• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Ulama Imbau Umat Muslim Cegah Penularan Covid-19

Ulama Imbau Umat Muslim Cegah Penularan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 9 May 2020

Oleh : Rahmat Soleh

Virus Covid-19 belum pergi dari Indonesia dan korbannya masih saja bertambah. Untuk mencegah peyebarannya, ulama mengimbau umat islam untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta menaati fatwa MUI.

Covid-19 adalah virus mematikan yang belum ada vaksinnya. Ketika sakit corona, maka dada akan sesak dan hilang selera makan dengan drastis. Pasien juga wajib diisolasi di ruangan khusus. Penyakit ini membuat masyarakat waswas karena takut tertular dan selalu melindungi diri dengan masker ketika keluar rumah. Orang-orang juga berusaha menaati aturan untuk stay at home dan social distancing serta jarang keluar dari hunian, kecuali jika sangat terpaksa.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tangani Pandemi Covid-19 Secara Menyeluruh

Selain memakai masker, pencegahan virus corona juga dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh. Semua orang jadi memakai hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman serta lebih sering mencuci tangan dengan sabun dan di bawah air mengalir.

Setelah bepergian, maka langsung ganti baju dan madi serta keramas untuk mencegah penularan virus ke anak-anak yang ada di dalam rumah. Lantai, gagang pintu, dan seluruh bagian dari hunian juga dibersihkan serta disemprot disinfektan agar lebih bersih.
Bagi kaum muslim, maka selain rajin cuci tangan dengan sabun, ternyata berwudhu juga bisa mencegah penularan virus covid-19.

Muslimin wajib berwudhu setidaknya 5 kali sehari, dan gerakannya seperti mencuci tangan, kaki, dan berkumur, sangat baik untuk membersihkan diri dan mencegah penularan penyakit corona. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan Muhyiddin Junaidi, wakil sekjen Majelis Ulama Indonesia, yang mengimbau umat islam untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dengan cara berwudhu.

Muhyiddin menyatakan bahwa berwudhu memang bisa menolak penularan corona asal dilakukan dengan cara yang benar. Maksudnya adalah ketika wudhu, tangan dicuci sampai ke sela-sela jari, berkumur dengan durasi minimal 10 detik, dan mencuci kaki hingga bagian lutut. Jadi wudhunya tidak asal-asalan agar cepat selesai.

Umat islam berwudhu sebelum salat, jadi dilakukan 5 kali sehari. Jika perlu, tambahlah frekuensinya. Misalnya setelah mandi pagi langsung berwudhu. Ketika batal karena hadas kecil, maka bisa wudhu lagi. Maka tubuh akan lebih bersih dan juga akan terhindar dari virus covid-19. Badan Anda akan jadi lebih higienis dan juga menambah pahala.

Cara lain untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan menaati fatwa MUI untuk salat jamaah di rumah saja. Memang jadinya terasa kurang wajar, apalagi di bulan ramadhan ini, lebih afdol untuk salat di masjid. Namun tentu fatwa MUI dikeluarkan karena ada alasannya. Ketika kita salat di masjid, walau sudah cuci tangan, pakai masker, dan bawa sajadah sendiri, akan ada potensi untuk kena tular virus covid-19. Bisa dari sesama jamaah maupun di perjalanan menuju tempat ibadah.

Ulama sudah menekankan, salat tarawih dan jamaah di rumah juga berpahala. Jangan memaksakan diri untuk beribadah di masjid, dan menanggung resikonya. Taatilah fatwa MUI agar semua orang sehat dan tidak tertular corona. Jangan merasa kesal karena tidak bisa salat di masjid. Ingatlah bahwa Nabi juga pernah salat di rumah, jadi tidak ada salahnya ibadah di rumah saja.

Umat islam dihimbau untuk ikut menghalau corona agar tidak terus tertular dan menyebar ke seluruh daerah di Indonesia. Taatilah imbauan MUI untuk menjaga kesehatan dan kebersihan dengan berwudhu, agar potensi penularan virus covid-19 makin kecil. Selain itu, ikuti juga aturan untuk salat di rumah saja dan tidak pergi ke masjid untuk sementara. Salat di dalam hunian juga masih berpahala, dan mengamankan Anda dari potensi tertular corona.

Penulis aktif dalam Pustaka Institute Jakarta

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.