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganannya. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih menuai kritik bahkan resistensi dari berbagai elemen masyarakat, yang cenderung menuntut agar tegas menyikapi ancaman serius lain, yakni radikalisme. Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan beralihnya fokus aparat keamanan yang dimanfaatkan oleh kelompok anti Pemerintah untuk memperburuk situasi dan kondisi. Hal tersebut, dijadikan peluang bagi gerakan radikalisme untuk membangun dan memperkuat sentimen negatif atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah. Baca juga: Suasana Ramadan di Azerbaijan, Cerita Dubes Hunan Bey Fananie Mulai Dari Musim Semi…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Rahmat Sholeh Tidak dapat dipungkiri, kasus kelaparan di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya Indonesia, banyak pula negara lain yang mengalami hal sama. Dalam hal ini pemerintah membuat serangkaian program, seperti Bansos untuk menangani kelaparan. Pemerintah membagikan 200 ribu paket sembako dan kepesertaan Kartu Prakerja beberapa waktu lalu. Upaya ini dilakukan guna menangani dampak tekanan ekonomi dari penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa pembagian paket sembako dan Kartu Prakerja akan dilakukan oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara. Pembagian tersebut telah sesuai dengan ketentuan tambahan anggaran bagi masing-masing program. Sekitar 5,6 Juta orang yang terdampak Pemutusan…
Oleh : Ahmad Prasetyo Penyebaran paham radikal selalu meresahkan masyarakat. Tingkah mereka semakin menjadi, apalagi setelah masa reformasi dan munculnya kebebasan publik. Kebebasan itu disalahartikan dengan kemauan mereka untuk seenaknya ingin mengubah dasar negara. Kaum radikal adalah penumpang gelap demokrasi Indonesia. Mereka tidak setuju akan pancasila dan UUD dan ingin mengubah konsep negeri ini dan menjadikannya sebagai pemerintahan yang otoriter. Radikalisme pun dihembuskan dari berbagai segi, agar masyarakat pelan-pelan setuju dengan langkah mereka untuk menjungkalkan pemerintahan. Berbagai cara dilakukan oleh kaum radikal, dan mereka tak segan untuk melakukan tindakan yang ekstrim seperti melempar bom molotov di tempat umum atau melempar…
Oleh : Zakaria Hari buruh tahun ini berbeda karena tidak ada demo. Masyarakat senang karena mereka menaati aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang salah satunya menghindari kerumunan. Buruh juga bahagia karena pemerintah selalu membela nasib mereka. Tanggal 1 Mei kemarin diperingati sebagai hari buruh sedunia dan biasanya selalu ada demo untuk memperingatinya. Namun berbeda dengan peringatan Mayday tahun ini. Tidak ada demonstrasi dan pengumpulan massa karena para pekerja menaati aturan untuk PSBB dan social distancing. Ketua KSPI (Konfederasi serikat pekerja indonesia) Said Iqbal menyatakan bahwa memang ia dan kawan-kawan tidak melakukan demo karena memahami masa prihatin saat pandemi Covid-19.…
https://youtu.be/yJgMgTMoU6s
Oleh : Zakaria Pemerintah pusat mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako bagi masyarakat di wilayah Jakarta senilai Rp 600.000 per bulan untuk menekan dampak pandemi Covid-19. Masyarakat pun mengapresiasi bantuan sosial dari Pemerintah karena dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pemerintah secara resmi telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, pemberian sembako ini bakal terus berlanjut hingga 3 bulan ke depan. Selain di Jakarta, pemberian sembako senilai Rp 600.000 per bulan ini bakal diberikan kepada warga terdampak corona yang berada di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Baca juga: Mewaspadai Kriminalitas…
Oleh: Yoga Utama (Blogger/Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik UBK) Nalar radikalisme yang ingin mendirikan khilafah masih hidup di benak para anggotanya. Nalar sangat sulit dideteksi dan dibasmi kalau tidak dengan secara serius dan terus menerus. Kita boleh bergembira dengan pembubaran HTI, tapi tugas kita belum selesai, masih banyak HTI-HTI lain yang berkeliaran. Nalar radikalisme yang selanjutnya bisa melahirkan aksis teror, yakni menganggap orang/pihak lain kafir dan halal darahnya sehingga harus dimusnahkan, masih terus ada dan mungkin masih berkeliaran di sekitar kita. Sama dengan kelompok Khawarij, secara kelembagaan sudah musnah berabad-abad yang lalu, tapi nalar Khawarij: kaku; mau benar sendiri; tekstualis;…
Oleh: Adrian Fattah (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Yogyakarta) “Permudahlah jangan persulit, berilah kabar gembira, jangan membuat orang lari” Itulah kalimat yang ditulis oleh Dr. KH. Malik Madany, M.A, sewaktu masih menjadi khatib ‘am PBNU beberapa waktu silam. Perkataan itu bukan hanya prinsip beragama, tetapi adalah prinsip kehidupan dan kemanusiaan. Dalam kondisi apapun seharusnya kita tidak boleh melakukan provokasi yang membuat orang lari, takut, dan cemas. Kita harus bisa membuat manusia bergembira, senang, dan damai. Dalam konteks format pemberitaan tentang Covid-19, kaidah ini sangat pas. Berilah kabar gembira dan jangan memprovokasi dan buat orang lari karena ketakutan. Kabar…
Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar, menyalurkan bantuan bahan makanan dalam sembako pada Jumat (1/5) sore kepada mahasiswa Papua asal Pegunungan Tengah yang sedang berkuliah di Jakarta, dan tidak dapat kembali ke Papua karena dampak dari Covid 19. Bantuan yang diberikan berupa 200 Kg Beras, 60 Kg Telur, Puluhan Bungkus Mie Instan, dan Minyak Goreng serta bahan makanan lainnya. Penyerahan bantuan tersebut diperuntukan untuk mahasiswa Papua yang berasal dari Kabupaten Lani Jaya, Yahukimo, Jayawijaya, dan Mamberamo Tengah, yang tinggal di 4 tempat yang berbeda. Bantuan tersebut diserahkan kepada Korwil, yang acara simboliknya dilakukan di Asrama Mahasiswa Jayawijaya di Kampung Makassar,…
Ramadhan tiba beberapa. Pikiran kita tentu sudah fokus bagaimana menjadikan bulan suci ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Karena selain menyimpan begitu banyak keutamaan dan keistimewaan, mungkin bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita. Tidak heran, jika banyak dari kita agak menafikan kebutuhan fitrah dalam hubungan biologis. Bagaimana mencari format yang tepat melakukan aktivitas ini tanpa harus menganggu aktivitas ibadah kita lainnya di bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman: “Dihalalkan bagi kamu bercampur dengan wanita istrimu pada malam shiyam.Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereke para wanita istri.” Baca juga: Wahai Istri, Begini 6 Tips Agar Bibir Kamu…
Oleh : Indah Rahmawati Radikalisme adalah paham berbahaya karena dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebarannya pun semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menyasar kalangan terdidik, baik di sekolah maupun di kampus. Kelompok radikal berani mengambil cara apa saja untuk mendapatkannya, termasuk dengan kekerasan seperti pengeboman dan pelemparan granat ke tempat umum. Waspadalah akan bahaya radikalisme di sekitar kita, mulai dari sekolah hingga kampus, karena murid-murid merupakan sasaran empuk dari kaum radikal. Masihkah Anda ingat berita tentang sekumpulan anak TK yang dengan santainya berjalan dan berpose di sebuah karnaval kampung, padahal mereka memakai baju dan penutup kepala hitam-hitam sambil…
Oleh : Rayyan Haris Adanya pandemi Covid-19 memang berimbas pada perekonomian tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia terkena dampaknya. Mengingat hal ini beberapa kebijakan mulai dibuat untuk menangani beberapa masalah. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan bebasnya pajak bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebelum ini, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun memberi usulan pada Presiden Joko Widod terkait pembebasan pajak pada para pelaku UMKM. Usulan ini merujuk pada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah China. Bukan tanpa alasan usulan itu diluncurkan. Pasalnya, pajak yang dikenakan itu dirasa cukup berat bagi para pelaku UMKM karena perhitungan pajak tidak…