Terpidana kasus korupsi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum, memastikan dirinya takkan menimbulkan pertentangan atau permusuhan setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat.
Anas Urbaningrum menegaskan permusuhan tidak ada dalam kamus hidupnya. Oleh karena itu, dia akan memperjuangkan keadilan dan bukan pertentangan.
“Andai dalam perjuangan itu ada yang merasa termusuhi, itu konsekuensi perjalanan keadilan, sikap saya sikap persahabatan,” kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu di LP Sukamiskin, Selasa (11/4/2023).
Dalam tradisi aktivis, kata Anas, kompetisi merupakan hal yang biasa terjadi.
Namun para aktivis hanya ingin berkompetisi dalam ajang yang jujur, objektif, dan terbuka.
Menurut Anas, pertandingan dalam demokrasi harus jujur, fair, terbuka, dan objektif.
“Pertandingan (politik) harus jujur tidak boleh pakai teknik nabok nyilih tangan,” kata Anas.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal KH. Muhammad Fatwa menghadiri halalbihalal dengan Duta Besar Saudi…
Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan…
Ekonomi Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan akibat berbagai kondisi yang berdampak ke tanah air. Perang…
Kepuasan Publik dan Legitimasi Program MBG Oleh : Rivka Mayangsari Dukungan publik terhadap pemerintahan Presiden…
MBG dan Tingginya Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah Oleh: Asep Faturahman Program Makan Bergizi Gratis…
Ikan sapu-sapu yang ditangkap di aliran Kali Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, kerap dimanfaatkan oleh…