• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 22 April 2026

AMANAH Aceh Diluncurkan Kembali, Ruang Kreatif Anak Muda Kian Terbuka

Aceh Besar – Suasana semarak dan penuh antusiasme mewarnai peluncuran kembali Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) di kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai penguatan peran AMANAH sebagai pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda Aceh yang semakin berkembang dan berdaya saing.

Relaunching berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, komunitas pemuda, serta pelaku industri kreatif. Beragam atraksi dan penampilan karya anak muda turut memeriahkan kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, demonstrasi teknologi, hingga pertunjukan kreatif yang menunjukkan potensi besar generasi muda Aceh di berbagai bidang.

 

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris mengatakan peluncuran kembali AMANAH menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul. “Kita memiliki fasilitas yang lengkap dan representatif. Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang, berinovasi, dan menciptakan karya yang bermanfaat,” ujarnya di tengah kegiatan.

 

Kemeriahan acara semakin terasa saat para peserta menampilkan berbagai inovasi di sektor digital, pertanian modern, dan industri kreatif. Pengunjung terlihat antusias mencoba berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari studio podcast, ruang kreatif, hingga area pengembangan produk lokal yang menjadi kebanggaan Aceh.

 

Direktur AMANAH, Safwan Nurdin mengatakan relaunching ini memperkuat posisi AMANAH sebagai pusat pengembangan talenta muda. “Hari ini kita melihat semangat luar biasa dari anak-anak muda Aceh. Ini menjadi energi besar untuk terus melahirkan inovasi dan karya nyata,” katanya.

 

Tidak hanya menjadi ajang seremonial, kegiatan ini juga menghadirkan sesi interaktif, pelatihan singkat, serta diskusi kreatif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Atmosfer kolaboratif terasa kuat, memperlihatkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem kreatif yang dinamis.

 

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kehadiran AMANAH membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengekspresikan potensi mereka. “Fasilitas ini luar biasa dan menjadi jawaban atas kebutuhan generasi muda yang ingin berkembang dan berkarya,” ungkapnya.

 

Dengan peluncuran kembali yang berlangsung sukses dan meriah, AMANAH semakin menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda Aceh. Energi kreativitas yang terpancar dari kegiatan ini mencerminkan optimisme baru dalam membangun masa depan daerah yang lebih maju melalui tangan-tangan muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

June 14, 2026

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

June 14, 2026

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan *Jakarta* – Sekretaris Jenderal PDI…

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II  Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun. Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Isu Reformasi Jilid II yang berkembang di berbagai daerah perlu ditempatkan dalam kerangka demokrasi yang sehat. Kritik dan aspirasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun, perubahan yang diharapkan masyarakat tidak akan tercapai apabila penyampaian aspirasi justru menciptakan ketidakstabilan yang berdampak pada masyarakat sendiri. Demokrasi membutuhkan partisipasi aktif warga negara, tetapi juga memerlukan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan. …

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Ekonomi Indonesia Hari Ini Bukan Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Ekonomi Indonesia Hari Ini Bukan Krisis 1998 Oleh: Winna Nartya…

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menepis Seruan Reformasi Jilid II

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menepis Seruan Reformasi Jilid II Oleh: Joshua Timoti Rencana aksi massa…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.