• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Tingkatkan Imunitas Waspadai Dampak Perubahan Iklim

Tingkatkan Imunitas Waspadai Dampak Perubahan Iklim

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 17 June 2023

Tingkatkan Imunitas Waspadai Dampak Perubahan Iklim

Oleh : Putri Dewi Nathania

Pentingnya terus meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh masing-masing kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk terus mewaspadai diri sendiri dalam menghadapi adanya dampak perubahan iklim yang membuat cuaca menjadi ekstrem dan serba tidak menentu seperti sekarang ini.

Memang saat ini, bisa dikatakan telah terjadi sebuah cuaca ekstrem, yang mana terkadang cuaca sangat panas, namun juga terkadang diselingi dengan adanya hujan dan bahkan terjadi secara bergantian. Tentunya seluruh cuaca yang ekstrem tersebut sudah berada di luar batas normal akibat adanya perubahan iklim.

Adanya cuaca ekstrem yang terus berganti secara signifikan dan sudah berada di luar batas normal tersebut, juga berpengaruh terhadap kesehatan bagi masyarakat, khususnya untuk anak-anak dan juga para masyarakat lanjut usia (lansia) yang akan lebih rentan jika dibandingkan dengan orang dewasa pada umumnya.

Terkait dengan adanya cuaca yang ekstrem tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam sebuah risilnya menyampaikan bahwa di sejumlah wilayah di Tanah Air, seperti Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ternyata masih akan dilanda dengan adanya cuaca panas dengan puncaknya diprediksi mulai pada bulan Juni hingga bulan September 2023 mendatang.

Pada beberapa wilayah di Indonesia pada beberapa pekan terakhir ini terus dilanda dengan cuaca panas yang terasa sangat menyengat, khususnya ketika pada siang hari. Sehingga, tidak jarang adanya keluhan dari masyarakat terdengar mengenai betapa panasnya cuaca yang mereka rasakan di beberapa wilayah tersebut.

Bahkan, tidak jarang pula, karena cuaca yang begitu panas dirasakan sangat menyengat oleh masyarakat tersebut, membuat aktivitas di luar ruangan pun menjadi terasa tidak nyaman lagi. Termasuk juga, terkadang pada malam hari pun, efek panas masih saja bisa dirasakan sehingga seringkali membuat orang menjadi kegerahan dan berkeringat.
Mengenai bagaimana dampak yang akan terjadi akibat adanya cuaca yang ekstrem tersebut, Ketua Umum (Ketum) Ikatan Dokter Anak Indonesia, Pimprim Basarah Yanuarso mengungkapkan bahwa adanya perubahan iklim dapat memicu berbagai macam dampak yang buruk, khususnya bagi anak sebagai salah satu kelompok yang rentan, utamanya akan berpengaruh kepada anak berusia 0 hingga 18 tahun.
Sementara itu, organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) dalam sebuah rilisnya juga menjelaskan bahwa terdapat setidaknya ada 3 (tiga) poin utama dari dampak perubahan iklim, yakni dampak langsungnya terhadap kesejatan melalui adanya perubahan ekosistem dan juga pola perilaku dari manusia dan satu poin lainnya adalah akan berdampak pada kesehatan sebagai akibat dari bencana alam yang berpotensi akan terjadi terkait dengan perubahan iklim ini.
Sehubungan dengan adanya peringatan dari WHO tersebut, Wali Kota Makassar, Muh Ramdhan Pomanto mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bisa terus meningkatkan keaspadaan diri mereka masing-masing dengan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari.
Pengurangan aktivitas di luar ruangan sebagai salah satu upaya kewaspadaan diri dalam menghadapi dampak perubahan iklim ini terlebih mengingat bahwa Indonesia sendiri merupakan daerah yang tropis.
Terlebih, ketika misalnya tubuh dan kulit langsung terpapar dengan cuaca panas, maka secara fisiologis juga akan berpotensi menimbulkan terjadinya vasodilatsi pada pembuluh darah di kulit sebagai upaya mekanisme tubuh dalam menghilangkan panas. Adanya termoregulasi itu diatur oleh sistem saraf pusat di hipotalamus dan juga sumsum tulang serta diatur oleh sistem saraf perifer di kulit dan juga organ.
Lebih lanjut, ketika membahas adanya manifestasi penyakit sebagai akibat dari panas yang bervariasi tersebut, maka akan mulai dari adanya gejala yang ringan hingga berat. Beberapa gejala ringan antara lain adalah heat edema, heat rash, heat crumps dan juga heat syncope.
Sedangkan untuk gejala beratnya adalah seperti heat stroke yang bahkan dapat mengancam jiwa. Kemudian, upaya kewaspadaan diri lainnya yang mampu dilakukan adanya dengan adanya suhu panas yang ekstrem tersebut, agar jangan sampai masyarakat mengalami dehidrasi, maka dari itu, memang menjadi sangat penting adanya memberikan cairan yang cukup bagi tubuh.
Kepala BMKG Samarinda, Riza Arian Noor menyampaikan bahwa saat ini memang kondisi cuaca sedang tidak stabil. Bahkan biasanya pada saat pagi hari terjadi panas terik, namun ketika sore hari menjadi gelap dan hujan deras. Seluruh pergantian dan ketidakstabilan cuaca tersebut merupakan salah satu efek dari adanya peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat juga untuk tetap mampu menjaga dan meningkatkan imunitas mereka atau daya tahan tubuh mereka, sebab, apabila kondisi fisik sedang tidak bugar, maka biasanya akan rentan dan mudah terserang penyakit. Bukan hanya itu, namun masyarakat juga diimbau agar bisa tetap waspada dengan adanya dampak lain seperti banjir, longsor hingga angin kencang sebagai serangkaian perubahan iklim ini. Dengan adanya kewaspadaan ini maka diharapkan dapat terhindar dari hal-hal buruk.
)* Penulis adalah kontributor Lembaga Media Perkasa

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.