• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Apa sih Kontribusi Mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk Meningkatkan Kesetaraan Gender?

Apa sih Kontribusi Mahasiswa Kedokteran Indonesia untuk Meningkatkan Kesetaraan Gender?

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 12 June 2024

Oleh: Arnawa Bhanu Wicaksana

Indonesia, yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, menghadapi tantangan yang kompleks dan berlapis dalam mewujudkan kesetaraan gender. Sebagai sebuah bangsa yang kaya akan keragaman budaya dan tradisi, Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk memperbaiki ketidakseimbangan gender yang telah lama ada. Namun, perjalanan menuju kesetaraan gender masih panjang dan penuh dengan rintangan.

Kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini memang patut diapresiasi, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghapuskan diskriminasi dan memastikan bahwa wanita dan pria memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang. Memperjuangkan kesetaraan di tempat kerja, dalam pendidikan, dan dalam setiap aspek kehidupan sosial-politik juga termasuk dalam ruang lingkup pembahasan ini. Sebagai agen perubahan, mahasiswa kedokteran memiliki kesempatan unik untuk mempengaruhi pandangan dan sikap masyarakat terhadap gender. Mereka dapat memanfaatkan posisi mereka untuk mendidik pasien dan kolega tentang pentingnya kesetaraan gender, serta untuk menantang norma-norma sosial yang ketinggalan zaman dan diskriminatif.

Sebagai calon dokter, mahasiswa kedokteran memiliki posisi unik untuk mempengaruhi perubahan sosial. Mereka berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat dan memiliki akses ke informasi dan sumber daya yang dapat digunakan untuk mendidik dan memberdayakan individu, terutama wanita dan anak perempuan. Salah satu area di mana mereka dapat membuat dampak besar adalah dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi.

Dengan pengetahuan medis mereka, mahasiswa kedokteran dapat memberikan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif dan berbasis bukti kepada masyarakat. Hal ini penting untuk memberdayakan wanita dan anak perempuan dengan pengetahuan dan alat yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan tentang kesehatan mereka sendiri. Dengan demikian, mereka dapat membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mengurangi angka kematian ibu, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan wanita dan anak perempuan secara keseluruhan.

Selain itu, mahasiswa kedokteran dapat berperan dalam memerangi stereotip gender dalam profesi medis. Dengan menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita dapat sukses dalam bidang kedokteran, mereka dapat membantu meruntuhkan hambatan gender dan mendorong lebih banyak wanita untuk memasuki dan berkembang dalam profesi ini. Hal Ini tidak hanya akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Dengan lebih banyak wanita dalam profesi medis, kita dapat berharap untuk melihat pendekatan yang lebih holistik dan empatik terhadap perawatan kesehatan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil kesehatan bagi semua orang.

Mahasiswa kedokteran juga dapat berperan dalam penelitian dan advokasi. Misalnya, mereka dapat melakukan penelitian tentang dampak ketidaksetaraan gender pada kesehatan dan menggunakan temuan mereka untuk mendorong pembuatan kebijakan yang lebih adil dan inklusif. Selain itu, mereka dapat menggunakan platform mereka untuk berbicara melawan diskriminasi dan kekerasan berbasis gender. Dengan mengambil sikap yang tegas terhadap praktik-praktik ini, mereka dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lebih inklusif bagi semua orang.

Dalam merealisasikannya, salah satu organisasi mahasiswa di Indonesia yang memiliki cabang di FK UNAIR telah bertahun-tahun melaksanakan upaya-upaya yang telah disebutkan sebelumnya. “Center for Indonesian Medical Student’ Activities” atau yang kerap dikenal dengan CIMSA UNAIR di FK UNAIR memiliki suatu divisi yang ranah kerjanya difokuskan ke kesehatan dan hak seksual reproduksi termasuk HIV dan AIDS. Divisi tersebut bernama SCORA “Standing Committee on Sexual & Reproductive Health and Rights Including HIV & AIDS” yang memiliki ranah kerja salah satunya terkait kesetaraan gender dan juga kekerasan berbasis gender. Bukti nyata dari upaya CIMSA UNAIR dalam memperjuangkan kesetaraan gender melalui pemberdayaan divisi SCORA adalah dengan mengadakan acara kolaborasi bersama divisi CIMSA UNAIR lainnya, yakni SCORP, untuk membuat serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait kesetaraan gender dan juga kekerasan berbasis gender yang kerap terjadi di Indonesia.

Dalam perjuangan untuk kesetaraan gender, setiap tindakan, tidak peduli seberapa kecil, penting. Mahasiswa kedokteran, dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengaruh mereka, berada dalam posisi yang baik untuk membuat perbedaan nyata. Dengan demikian, mereka tidak hanya dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara, tetapi juga dapat membantu memastikan bahwa semua orang, terlepas dari jenis kelamin mereka, memiliki akses ke perawatan kesehatan berkualitas tinggi yang mereka butuhkan dan pantas dapatkan. Dengan demikian, peran mahasiswa kedokteran dalam meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia sangat penting dan harus dihargai.

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.