• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Relaunching AMANAH Diapresiasi sebagai Lompatan Hilirisasi dan Industri Kreatif Pemuda Aceh

Relaunching AMANAH Diapresiasi sebagai Lompatan Hilirisasi dan Industri Kreatif Pemuda Aceh

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 23 April 2026

Relaunching AMANAH Diapresiasi sebagai Lompatan Hilirisasi dan Industri Kreatif Pemuda Aceh

ACEH BESAR – Relaunching Gedung AMANAH di Aceh menuai apresiasi luas sebagai langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi ekonomi kreatif yang sejalan dengan arah pembangunan nasional. Pengaktifan kembali fasilitas ini dinilai menjadi simbol kebangkitan ekosistem kreatif daerah yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan penciptaan nilai tambah dari potensi lokal.

 

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tidak lagi terbatas pada sektor sumber daya alam, melainkan telah merambah industri kreatif sebagai penggerak baru ekonomi nasional.

 

“Hilirisasi industri kreatif menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah, dari produk asing menjadi produk lokal yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Teuku Riefky Harsya.

 

Apresiasi terhadap relaunching AMANAH muncul karena pendekatan yang diusung dinilai mampu menjawab tantangan klasik industri kreatif, seperti keterbatasan pembiayaan, akses pasar, hingga perlindungan karya. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, AMANAH diproyeksikan menjadi ruang tumbuh yang mendorong lahirnya pelaku kreatif unggul dari Aceh.

 

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf memandang kehadiran kembali AMANAH sebagai penguat sinergi lintas sektor yang selama ini menjadi kebutuhan utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

 

“Relaunching AMANAH merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan membuka peluang kerja yang lebih luas,” tegas Muzakir Manaf.

 

Pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas dinilai menjadi kekuatan utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas. AMANAH tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan, tetapi juga sebagai ruang integrasi ide, teknologi, dan pasar yang saling terhubung.

 

Apresiasi juga datang dari Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad yang menilai relaunching ini sebagai titik awal konsolidasi besar dalam membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.

 

“Momentum ini menjadi penguat bagi seluruh pihak untuk beralih dari pendekatan saling menyalahkan menuju kolaborasi yang solutif dan berorientasi hasil,” pungkas Dr. Saifullah Muhammad.

 

Lebih jauh, pengembangan hilirisasi berbasis komoditas lokal seperti kopi dan nilam dipandang sebagai langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Pemanfaatan teknologi dan penguatan ekosistem usaha menjadi bagian penting dalam memastikan produk lokal mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

 

Relaunching AMANAH pada akhirnya tidak hanya dipandang sebagai peresmian fasilitas, tetapi sebagai langkah maju yang patut diapresiasi dalam membangun fondasi ekonomi kreatif Aceh. Dengan sinergi yang terus diperkuat, hilirisasi kreatif diyakini mampu menjadi motor pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

June 14, 2026

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

June 14, 2026

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tolak Reformasi Jilid II, Kedepankan Gotong Royong dan Jaga Persatuan *Jakarta* – Sekretaris Jenderal PDI…

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II  Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun. Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Isu Reformasi Jilid II yang berkembang di berbagai daerah perlu ditempatkan dalam kerangka demokrasi yang sehat. Kritik dan aspirasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun, perubahan yang diharapkan masyarakat tidak akan tercapai apabila penyampaian aspirasi justru menciptakan ketidakstabilan yang berdampak pada masyarakat sendiri. Demokrasi membutuhkan partisipasi aktif warga negara, tetapi juga memerlukan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan. …

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Ekonomi Indonesia Hari Ini Bukan Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Ekonomi Indonesia Hari Ini Bukan Krisis 1998 Oleh: Winna Nartya…

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menepis Seruan Reformasi Jilid II

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Menepis Seruan Reformasi Jilid II Oleh: Joshua Timoti Rencana aksi massa…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.