• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Ulah Jokowi Bagi Bansos, Beras Langka Bikin Rakyat Menjerit

Ulah Jokowi Bagi Bansos, Beras Langka Bikin Rakyat Menjerit

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 13 February 2024

Oleh: Dini Kusna (Netizen Brebes)

Bantuan sosial yang digelontorkan oleh pemerintah selama ini tak ada masalahnya sama sekali. Kedua pihak yang diberi merasa senang dan kepentingan terpenuhi. Program pemerintah terselesaikan dan perut masyarakat pun ikut kenyang, semua senang. Skenario tersebut berjalan lama sampai keegoisan tingkat tinggi dari Jokowi menyerang. Bansos tak lagi fokusnya untuk kepentingan penerima, namun membantu kampanye pemberi.

Tak heran sekarang Jokowi telah makin terang-terangan membela paslon nomor dua. Ia sudah banyak ‘ketahuan’ dan tidak ada jalan untuk pulang ke jalan yang benar. Jadi untuk apa terus mengikuti hukum? Lebih baik melanjutkan keberpihakan dan tetap menjadi presiden yang tak kenal keadilan. Bau keberpihakan sebenarnya sudah tercium oleh masyarakat, namun karena kedudukannya yang sangat tinggi, rakyat bak di-dzolimi dan tak dapat berbuat apa-apa.

Sebagai ‘bahan’ kampanye, bantuan sosial dicurahkan kembali secara besar-besaran. Atas nama pemerintahan, rakyat diminta untuk tutup mulut dan ambil bansosnya tanpa tahu kepentingan di baliknya. Padahal, mereka semua yang menerima tahu bahwa bansos tersebut didasarkan kepada adanya kepentingan kampaye pasangan calon tertentu. Bagaimana tidak, tren bansos memasuki pemilu kian melonjak naik drastis.

Saat ditanya, Jokowi tak mengakui bahwa ada kepentingan kampanye di balik pembagian bansos yang masif menjelang pemilu ini. Alasannya adalah untuk menekan inflas harga pangan dan mencegah lonjakan harga pangan. Namun apa yang terjadi sebenarnya? Saking masifnya pembagian bansos tersebut, stok bahan pangan menjadi menipis dan harganya pun naik drastis. Gula, minyak menjadi langka dan yang paling parah, beras bulog dan premium sangat susah didapatkan sekarang. Hal ini tentu berlawanan dengan apa yang Jokowi katakan. Karena kita semua tahu bahwa perkataan Jokowi selalu tak sesuai dengan perbuatannya.

Kenaikan harga yang berarti kelangkaan stok beras bulog dan premium sudah terjadi sejak November 2023, tepat setelah terjadinya gemuruh politik Indonesia yang disebabkan oleh naiknya Gibran sebagai calon wakil presiden menerobos MK dan juga tepat saat perhelatan kampanye dimulai. Mulai dari tanggal diadakannya kampanye, rakyat ternyata sudah menderita akibat naiknya harga beras ini. Lantas, apalagi faktornya kalau bukan karena projek mega-bansos yang dilakukan Jokowi untuk memastikan stok beras di Indonesia cukup untuk anaknya.

Jokowi biarkan rakyat yang tidak terkena projek mega-bansos ini kelaparan dan sengsara karena bahan makanan pokoknya direbut. Melihat berita ini, bukannya merasa bersalah dan mengakui bahwa bansos adalah penyebab semua ini, Jokowi seperti biasa hanya bisa menyuruh-nyuruh bawahannya untuk terjun langsung ke pasar guna menyelesaikan permasalahan ini. Kita tahu bahwa hanya terjun ke pasar tidak dapat menambah stok beras, stok dan harga beras hanya bisa balance jika pemasukan dan pengeluaran beras juga balance.

Panik, bawahan Jokowi yang juga memang terafiliasi dengan pasangan calon tertentu pun angkat bicara. Erick Thohir Menteri BUMN dan Bayu Krisnamurthi kepala BULOG menjelaskan bahwa kelangkaan beras disebabkan iklim yang tidak tentu. Lantas rakyat bertanya-tanya, iklim yang tidak tentu ataukah permintaan Jokowi untuk bansos yang tidak tentu?

Masyarakat yang tahu kenaikan harga beras ini didasarkan kepada kepentingan politik hanya bisa memohon untuk menurunkan kembali harga beras agar dapat kembali seperti sedia kala. Mereka juga berharap tidak ada kepentingan kampanye yang merugikan masyarakat, kampanye itu seharusnya dilakukan secara bersih dan putih, bukan secara kotor dan hitam.

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.