Opini

Tangkal Radikalisme dan Intoleransi Dengan Tegakkan Pancasila

Oleh: Riski Firmansyah (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Semarang)

Bangsa ini terbentuk oleh konstruksi sosial masyarakat yang adil, damai, dan mempunyai semangat persatuan dalam wadah yang satu, yaitu Indonesia. Berafiliasi membangun kebaikan secara nasional (menyeluruh) dalam sejuta kebaikan bersama. Akan tetapi secara teoretis, ideologi yang terbentuk sebagai struktur sosial tersebut, saat ini sedang terasingkan oleh paham-paham di luar tubuh Indonesia yaitu radikalisme.

Sejatinya, kesadaran secara prinsip, legalitas, dan formalitas kebangsaan mulai terancam punah. Bangsa ini sedang berada pada level “warning” yang berarti darurat ancaman secara keamanan masyarakat dan pertahanan secara geografis. Hingga mewabah kepada ancaman bagi kedaulatan negara ini.

Baca juga: Bersama Lawan Corona yang Mengancam dan Hoax Corona yang Menikam

Ancaman ini dimulai dari pemaparan paham-paham radikalisme yang akan merambat kepada tindakan masyarakat dari berbagai aspek. Refleksi Teoritis di Tengah Darurat Radikalisme di Indonesia saat ini adalah ancaman yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Karena struktur paham tersebut bertujuan untuk memecah-belah. Berusaha membongkar pertahanan negara. Serta mewabahnya penyakit yang membunuh kepentingan secara konstitusional yang berdampak kepada kekalahan jika kita tidak segera untuk menanggapi ancaman tersebut.

Pentingnya membela Pancasila dalam menanggulangi ancaman radikalisme tersebut adalah membangun paradigma berpikir serta bertindak yang sesuai dengan ideologi Pancasila. Artinya, ini merupakan prinsip kebangsaan kita yang harus kita pakai agar rumah Indonesia ini tetap berada di taraf konstruksi sosial masyarakat yang benar-benar ber-sosial dengan baik. Karena ideologi ini sejatinya melindungi prinsip personal dan menebarkan semangat persatuan dalam merangsang kesadaran sosial dalam menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.

Rekonstruksi Bela Negara

Maka langkah rekonstruksi dari akar rumput problematika kebangsaan kita saat ini sebenarnya terletak kepada cara bagaimana kita menyembuhkan masyarakat dengan terus memberikan suplemen ideologi kebangsaan yaitu Pancasila. Agar tidak terkontaminasi oleh ancaman radikalisme yang telah mengakar hingga menjadi peringatan bagi bangsa ini. Maka jelas bahwa membela Pancasila dalam menanggulangi ancaman radikalisme tersebut adalah membangun paradigma berpikir serta bertindak yang sesuai dengan ideologi Pancasila.

Langkah ini sebenarnya adalah pemupukan ulang ideologi Pancasila kepada seluruh masyarakat dari setiap lapisan. Utamanya kepada bibit-bibit muda yang akan menjadi generasi harapan bangsa ini. Pembelaan ini bersifat menjaga, melindungi, menyebarkan paham ideologi kebangsaan tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat.

Karena membela negara berarti berusaha menjaga rumah kita agar tidak terkontaminasi oleh paham-paham yang berusaha menghancurkan tatanan sosial masyarakat kita bangun. Semoga, darurat radikalisme bagi bangsa ini akan segera terselesaikan dengan kita memupuk kembali kesadaran akan pentingnya membela ideologi Pancasila sebagai prinsip hidup kita sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Share
Published by
Kata Indonesia

Terpopuler

Pesantren Darul Amanah Indonesia: Sistem Keamanan Haji Saudi Semakin Canggih dan Nyaman

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal KH. Muhammad Fatwa menghadiri halalbihalal dengan Duta Besar Saudi…

4 hours ago

Resmi! Amran Sulaiman Kini Punya Hak Pilih Direksi BUMN Pangan Atas Restu Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan…

7 hours ago

Jeritan Hati Rakyat Soal PHK, Pulung Agustanto: Pemerintah Harus Segera Bertindak!

Ekonomi Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan akibat berbagai kondisi yang berdampak ke tanah air. Perang…

7 hours ago

Kepuasan Publik dan Legitimasi Program MBG

Kepuasan Publik dan Legitimasi Program MBG Oleh : Rivka Mayangsari Dukungan publik terhadap pemerintahan Presiden…

7 hours ago

MBG dan Tingginya Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah

MBG dan Tingginya Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah Oleh: Asep Faturahman Program Makan Bergizi Gratis…

7 hours ago

Miris! Demi Cuan, Daging Ikan Sapu-sapu Ciliwung Jaktim Berakhir di Gerobak Siomay dan Pakan Bebek

Ikan sapu-sapu yang ditangkap di aliran Kali Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, kerap dimanfaatkan oleh…

7 hours ago