• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Indonesia Tawarkan Upaya Konkret Penanganan Air Dalam WWF ke -10

Indonesia Tawarkan Upaya Konkret Penanganan Air Dalam WWF ke -10

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 21 May 2024

Indonesia Tawarkan Upaya Konkret Penanganan Air Dalam WWF ke -10

Oleh : Puji Ardiansyah

Rangkaian pertemuan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Nusa Dua, Bali menghasilkan diskusi yang konstruktif dalam rangka penguatan kerjasama penanganan berbagai permasalahan air dunia. Negara-negara peserta Forum Air Dunia ini menyatakan komitmen global dalam kontribusinya membentuk masa depan kelestarian air. Indonesia mendorong inisiatif konkret dalam World Water Forum ke-10 tersebut.

Untuk pertama kalinya sejak World Water Forum digelar, persoalan air dunia dibahas di tingkat kepala negara atau High Level Meeting. Presiden Joko Widodo menegaskan World Water Forum ke-10 sangat strategis untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mewujudkan manajemen sumber daya air terintegrasi.

Tiga hal yang konsisten didorong Indonesia antara lain, pertama meningkatkan prinsip solidaritas dan inklusivitas untuk mencapai solusi bersama, terutama bagi negara-negara pulau kecil dan yang mengalami kelangkaan air. Indonesia juga mendorong pemberdayaan hydro-diplomacy untuk kerja sama konkret dan inovatif, menjauhi persaingan dalam pengelolaan sumber daya air lintas batas.

Bagi Indonesia memperkuat political leadership merupakan kunci sukses berbagai kerja sama menuju ketahanan air berkelanjutan.

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan empat inisiatif baru yang diusung oleh Indonesia dalam World Water Forum ke-10 yakni penetapan World Lake Day, pendirian Center of Excellence di Asia Pasifik, tata kelola air berkelanjutan di negara pulau kecil dan penggalangan proyek-proyek air.

Dalam pidato yang disampaikan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa air bukan sekedar produk alam, tapi merupakan produk kolaborasi yang mempersatukan kita sehingga butuh upaya bersama untuk menjaganya. Sehingga kondisi Too much water maupun too little water, keduanya dapat menjadi masalah bagi dunia

Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong mengatakan, peran Indonesia dalam WWF 2024 tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga memberikan contoh konkret dalam pengelolaan air. Melalui forum ini, Indonesia memperlihatkan keberhasilan Pembangunan 56 bendungan yang dilakukan selama pemerintahan Presiden Jokowi pada WWF di Bali. Selain itu, kearifan lokal dalam memperlakukan air, seperti sistem subak, juga menjadi bagian dari pengalaman para delegasi. Delegasi telah diajak mengunjungi persawahan di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali untuk melihat sistem pengairan pertanian khas Pulau Dewata tersebut.

Ia berharap, WWF 2024 tidak hanya sebagai sebuah ajang diskusi, tetapi juga menghasilkan perubahan positif dalam perlakuan terhadap air di seluruh dunia. Dia juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), akademisi, dan kelompok masyarakat seperti petani dan masyarakat adat agar semangat dalam memperlakukan air ke arah yang lebih baik bisa menjadi sebuah gerakan di level global.

Sebagai negara yang menghadapi tantangan besar dalam isu krisis dan ketahanan air, pangan, energi, kesehatan, dan dampak serius dari perubahan iklim, Indonesia sebagai tuan rumah memastikan bahwa WWF ke-10 tidak hanya menghasilkan diskusi yang produktif, tetapi juga keputusan politik yang dapat diimplementasikan dan memiliki dampak jangka panjang. Kesuksesan forum ini menjadi salah satu tolok ukur kemampuan Indonesia dalam berkontribusi dan beradaptasi dalam tatanan global yang dinamis dan penuh tantangan.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air, Firdaus Ali mengatakan WWF ke-10 menjadi pertemuan monumental untuk mentransformasi semua kebijakan, agar bersama-sama menyongsong masa depan membuat air menjadi sumber kehidupan, pertumbuhan, kedamaian. Melalui WWF 2024 Indonesia menekankan peran penting air dalam kehidupan semua makhluk hidup. Mengingat berbagai tantangan air global seperti kelangkaan, pencemaran, dan bencana alam akibat perubahan iklim, Indonesia ingin menjadikan air sebagai sumber kesejahteraan dan perdamaian, bukan sumber konflik.

Menurut Firdaus Ali, masalah air telah menjadi isu utama dalam berbagai acara dan deklarasi internasional, termasuk tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Salah satu tujuan dalam SDGs yang diadopsi oleh PBB pada 2015 adalah menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Tujuan ini harus dicapai pada tahun 2030.

Pada kesempatan berbeda, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja mengatakan, Indonesia memberi pengaruh besar terhadap arah kebijakan di bidang air ini. Ia menjelaskan, sejak awal, pada berbagai forum dunia, Indonesia memang konsisten mendorong persoalan air untuk dibahas di level tertinggi. Harus ada dorongan kuat dari para pengambil kebijakan.
Dalam lanskap global yang terus berubah, perubahan iklim dan tantangan terkait sumber daya air akan terus menjadi isu kritis yang memerlukan respons global. Sebagai tuan rumah WWF ke-10, Indonesia memiliki kesempatan unik untuk memimpin perubahan tersebut dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya siap menghadapi tantangan ini, tetapi juga proaktif dalam mencari solusi yang akan membawa kesejahteraan bersama.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Lingkungan

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Jakarta – Pembahasan RUU Perampasan Aset…

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.