• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Waspada KAMI Memprovokasi Rakyat dengan Hoax

Waspada KAMI Memprovokasi Rakyat dengan Hoax

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 28 October 2020

Oleh : Zakaria

Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia tidak sesuai dengan namanya. Karena mereka tak berniat menyelamatkan negeri ini. Namun justru menjerumuskan banyak orang dengan menyebar hasutan ke media sosial. Sehingga banyak yang mau berdemo untuk tolak omnibus law. Padahal materi yang digunakann untuk diprovokasi hanya berita palsu.

Indonesia saat ini masih rawan hoax karena derasnya arus informasi. Sehingga ada yang tidak tahu bahwa berita yang dibaca valid atau malah palsu. Penyebab lain dari peredaran berita palsu ini adalah minimnya kemampuan literasi. Ada orang yang bisa membaca tapi tak memahaminya lebih lanjut. Bahkan hanya membaca judul lalu menyimpulkan sendiri.

Kelemahan orang Indonesia inilah yang dimanfaatkan baik-baik oleh KAMI. Mereka sengaja menyebarkan hoax tentang omnibus law. Tujuannya agar rakyat percaya, lalu berbalik melawan pemerintah. Masyarakat jadi panas dengan hasutan KAMI, lalu mengadakan demo di depan gedung DPR RI sampai berkali-kali. Juga mendukung para buruh dan mahasiswa untuk berunjuk rasa.

Akhirnya KAMI kena batunya saat ada 8 anggotanya yang tertangkap. Saat petinggi KAMI Medan dicokok aparat, terungkap fakta mengejutkan. Ia dan segenap anggotanya berusaha memprovokasi rakyat agar tak hanya berunjuk rasa, tapi juga bertindak beringas. Tujuannya agar massa yang mengamuk itu bisa dihasut agar memakzulkan presiden. Persis seperti reformasi 1998.

Skenario makar ini sangat mengerikan, andai benar-benar terjadi. Karena yang dirusak tak hanya gedung DPR RI, namun juga toko dan pusat perbelanjaan. Mall tak hanya dihancurkan tapi dijarah isinya. Kebakaran di mana-mana. Semua ini mirip dengan kejadian tahun 1998 yang akan dinostalgilakan oleh KAMI. Padahal hal ini menimbulkan trauma bagi banyak orang.

Baca juga: Destinasi Kuliner Malam Hari Di Jakarta Pusat, Semuanya Populer!

Percakapan mengenai hasutan yang akan disebarkan itu terdapat di sebuah grup WA. Dari obrolan tersebut, ada beberapa macam hoax yang akan di-share oleh para anggota KAMI. Mulai dari tuduhan bahwa gedung DPR RI boleh diserbu pendemo karena isinya adalah para maling. Padahal di era Presiden Jokowi (sejak 2014) korupsi sudah dibabat habis-habisan.

Anggota KAMI juga akan menyebarkan hoax mengenai klaster investasi yang ada di omnibus law. Memang pemerintah Indonesia memudahkan masuknya investor asing ke Indonesia. Namun mereka menyebarkan isu SARA karena yang akan masuk adalah investor dari RRC. Padahal tak hanya investor asing, namun investor lokal juga dimudahkan untuk menanamkan modal.

KAMI sengaja mengangkat isu investor karena ada sebagian kecil orang yang takut mendengar kata ‘asing’. Seakan-akan yang datang dari negeri lain selalu berkonotasi negatif. Investasi juga tidak bisa disamakan dengan penjajahan atau perbudakan. Karena perusahaan penanaman modal asing hanya bisa memiliki maksimal 49% saham.

Hasutan lain yang disebarkan oleh mereka adalah kewajiban membawa bom molotov. Ini adalah provokasi paling gila, karena KAMI mendorong pendemo untuk membawa benda berbahaya. Apalagi cara membuat bom molotov relatif lebih mudah daripada senjata lain, dan bahannya bisa didapatkan di toko kimia.

Jika KAMI berteriak mengapa anggotanya ditangkap, maka ini adalah drama paling menjengkelkan. Bagaimana bisa mereka playing victim sedangkan kesalahannya sangat besar? Sudah merencanakan makar, membawa benda berbahaya, berpotensi melukai orang lain, masih merasa tak berdosa. Sungguh terlalu.

Masyarakat jadi heran, gemas, dan antipati terhadap KAMI. Lebih baik singkatannya diganti jadi koalisi aksi makar, karena tidak ada tindakan nyata dari mereka untuk selamatkan Indonesia. Kebencian mereka yang subjektif membuat rencana-rencana gila keluar dan membahayakan banyak orang.

Jangan ada lagi kalangan yang mempercayai KAMI karena mereka semakin memanfaatkan kepintarannya. Sayangnya tidak dalam bidang yang benar, namun otaknya digunakan untuk memprovokasi orang lain. serta membuat hasutan dan menyebar hoax di media sosial dengan semena-mena.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing

August 28, 2026

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

August 28, 2026

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing   Oleh : Abdul Razak Transformasi pendidikan terus didorong pemerintah melalui penguatan akses sekaligus pembaruan cara belajar. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sementara pengembangan kurikulum digital diarahkan agar proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Penguatan tersebut salah satunya terlihat dari penyusunan modul pembelajaran digital untuk Sekolah Rakyat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah menyerahkan 1.018 konten modul pembelajaran kepada Kementerian Sosial sesuai kebutuhan program. Seluruh modul akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) sehingga dapat diakses secara digital oleh guru maupun peserta didik. Direktur Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, Ahmad Yani menjelaskan, ribuan konten tersebut mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang SD hingga SMA. Penyusunan dilakukan selama dua tahun, dengan 322 modul dari 63 mata pelajaran diselesaikan pada tahun lalu dan 696 modul dari 114 mata pelajaran rampung pada tahun ini. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut terdiri atas 73 mata pelajaran untuk SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA. Setiap konten dirancang dalam beberapa bagian, mulai dari pendahuluan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, latihan, hingga tes formatif. Ahmad Yani menjelaskan modul digital memiliki karakter berbeda dibandingkan buku teks elektronik atau e-book. Pada jenjang SD, materi dibuat lebih ringkas, sederhana, dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Untuk SMP, materi disusun dengan kedalaman menengah, bahasa komunikatif, serta aktivitas pembelajaran yang lebih beragam. …

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar Jakarta – Sekolah Rakyat memasuki babak…

Presiden Prabowo Bakal Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) secara resmi memastikan bahwa Presiden Republik Indonesia,…

Hadiri Seminar UI, Kepala BIN Herindra Dorong Regulasi Antispionase untuk Jaga Kedaulatan

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Hadiri Seminar UI, Kepala BIN Herindra Dorong Regulasi Antispionase untuk Jaga Kedaulatan JAKARTA — Kepala…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.