• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Wah Begini Akibat Keseringan Memarahi Anak

Wah Begini Akibat Keseringan Memarahi Anak

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 3 October 2020

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Menjadi orangtua memang sulit. Banyak hal yang harus dipikirkan, kadang saking lelahnya mood akan menjadi sangat berantakan, alhasil bawaannya ingin marah apalagi jika anak dirumah susah untuk diatur. Bahkan lebih tidak baik lagi, jika marah kepada anak dilakukan ketika sedang dalam proses mendidik.

Marah adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi, karena hal ini merupakan salah satu bentuk emosi dasar seseorang. Namun menjadi tidak wajar apabila marah diekspresikan dengan cara yang berlebihan bahkan berujung pada tindakan fisik seperti mencubit, memukul, menendang, dan tindakan negatif lainnya.

Dilansir dari indtimes.com begini dampak negatif anak yang sering dimarahi oleh orangtuanya, berikut penjelasannya :

1. Menurunnya Rasa Kepercayaan Diri Pada Anak
Anak yang tumbuh menjadi seorang yang penakut bisa jadi penyebabnya karena anak sering kena marah orangtua dalam waktu yang lama. Anak akan merasa pendapatnya selama ini kurang dihargai karena selalu salah di mata orangtuanya.

Pada hal ini, maka anak akan memiliki krisis kepercayaan diri, sehingga keinginannya untuk berinisiatif dalam melakukan suatu hal menjadi tidak ada, karena mindsetnya sudah terlanjur takut disalahkan nantinya. Apalagi saat anak ingin melakukan hal-hal yang baru dalam hidupnya.

Cobalah untuk melibatkan anak dalam setiap kegiatan, misalnya dengan membiarkan si kecil membantu ibunya membersihkan rumah. Jika ia melakukan kesalahan jangan langsung dimarahi, namun bimbing dengan penuh kelembutan. Yang perlu diingat adalah membuat sebuah kesalahan merupakan bagian dari pembelajaran.

Baca juga: Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Penanganan Covid-19

2. Menjadi Pribadi Yang Tertutup
Anak yang sudah sering menjadi sasaran kemarahan orangtua, akan menjadi pribadi yang lebih tertutup. Dia enggan untuk bercerita dan lebih memilih memendamnya sendiri karena ia takut dimarahi nantinya. Maka tidak heran jika melihat anak nantinya akan cenderung menarik diri dari lingkungannya dan menjadi anak yang anti sosial.

Dari pada menuntut buah hati untuk menjadi anak yang terbuka, lebih baik cobalah untuk mengajak anak melakukan hal yang positif seperti pergi ke taman bermain, berolahraga bersama, mengikuti les melukis, atau hal apapun yang ia sukai agar ia dengan perlahan mulai terbuka.

3. Mengalami Depresi
Hal ini yang paling menyeramkan jika terjadi kepada anak. Ketika anak selalu merasa dimarahi dan disalahkan oleh orangtuanya, ia cenderung menyimpan kesedihannya sendiri. Anak akan merasa stres, dan memiliki tingkat kecemasan berlebih sehingga ia akan mudah panik.

Anak merasa orangtua yang seharusnya menjadi sosok pembimbing, dapat mengayomi dan menjadi sahabat baginya baik dalam keadaan senang, maupun ketika dunia sedang tidak bersahabat dengannya. Namun saat yang didapatkan anak justru sebaliknya, ia akan merasa tidak dicintai. Sehingga akan terasa sangat sulit baginya untuk menjalani hidup.

Maka dari itu jangan memarahi anak, sebagai orang tua lebih baik kita intropeksi diri dan memperbaiki kebiasaan buruk ini. Jika tidak, ini akan berdampak pada kesehatan mental anak. Jangan sampai anak jadi melakukan hal-hal fatal lainnya seperti menyakiti diri atau enggan bertemu dengan orang lain.

4. Menurunnya Prestasi Belajar Anak
Ketidakpercayaan diri, suasana hati yang selalu murung serta stres yang ia rasakan akan membuatnya sulit berkonsentrasi. Sehingga menurunnya prestasi baik di sekolah atau ditempat lainnya sangat mungkin terjadi. Dan hal penting yang perlu diketahui oleh para orangtua adalah, satu bentakan atau perkataan kasar saja dapat membunuh lebih dari satu miliar sel otak anak saat itu juga.

5. Anak Cenderung Menjadi Pemarah
Anak akan meniru kebiasaan orangtuanya dirumah sejak lahir. Apapun yang dilakukan orangtua akan terekam dimemori anak. Jika orangtua sering memarahi anak jangan heran jika anak anda nantinya akan menjadi seorang yang pemarah juga.

Maka dari itu janganlah melakukan hal negatif ini kepada anak kita sendiri, banyak cara untuk menyelesaikan masalah atau mendidik anak selain menggunakan kekarasan lisan atau tindakan. Jangan sampai anda menyesali perbuatan anda sendiri nantinya.

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

April 22, 2026

Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

April 22, 2026

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat

By Kata IndonesiaApril 22, 20260

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Fondasi Ekonomi Desa Diperkuat Jakarta – Menteri Koperasi,…

Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaApril 22, 20260

Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional Jakarta – Program…

Bijak Menyikapi Kasus Air Keras dengan Menghormati Hukum

By Kata IndonesiaApril 21, 20260

Bijak Menyikapi Kasus Air Keras dengan Menghormati Hukum Oleh Angga Yudhistira Kasus penyiraman air keras…

Hukum Harus Diberi Ruang: Menjaga Integritas Proses dalam Kasus Air Keras

By Kata IndonesiaApril 21, 20260

Hukum Harus Diberi Ruang: Menjaga Integritas Proses dalam Kasus Air Keras Oleh: Fahri Aditya Nugraha…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.