• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Cara Jokowi Cawe- cawe Mengambil Alih Golkar ke Tangannya

Cara Jokowi Cawe- cawe Mengambil Alih Golkar ke Tangannya

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 29 February 2024

Oleh: Didi Zam Zami (Netizen Kota Demak)

Kericuhan dan kerusuhan politik di Indonesia tidak kunjung habisnya. Setelah kemarin diterjang banyak sekali masalah-masalah politik yang dapat memecah belah, muncul lagi beberapa masalah politik yang sekiranya menyalahi aturan berpolitik maupun aturan norma yang terdapat di Indonesia.

Jokowi, biang keladi kericuhan politik beberapa bulan belakangan ini. Ia tak segan-segan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya seorang presiden lakukan. Semua Ia lakukan agar dapat terus memegang kendali atas Indonesia, walaupun sudah diatur oleh undang-undang bahwa seorang pemimpin maksimal hanya bisa memimpin Indonesia selama 10 tahun. Namun dengan akal bulusnya, Ia berhasil ‘menitipkan’ anaknya dan melakukan segala cara agar anaknya maju sebagai calon wakil presiden. Dengan kekuasaan dan kekuatan uang, Gibran Rakabuming sekarang menyandang gelar sebagai calon wakil presiden terpilih yang jika ini bertahan hingga akhir penghitungan suara, artinya Jokowi secara tidak langsung ‘memimpin’ Indonesia lagi selama 5 tahun ke depan.

Tentunya untuk 5 tahun ke depan, Jokowi butuh tempat yang nyaman dan aman bagi dirinya untuk berlabuh. Contohnya 5-10 tahun lalu, Jokowi memilih PDIP untuk menjadi partai politik naungannya. Saat Ia sudah naik daun, Ia malah berkhianat kepada PDIP dan lebih memiliiih berdiri secara independen dan membangun dinastinya sendiri. Namun nampaknya, dinasti yang baru saja Ia buat tak cukup kuat untuk menopang dirinya 5 tahun ke depan sehingga Ia tetap butuh partai politik yang ingin dijadikan ‘mangsa’ dan dijadikan objek pembantu agar Ia dapat lebih bebas dan lebih kuat memimpin negeri ini secara tidak langsung.

Terpilihlah salah satu partai politik terkuat di Indonesia selain PDIP yang telah Ia khianati, yakni partai Golongan Karya (Golkar). Golkar dianggap merupakan sasaran empuk oleh Jokowi karena sebagian besar visi misi Golkar mendukung terlaksananya program-program yang sedang Jokowi kembangkan dan tidak dapat diselesaikan hingga masa akhir menjabat. Dengan perantara anaknya dan partai politik yang besar, tentu akan mudah mendapatkan hati rakyat dengan mengiming-imingi pembangunan yang merata dan kesejahteraan rakyat.

Intervensi semacam ini harus lebih diwaspadai oleh Golkar, karena kemungkinan besar partai Golkar akan diambil alih oleh Jokowi dan semata-mata hanya untuk melaksanakan kepentingannya saja, bukan kepentingan partai politik sebagai organisasi yang bersatu. Golkar harus sadar bahwa partai politiknya terancam untuk dikuasai oleh Jokowi dan dinasti politiknya, Jokowi terlihat tidak ingin melanjutkan PSI sebab partai tersebut masih tergolong kecil dan tidak dapat membuat dirinya ‘berkuasa’ di Indonesia.

Pertemuan-pertemuan yang didasarkan kepada kepentingan koalisi pemilihan umum harus diartikan sebagai ancang-ancang Jokowi sedang memperdaya Golkar agar dapat menerima dirinya sebagai seseorang yang terhormat dan layak dijadikan ketua umum. Rekam jejak Jokowi yang buruk dengan parpol juga harus diwaspadai oleh Golkar sebab tidak ada yang mengetahui akal bulus Jokowi yang pada akhirnya memilih untuk mengkhianati partai Golkar yang sudah ingin ‘menampungnya’.

Tentang Jokowi, tidak memilih berdiri sendiri tapi milih berkoalisi sama oligarki. Tentang Golkar, dikenal sebagai wadah politik kelompok oligarki. Skenario jokowi dengan golkar adalah membuat barisan nasional partai partai taklukan di bawah golkar sebagai kekuatan dominan. Inilah jalan jokowi menghancurkan demokrasi dengan menguasai arus dominan ke depannya. Ini baru skenario politik dinasti menembus lewat taun 2045.

Dengan adanya desas-desus ini, Jokowi telah menggerus suara PDIP ke arah partai Golkar. Terlihat bahwa Ia ingin pengikutnya mengikuti dirinya dan mengganti pedoman politik dari PDIP ke arah yang Jokowi ridhoi.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.