• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun

AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 22 April 2026

AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun

Oleh : Rika Prasatya

Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kembali diluncurkan sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Aceh. Inisiatif ini tidak sekadar menjadi program pembinaan, tetapi berkembang sebagai gerakan kolaboratif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga sektor swasta.

 

Peluncuran kembali AMANAH menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan ruang bagi anak muda Aceh dalam mengembangkan potensi di berbagai sektor, seperti UMKM, industri kreatif, hingga inovasi berbasis digital.

 

Peran lembaga keuangan, khususnya Bank Indonesia, menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan program ini. Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng. telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini yang membahas peluang sinergi dalam mengoptimalkan berbagai fasilitas dan program pemberdayaan ekonomi yang dimiliki AMANAH di Kawasan Industri Ladong.

 

Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi. Mereka menilai AMANAH sebagai wadah strategis untuk mencetak wirausaha muda yang tangguh dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

 

Dalam pernyataannya, pihak Bank Indonesia menegaskan bahwa dukungan terhadap AMANAH merupakan bagian dari upaya memperluas basis ekonomi daerah melalui pemberdayaan generasi muda. Mereka juga secara aktif mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan teknologi.

 

Selain dukungan dari Bank Indonesia, kolaborasi dengan sektor perbankan syariah juga semakin diperkuat. AMANAH menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha muda. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek permodalan, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, literasi keuangan, serta penguatan manajemen bisnis.

 

Pihak AMANAH secara aktif menyatakan bahwa kolaborasi dengan BSI menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi generasi muda Aceh. Mereka menilai dukungan perbankan syariah sangat relevan dengan karakteristik masyarakat Aceh, sehingga dapat mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip syariah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut dan terbuka bekerja sama sepanjang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, BSI menjalankan tiga semangat utama dalam program pemberdayaan, yakni Sahabat Finansial, Sahabat Spiritual, dan Sahabat Sosial, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis nilai syariah.

 

Direktur AMANAH, Safwan Nurdin, menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak program. Ia menyampaikan bahwa AMANAH tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor agar mampu menciptakan perubahan yang signifikan.

 

Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ini. Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyatakan bahwa pemerintah siap menyinergikan program AMANAH dengan kebijakan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi, khususnya di sektor kreatif.

 

Pihaknya ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul dan hebat. Mereka harus kreatif, inovatif, dan tetap memiliki nilai-nilai budaya serta keislaman yang kuat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mendorong pemanfaatan fasilitas dan program yang ada agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, AMANAH memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor lain, seperti pertanian modern dan industri berbasis lokal.

 

Lebih jauh, Muharram menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan wirausaha muda. Ia menyebut bahwa keberhasilan program seperti AMANAH sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

 

Dengan semakin luasnya jaringan kerja sama yang terbangun, AMANAH kini berkembang menjadi lebih dari sekadar program pembinaan. Ia telah menjadi simbol gerakan kolektif untuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda Aceh. Pendekatan kolaboratif yang diusung memungkinkan terciptanya inovasi yang lebih relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Ke depan, AMANAH diharapkan mampu terus memperluas jangkauan program, baik dari sisi peserta maupun sektor yang digarap. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diyakini dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Peluncuran kembali AMANAH menandai babak baru dalam perjalanan pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 

)* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

June 14, 2026

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

June 14, 2026

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan *Jakarta* – Sekretaris Jenderal PDI…

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II  Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun. Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Isu Reformasi Jilid II yang berkembang di berbagai daerah perlu ditempatkan dalam kerangka demokrasi yang sehat. Kritik dan aspirasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun, perubahan yang diharapkan masyarakat tidak akan tercapai apabila penyampaian aspirasi justru menciptakan ketidakstabilan yang berdampak pada masyarakat sendiri. Demokrasi membutuhkan partisipasi aktif warga negara, tetapi juga memerlukan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan. …

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Ekonomi Indonesia Hari Ini Bukan Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Ekonomi Indonesia Hari Ini Bukan Krisis 1998 Oleh: Winna Nartya…

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menepis Seruan Reformasi Jilid II

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menepis Seruan Reformasi Jilid II Oleh: Joshua Timoti Rencana aksi massa…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.