Ikan sapu-sapu yang ditangkap di aliran Kali Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, kerap dimanfaatkan oleh warga untuk dijual guna diolah menjadi bahan makanan. Salah satunya Tedy, warga Jakarta Timur yang sudah 15 tahun menjadi penangkap ikan sapu-sapu dan menjualnya.
“Kalau kita jual ke pengepul, dijualnya sudah berupa daging. Nanti sama dia (pengepul) dijual ke pasar, diolah buat bahan makanan, campuran, bisa siomay, otak-otak,” kata penangkap ikan bernama Tedy di Kramat Jati, Jumat (17/4/2026).
Ia biasanya menjual daging ikan sapu-sapu seharga Rp 15.000-20.000 per kilogram. “Kalau kita jual mentah per ekor enggak ada yang mau. Harus sudah dalam bentuk daging bisa dijual,” jelas Tedy.
Selain digunakan sebagai bahan olahan makanan, ikan sapu-sapu juga dimanfaatkan untuk pakan hewan. “Ada juga kita menjual daging sapu-sapu untuk pakan bebek, umpan lele,” kata Tedy.
Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS Oleh : Andhika Rachma Transformasi…
Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS Oleh: Nadira Larasati Transformasi digital telah membuka ruang…
Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026 Jakarta - Pemerintah terus mengawal…
PP TUNAS Diperkuat, Platform Digital Harus Terapkan Perlindungan Anak Nyata Jakarta - Pemerintah terus memperkuat…
Ketua MPR Ahmad Muzani telah memanggil dua juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di…
Alumni Pondok Pesantren Modern Al Ikhlash Kuningan angkatan 2013 asal Bandung, Mohamad Abda’u Zaki, dipercaya…